
June 21st, 2009

Aditya Fajar 312 views
Ketika kita memikirkan untuk punya usaha sendiri, kecemasan pertama yang acapkali terlintas adalah soal penghasilan. Dari penghasilan yang rutin didapatkan tiap bulannya, harus berubah menjadi sesuatu yang sepertinya penuh dengan ketidakpastian. Rasa cemas ini bahkan tidak jarang membuat seseorang mundur kembali dan memilih jalan yang “aman” saja.
Rasa cemas tersebut di atas sebenarnya banyak dipengaruhi oleh ketidakyakinan kita untuk merubah gaya hidup. Kebiasaan-kebiasaan yang selama ini kita lakukan telah membentuk zona nyaman yang memberikan rasa aman, kepastian, dan juga harapan.
Dengan merubah haluan, maka zona nyaman tersebut menjadi terusik dan membuat kita ragu bagaimana nantinya bisa mempertahankan kenyamanan-kenyamanan yang selama ini kita nikmati.
Read the rest of this entry »

June 18th, 2009

Aditya Fajar 381 views
Dua hari yang lalu yang bersama Tarie, isteri saya, jalan-jalan ke Jatinegara untuk mencari beberapa keperluan. Setelah menemukan yang dicari, saya kemudian bersiap-siap pulang ke rumah.
Ketika sampai di area parkir, saya melihat seorang pedagang bebek membawa muatannya. Pertama kali melihatnya, saya berdecak kagum. Begitupun dengan Tarie. Karena dalam satu motor ada banyak sekali bebek yang diangkut. Mirip-mirip pedagang ayam yang bisa membawa puluhan ekor dalam satu kali angkut.
Sambil naik motor pulang, saya dekati motor pedagang bebek tersebut untuk bisa melihat lebih jelas. Namun tak lama kemudian rasa kagum saya berubah menjadi rasa iba kepada bebek-bebek tersebut, karena saya merasa mereka sedang menderita.
Bahkan saya lihat ada bebek yang terkulai lemas (sepertinya sudah mati), karena kepalanya berada tepat di samping mesin motor. Saya hanya bisa membayangkan apa yang dirasakan sang bebek. Kasihan sekali melihatnya.
Lebih jauh, kalau memang benar bebek tersebut mati dengan cara seperti itu, maka haram hukumnya untuk dimakan karena sudah menjadi bangkai.
Read the rest of this entry »

June 11th, 2009

Aditya Fajar 1,215 views
Dalam menjalankan sebuah bisnis, hal yang paling sering terlintas dalam benak kebanyakan orang adalah keuntungan (profit). Profit merupakan hal mendasar dari setiap aktivitas niaga sehingga wajar jika setiap orang menginginkannya.
Namun demikian, kita patut memikirkan kembali pandangan kita terhadap profit itu sendiri. Apakah profit menjadi tujuan kita berbisnis? Atau profit merupakan efek dari aktivitas bisnis?
Profit layaknya pisau bermata dua. Di satu sisi bisa memotivasi kita untuk lebih kreatif dan efisien, tapi di sisi lain bisa menjebak para pelaku bisnis ke dalam dimensi keserakahan.
Rasanya cukup adil jika saya bilang dari semua peraturan dan perundangan niaga yang ada, sedikit banyak, ditujukkan untuk mengendalikan nafsu para pelaku bisnis untuk tidak mengeksploitasi segala kemungkinan demi kepentingan profit semata.
Bagi usaha kecil sendiri, profit tetap harus menjadi salah satu target pencapaian, namun bukan untuk dijadikan sebuah tujuan dalam berbisnis. Mengapa? Karena ketika profit diposisikan sebagai tujuan, maka bisnis tersebut menjadi rentan terhadap godaan-godaan yang mengajak kita untuk mengkesampingkan nilai-nilai keadilan dan prinsip saling menguntungkan antara produsen dan konsumen. Dalam arti lain, kita mudah untuk jadi serakah.
Lalu apa yang sebaiknya dijadikan tujuan?
Read the rest of this entry »

June 9th, 2009

Aditya Fajar 1,119 views
Dalam setiap hubungan antara pria dan wanita, akan ada masa-masa di mana perbedaan menjadi pemicu ketegangan di antara keduanya. Mulai dari perbedaan pendapat, perbedaan perspepsi, sampai dengan perbedaan perasaan.
Kala bersitegang, sebuah pasangan akan menjadi individu-individu yang mementingkan dirinya sendiri dan mengedepankan keegoisan masing-masing. Sang wanita menjadi judes dan ketus dan sang pria menjadi kasar dan keras.
Adalah sebuah penyesalan apabila ketegangan yang terjadi malah membawa keduanya pada sebuah akhir. Perbedaan yang seharusnya membawa perubahan positif, dijadikan alasan untuk lebih memilih melangkah di jalannya masing-masing.
Read the rest of this entry »

June 9th, 2009

Aditya Fajar 492 views
Ketika kita memupuk niat untuk berwirausaha, maka akan tumbuh dalam diri kita dorongan untuk melihat dunia dalam perspektif yang berbeda.
Yang tadinya berkutat di seputar gaji atau mencari lowongan pekerjaan, berubah menjadi sebuah dunia yang penuh dengan peluang. Kita pun akan termotivasi untuk mencari informasi dan mengolah akal untuk bisa mewujudkan peluang-peluang tersebut menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan.
Peluang layaknya sebuah harapan yang memberi kita semangat untuk maju. Namun kita perlu menyikapi peluang dengan lebih berhati-hati. Karena dengan jumlah peluang yang begitu banyak, kita bisa kehilangan fokus dan dapat merubah orientasi kita dalam berwirausaha.
Dari pengalaman pribadi dan kisah orang-orang yang pernah saya temui, terbukanya berbagai peluang terkadang membuat kita menjadi terlalu “semangat”. Dalam artian, peluang ini diambil, peluang itu diambil, tanpa pertimbangan yang baik akan kemampuan untuk menggarap peluang-peluang tersebut. Kalau sudah begini, biasanya kita akan masuk ke dalam model bisnis Lumugada, Loe Mau Gue Ada.
Read the rest of this entry »

May 24th, 2009

Aditya Fajar 431 views

Setiap orang mempunyai konsep yang berbeda tentang peran suami dan isteri. Dari berbagai konsep yang ada, yang paling umum kita temui adalah suami bekerja dan isteri tinggal di rumah. Sedangkan konsep suami dan isteri bekerja juga semakin populer di masyarakat. Selain itu ada juga yang menyukai konsep suami bekerja di kantor dan isteri bekerja dari rumah. Dan yang paling jarang saya temui adalah konsep suami di rumah dan isteri bekerja.
Pemilihan sebuah konsep rumah tangga akan dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan, keyakinan, cara pandang, dan pengalaman hidup masing-masing individu. Walau mungkin kita berbeda pandangan tentang konsep mana yang terbaik, namun pada akhirnya hal tersebut kembali kepada kesepakatan antara suami dan isteri.
Read the rest of this entry »

May 24th, 2009

Aditya Fajar 424 views

Belanja di hypermarket sekarang ini sudah menjadi kegiatan rutin bagi sebagian besar masyarakat perkotaan. Ketika berbelanja di sana, dua item utama yang harus ada adalah catatan belanja dan tentunya dompet.
Selain itu, handphone juga memegang peranan penting apalagi kalau berbelanja dengan pasangan atau bersama keluarga, karena biasanya mereka akan berpencar.
Namun demikian, ada satu item lagi yang sebaiknya juga dibawa, yaitu kalkulator kecil.
Kalkulator jenis ini sangat berguna untuk mengetahui harga per satuan berat dari produk yang hendak kita beli. Dengan demikian, kita bisa mengetahui apakah produk tersebut memberikan harga yang lebih baik dibandingkan produk sejenis lainnya.
Read the rest of this entry »

May 23rd, 2009

Aditya Fajar 1,850 views

Punya bisnis sendiri? Termasuk usaha tingkat apakah bisnis anda di mata pemerintah?
Read the rest of this entry »

May 23rd, 2009

Aditya Fajar 8,403 views
Tulisan ini saya ambil dari StartupNation.com, yaitu sebuah situs yang memfokuskan pada pengelolaan dan pengembangan usaha kecil.
Dalam posting ini, saya akan membagi tulisan dalam beberapa bagian sehingga lebih mudah untuk dibaca. Jika anda ingin langsung melihat artikel aslinya, silakan membuka http://www.startupnation.com/steps/55/10-steps-open-start-business.htm.
10 Langkah ini dibuat oleh Jeff dan Richard Sloan, pendiri, penasihat, dan pembina situs StartupNation. Dalam pandangan saya, 10 langkah yang diajukan Jeff da Richard merupakan langkah yang juga bisa diterapkan di Indonesia, karena konten yang disampaikan cukup universal.
10 langkah yang dimaksud adalah:
- #1: Membuat Rencana Hidup
- #2: Memilih Model Bisnis
- #3: Membuat Rencana Bisnis
- #4: Menentukan Struktur Bisnis
- #5: Membuat Aset Bisnis yang Utama
- #6: Mencari Pendanaan
- #7: Menata Logistik
- #8: Mencari Orang yang Tepat
- #9: Membuat Merek
- #10: Pasarkan dan Jual
Berikut pemaparannya…
Read the rest of this entry »

May 21st, 2009

Aditya Fajar 6,734 views

Pembukuan merupakan hal mendasar yang terkadang kurang mendapatkan perhatian dari pelaku usaha baru. Padahal pembukuan merupakan sumber informasi utama dalam menilai kinerja dan kesehatan sebuah usaha.
Alasan klasik yang biasa disampaikan adalah keengganan, merasa rumit, dan tidak punya waktu untuk mencatat. Terlebih lagi jika dihadapkan dengan istilah-istilah akuntansi yang sedikit “jelimet”. Akhirnya mereka lebih memilih untuk tidak menerapkan sistem akuntansi.
Read the rest of this entry »