Ketika Saya Jadi Superman

superman logo Ketika itu saya dalam perjalanan menuju Australia untuk kuliah di sana. Saya berangkat melalui bandara Timika-Papua bersama ayah saya. Sebelum mendarat di Brisbane, pesawat transit dulu di Cairns, sebuah kota di ujung negara bagian Queensland.

Perjalanan dalam pesawat relatif lancar. Semuanya sesuai dengan rencana di mana saya tiba di Cairns sekitar pukul 11 siang. Karena pesawat penghubung ke Brisbane masih tiga jam lagi, saya pun menunggu sambil melihat-lihat keadaan sekeliling. Waktu itu adalah perjalanan ke Australia yang pertama kali bagi saya.

Setelah beberapa saat, kami memutuskan untuk duduk-duduk di lounge. Saya dan ayah saya berbincang-bincang tentang situasi di Australia dan rencana kuliah saya nanti. Waktu berjalan perlahan, namun hal itu tidak bisa menghilangkan rasa gugup lantaran berada di negeri orang untuk pertama kalinya. Terlebih lagi saat itu bahasa Inggris saya masih minim sekali.

Read the rest of this entry »