
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AdityaFajar.com</title>
	<atom:link href="http://adityafajar.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adityafajar.com</link>
	<description>CONVERSATIONS ABOUT SMALL BUSINESS AND RELATIONSHIP</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jun 2010 18:51:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Menikah Dengan Keluarga</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/06/29/menikah-dengan-keluarga/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/06/29/menikah-dengan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 18:51:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Relationships]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/06/29/menikah-dengan-keluarga/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;

Saya rasa istilah “Menikah dengan keluarga” bukanlah sesuatu yang baru bagi kebanyakan pasangan yang sudah menikah. Budaya bangsa kita yang masih memandang penting nilai-nilai kekeluargaan, sepertinya akan membuat istilah tersebut lestari.
Bagi kebanyakan orang Indonesia, keputusan untuk menikah akan dipandang lebih dari sekedar menyatukan dua individu. Namun juga menyatukan dua keluarga beserta sanak saudaranya. Secara garis [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/06/18/jujurlah-sebelum-memutuskan-menikah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jujurlah Sebelum Memutuskan Menikah'>Jujurlah Sebelum Memutuskan Menikah</a> <small> Bagi banyak orang, menikah adalah salah satu hal terbesar...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" border="0" alt="Duck family in holidays" src="http://static.flickr.com/1167/528175815_2401586f71_m.jpg" width="476" height="317" /></p>
<p>Saya rasa istilah “Menikah dengan keluarga” bukanlah sesuatu yang baru bagi kebanyakan pasangan yang sudah menikah. Budaya bangsa kita yang masih memandang penting nilai-nilai kekeluargaan, sepertinya akan membuat istilah tersebut lestari.</p>
<p>Bagi kebanyakan orang Indonesia, keputusan untuk menikah akan dipandang lebih dari sekedar menyatukan dua individu. Namun juga menyatukan dua keluarga beserta sanak saudaranya. Secara garis besar, penyatuan seperti ini bisa dipandang sebagai hal yang bagus bahkan mungkin mulia. Namun bukan berarti tanpa sisi tidak enaknya.</p>
<p> <span id="more-1337"></span>
<p>Menikah dengan keluarga umumnya akan terasa menyenangkan pada tingkatan sosial. Seperti pada pertemuan keluarga, arisan, atau ketika kita saling mengunjungi. Namun, menikah dengan keluarga, secara tidak langsung, juga mendatangkan resiko terhadap salah satu aspek terpenting dalam membina pernikahan: aspek finansial.</p>
<p>Ketika hubungan kita dengan saudara pasangan kita sudah mulai bersinggungan dengan kepentingan finansial, maka kondisi ini bisa membawa pernikahan yang bersangkutan pada situasi yang membingungkan dan bahkan tidak jarang dilematis.</p>
<p>Kebingungan ataupun kegundahan yang muncul umumnya berakar pada rasa tidak enak (segan/merasa bersalah kalau tidak menolong). </p>
<p>Rasa segan tidak serta merta negatif. Rasa segan bisa mendorong kita untuk berbuat kebaikan. Namun rasa segan juga bisa membuat kita jadi serba salah ketika sanak-saudara mulai berdatangan untuk minta “tolong”.</p>
<p>Susahnya lagi, permintaan tolong tersebut acapkali dibalut oleh maksud meminjam uang dan dipermanis dengan janji akan mengembalikan pinjaman tersebut dalam jangka waktu tertentu. Kalau sudah demikian, biasanya akan lebih sulit untuk menolaknya.</p>
<p>Jika benar janji tersebut ditepati, maka orang tersebut bisa dibilang sebagai sosok langka. Karena pada umumnya, saudara yang meminjam dan berjanji mengembalikan pinjaman memiliki gejala amnesia terhadap janjinya sendiri. Ujung-ujungnya, yang memberi pinjaman harus “mengikhlaskan” dan dipaksa memaklumi seolah-olah bahwa itulah budaya yang berlaku di Indonesia.</p>
<p>Pemakluman yang seperti itu, menurut saya, adalah pemakluman yang keliru. </p>
<p>Saya tidak bermaksud untuk mendiskreditkan pernikahan dengan keluarga. Hanya saja, banyak sanak-saudara yang justru memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadinya saja. </p>
<p>Mereka mudah untuk datang dan meminta tolong, namun berpaling muka ketika keadaannya dibalik. Selain itu, tidak jarang pula muncul kalau ada maunya saja, dan acuh di kemudian hari walaupun sudah dibantu berkali-kali. </p>
<p>Menikahi seseorang berarti menikahi keluarganya adalah sebuah fakta yang boleh dibilang tidak terbantahkan di negeri ini. Oleh karenanya, kita harus punya sikap yang bisa melindungi pernikahan kita dari perbuatan-perbuatan eksploitatif yang dilakukan oleh sanak saudara.</p>
<p>Kita harus memiliki prioritas dalam memberi bantuan. Kita lihat kedekatan darahnya.</p>
<p><strong>Prioritas nomor satu</strong> bagi seorang suami adalah kepada isteri dan anak-anaknya.&#160; Karena itu, maka merekalah yang harus pertama kali ditolong. Jika kondisi kita masih belum mampu untuk menolong isteri dan anak-anak, maka saya pikir, tidak salah kalau kita menolak permintaan tolong yang datang dari sanak keluarga. Ini juga berlaku bagi sang isteri.</p>
<p><strong>Prioritas nomor dua</strong> adalah orang tua. Baik orang tua kita sendiri ataupun mertua kita. Sebenarnya membantu orang tua juga bisa menjadi prioritas nomor satu, tergantung tingkat emergencynya.</p>
<p><strong>Prioritas ketiga adalah saudara kandung</strong>. Saya melihat bahwa saudara kandung yang membutuhkan lebih patut didahulukan dibanding dengan sepupu. Namun bukan berarti saudara kandung bisa bersikap tidak tahu diri. Saudara kandung juga harus bisa memahami kemampuan yang dimintakan tolong dan sebisa mungkin untuk tidak meminta. Bagi yang ingin menikahi seseorang dengan saudara kandung yang banyak, ada baiknya untuk dipikirkan baik-baik.</p>
<p><strong>Prioritas terakhir</strong> barulah saudara-saudara di luar keluarga inti. Misalnya sepupu, paman, bibi, dan sebagainya.</p>
<p>Menetapkan prioritas bukan berarti melatih diri kita menjadi sosok yang pelit. Namun dengan prioritas seperti ini, kita bisa melihat dengan lebih jelas siapa-siapa saja yang lebih layak didahulukan. Selain itu, prioritas seperti ini juga bisa menghindari kita dari rasa bersalah karena tidak bisa membantu.</p>
<p align="center">* * *</p>
<p align="justify">Menikah dengan keluarga bukanlah sesuatu yang baru di negeri ini. Adalah sebuah fakta bahwa ketika kita menikahi seseorang, kita juga mengambil resiko untuk terlibat dengan berbagai problematika hidup sanak-saudaranya, termasuk di dalamnya berbagai urusan yang berkenaan dengan uang.</p>
<p align="justify">Untuk terhindar dari rasa segan, gundah, ataupun rasa bersalah, maka kita sebaiknya menetapkan prioritas dalam memberikan bantuan berdasarkan kedekatan ikatan darah dan tingkat emergencynya.</p>
<p align="justify">Dengan demikian, kita bisa menjadi lebih objektif, baik itu terhadap pasangan kita, ataupun terhadap orang-orang yang datang untuk meminta pertolongan kita.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/06/18/jujurlah-sebelum-memutuskan-menikah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jujurlah Sebelum Memutuskan Menikah'>Jujurlah Sebelum Memutuskan Menikah</a> <small> Bagi banyak orang, menikah adalah salah satu hal terbesar...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/06/29/menikah-dengan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jujurlah Sebelum Memutuskan Menikah</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/06/18/jujurlah-sebelum-memutuskan-menikah/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/06/18/jujurlah-sebelum-memutuskan-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 08:38:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Relationships]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/06/18/jujurlah-sebelum-memutuskan-menikah/</guid>
		<description><![CDATA[
Bagi banyak orang, menikah adalah salah satu hal terbesar dalam hidup. Terlebih bagi kaum perempuan. Menikah acapkali menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh mereka. Namun demikian, menikah bukanlah tanpa tantangan dan harus diusahakan. Karena menikah adalah sebuah perjalanan menuju keberkahan, restu, dan kasih sayang dari yang Maha Kuasa. 
Tantangan yang sering muncul, dan mungkin pula [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/06/29/menikah-dengan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menikah Dengan Keluarga'>Menikah Dengan Keluarga</a> <small>&#160; Saya rasa istilah “Menikah dengan keluarga” bukanlah sesuatu yang...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Crossing my fingers..." href="http://www.flickr.com/photos/77436208@N00/2919820693/"><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" border="0" alt="Crossing my fingers..." src="http://static.flickr.com/3190/2919820693_cc4a712657_m.jpg" width="467" height="401" /></a></p>
<p>Bagi banyak orang, menikah adalah salah satu hal terbesar dalam hidup. Terlebih bagi kaum perempuan. Menikah acapkali menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh mereka. Namun demikian, menikah bukanlah tanpa tantangan dan harus diusahakan. Karena menikah adalah sebuah perjalanan menuju keberkahan, restu, dan kasih sayang dari yang Maha Kuasa. </p>
<p>Tantangan yang sering muncul, dan mungkin pula yang terberat, adalah ketika kita menghadapi rasa ragu. Saya pikir ini terjadi pada hampir setiap individu yang ingin menikah. Keraguan ini umumnya disebabkan oleh ketidaktahuan kita akan masa depan. Sehingga kita menjadi tidak yakin apakah benar dia jodoh kita, apakah dia akan cocok dengan kita, atau apakah benar langkah kita menikahinya? </p>
<p> <span id="more-1336"></span>
<p>Pertanyaan-pertanyaan seperti itu saya rasa wajar-wajar saya. Karena sebagai manusia, tentunya kita menginginkan pasangan yang benar-benar sesuai dengan hati kita. Namun perlu diingat, janganlah rasa ragu tersebut dipelihara sehingga mempengaruhi kemampuan kita dalam berpikir rasional dan beretika.</p>
<p>Berpikir rasional adalah dengan menyadari bahwa kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Sehingga kita tidak perlu berkutat dengan keragu-raguan tersebut.&#160; Dimulai dengan berdoa kepada-Nya, teguhkanlah hati, dan beranikan diri untuk mengambil resiko bersama dirinya.</p>
<p>Sedangkan soal beretika adalah berani mengungkapkan isi hati yang membebani pikiran, sehingga orang-orang di sekeliling kita tidak merasa bingung dengan niatan kita untuk menikah.</p>
<p>Saya ilustrasikan. Ada satu perempuan yang sebenarnya masih ragu dengan kekasihnya. Entah mengapa, dia malah meminta kekasihnya tersebut untuk melamarnya. Sang kekasihpun menyanggupi, dan kemudian dia meminta kedua orang-tuanya untuk memulai pembicaraan menikah dengan orang-tua sang perempuan.</p>
<p>Dari pembicaraan tersebut dibicarakanlah tanggal pernikahan. Setelah melalui sejumlah negosiasi, maka sebuah tercapailah kesepakatan soal tanggal. </p>
<p>Ketika tanggal sudah disepakati, langkah berikutnya adalah soal biaya pernikahan. Orang-tua dari pihak laki-laki memanggil sang perempuan dan menjelaskan bahwa kemampuan sang kekasih adalah sekian rupiah. Sang perempuan menjawab tidak apa-apa dan menerima. Bagi keluarga pihak laki-laki, hal ini sudah jelas dan disepakati.</p>
<p>Tapi apa yang terjadi kemudian? Sang perempuan memutuskan untuk mengundur tanggal pernikahan secara sepihak. Pihak keluarga laki-lakipun bertanya-tanya. Alasan yang diberikan adalah ingin bekerja lebih dahulu, membahagiakan orang tua, ingin “mendidik” sang kekasih agar lebih dewasa, dan sebagainya, dan sebagainya.</p>
<p>Setelah diusut lebih jauh, ternyata sang perempuan mengakui bahwa dia masih ragu terhadap sang kekasih. Selain itu, dia juga punya “idaman lain” yang acapkali dijadikan pembanding. Sehingga tak aneh kalau sang perempuan selalu berkilah dan beralasan kalau ditanya perihal keputusannya tersebut.</p>
<p>Jika masih dalam tahap pacaran, keraguan dan sikap seperti itu bisa dipahami. Namun ketika keluarga sudah dilibatkan dan sudah menyetujui soal lamaran dan menikah, keputusan sepihak sang perempuan untuk menunda itu semua, tentunya menjadi sebuah tindakan yang <strong>miskin etika</strong>. </p>
<p>Sehingga wajar kalau pihak keluarga laki-laki akhirnya merasa disepelekan dan dipermalukan.</p>
<p>Nah, dari kisah di atas kita bisa melihat bahwa keragu-raguan yang terus dipelihara tanpa ada keberanian untuk mengungkapkannya malah membuat semua orang yang terkait menjadi susah. Tidak hanya membuat malu keluarga laki-laki, tapi juga membuat nama baik keluarga perempuan jadi tercoreng. Tak ayal, imej sang perempuan pun menjadi kurang baik.</p>
<p align="center">* * *</p>
<p align="justify">Ragu-ragu sebelum menikah adalah wajar. Namun janganlah kita memelihara keragu-raguan itu. Karena dengan terus meragu, langkah yang diambilpun menjadi setengah hati. </p>
<p align="justify">Bersikaplah jujur terhadap diri sendiri dan ungkapkan keragu-raguan yang ada di hati.&#160; Jika ada yang kurang pas, utarakan, sehingga calon pasangan kitapun bisa memperbaiki sesuai kemampuannya. Selain itu, dengan mengungkapkan keraguan hati, kita juga bisa terhindar dari tindakan yang memalukan keluarga, baik keluarganya maupun keluarga kita sendiri.</p>
<p align="justify">Hadapi keraguan dengan berbagi, bukan dipendam sendiri. Karena keragu-raguan yang dipendam sendiri hanya membuat pernikahan itu tak jadi.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/06/29/menikah-dengan-keluarga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menikah Dengan Keluarga'>Menikah Dengan Keluarga</a> <small>&#160; Saya rasa istilah “Menikah dengan keluarga” bukanlah sesuatu yang...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/06/18/jujurlah-sebelum-memutuskan-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pie Susu Bali, Dari Iseng Jadi Pengen Beli</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/06/18/pie-susu-bali-dari-iseng-jadi-pengen-beli/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/06/18/pie-susu-bali-dari-iseng-jadi-pengen-beli/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 07:07:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[jual pie susu]]></category>
		<category><![CDATA[khas bali]]></category>
		<category><![CDATA[oleh-oleh]]></category>
		<category><![CDATA[pie]]></category>
		<category><![CDATA[pie susu bali]]></category>
		<category><![CDATA[sosis]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>
		<category><![CDATA[titiles]]></category>
		<category><![CDATA[titiles sosis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/06/18/pie-susu-bali-dari-iseng-jadi-pengen-beli/</guid>
		<description><![CDATA[Wah, udah lama saya tidak menulis artikel di blog ini. Setelah kesibukan dalam mengurusi bisnis yogurt milik saya, akhirnya tiba saat untuk sedikit memanjakan diri. Ya, saatnya berselancar di dunia maya dan mencari info tentang makanan tentunya he..he..he&#8230; 
Bicara soal makanan, entah mengapa saya jadi terkenang masa-masa saya makan pie di Australia dulu. Lezatnya pie [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/05/25/inspirasi-produk-dari-isteri-hamil/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Inspirasi Produk dari Isteri Hamil'>Inspirasi Produk dari Isteri Hamil</a> <small> Kali ini saya ingin bicara sedikit tentang Rumah Yogurt,...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" border="0" alt="pie susu bali" src="http://oleholehkhasbali.com/wp-content/uploads/pie-susu-coklat-close-up.jpg" width="450" height="298" />Wah, udah lama saya tidak menulis artikel di blog ini. Setelah kesibukan dalam mengurusi bisnis yogurt milik saya, akhirnya tiba saat untuk sedikit memanjakan diri. Ya, saatnya berselancar di dunia maya dan mencari info tentang makanan tentunya he..he..he&#8230; </p>
<p align="justify">Bicara soal makanan, entah mengapa saya jadi terkenang masa-masa saya makan pie di Australia dulu. Lezatnya pie di sana membuat saya selalu teringat tentang makanan lezat yang satu ini. Nah, Sambil melihat-lihat gambar pie di Internet, tiba-tiba saja pandangan saya tertuju pada pie susu dari Bali. Penasaran, sayapun menelusurinya lebih jauh. </p>
<p align="justify">Agar lebih yakin, saya mencari di Google dengan kata kunci <em>Pie susu Bali</em>. Tak lama kemudian saya di bawa ke halaman <a title="Pie susu bali" href="http://oleholehkhasbali.com/pie-susu-bali-asli-bali.html">pie susu</a> di situs OlehOlehKhasBali.com. </p>
<p> <span id="more-1334"></span>
<p>Penasaran dengan pie susu khas Bali ini, saya langsung melihat dan hm&#8230;. nyummy&#8230; jadi pengen order nih haha&#8230; <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Tapi, sebelum itu saya juga sempat melihat <a title="Titiles Sosis Bali" href="http://oleholehkhasbali.com/titiles-sosis.html">Titiles sosis</a> di halaman produk yang cukup menggoda selera. </p>
<p>Saya suka dengar kalau <em>Titiles</em> juga merupakan salah satu oleh-oleh khas bali yang mmmmm…. nikmat rasanya. Waduh, saya jadi bingung mau pesan yang mana.&#160; Habis enak semua nih kayaknya! </p>
<p>Selain makanannya, ternyata situs ini membuat saya tertarik karena tampilannya yang sangat minimalis dan mudah sekali digunakan (user friendly).&#160; Informasinya jelas dan terstruktur dengan baik (SEO nya mantap juga). </p>
<p>Buat yang penasaran, langsung aja cek website OlehOlehKhasBali.com.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/05/25/inspirasi-produk-dari-isteri-hamil/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Inspirasi Produk dari Isteri Hamil'>Inspirasi Produk dari Isteri Hamil</a> <small> Kali ini saya ingin bicara sedikit tentang Rumah Yogurt,...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/06/18/pie-susu-bali-dari-iseng-jadi-pengen-beli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inspirasi Produk dari Isteri Hamil</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/05/25/inspirasi-produk-dari-isteri-hamil/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/05/25/inspirasi-produk-dari-isteri-hamil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 02:39:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Promotion and Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/05/25/inspirasi-produk-dari-isteri-hamil/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Kali ini saya ingin bicara sedikit tentang Rumah Yogurt, boleh kan? 
Nah, begini… sekitar dua bulan ke belakang, isteri saya menjadi lebih gembul dari biasanya. Bahkan suka lebih gembul dari saya he..he..he.. Tapi tidak mengapa, karena sekarang dia sedang hamil, jadi wajar kalau makannya jadi banyak.
Salah satu makanan yang menjadi kegemarannya adalah juice jambu. [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2010/05/promoguava1.jpg"><img style="border-right-width: 0px; display: block; float: none; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; border-left-width: 0px; margin-right: auto" title="promoguava1" border="0" alt="promoguava1" src="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2010/05/promoguava1_thumb1.jpg" width="416" height="456" /></a> </p>
<p>Kali ini saya ingin bicara sedikit tentang Rumah Yogurt, boleh kan? <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_batting.gif' alt='&#59;&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#59;&#41;' /></p>
<p>Nah, begini… sekitar dua bulan ke belakang, isteri saya menjadi lebih gembul dari biasanya. Bahkan suka lebih gembul dari saya he..he..he.. Tapi tidak mengapa, karena sekarang dia sedang hamil, jadi wajar kalau makannya jadi banyak.</p>
<p>Salah satu makanan yang menjadi kegemarannya adalah juice jambu. Hampir tiap hari dia mengkonsumsi jus ini. Katanya, kalau makan jus jambu perutnya jadi lebih dingin dan diapun bisa lebih nyaman melewati hari-hari kehamilannya.</p>
<p> <span id="more-1333"></span>
<p>Karena kandungan vitamin yang baik serta rasanya yang enak, maka jus jambu akhirnya menjadi konsumsi rutin isteri saya. Saya yang tadinya biasa-biasa saja dengan jus, akhirnyapun menjadi ketagihan dengan jus jambu.&#160; Apalagi setelah saya mencampurnya dengan yogurt. Wuih, rasanya menjadi gurih!</p>
<p>Sayapun kemudian melakukan beberapa kali eksperimen rasa. Setelah sekian kali mencoba, akhirnya saya menemukan komposisi yang pas, di mana kesegaran jus jambu dan rasa asam gurih yogurt bercampur menjadi paduan yang nikmat.</p>
<p>Berangkat dari sini, saya berdiskusi dengan isteri tentang temuan baru ini. Dia pun setuju kalau paduan jambu dan yogurt enak untuk dikonsumsi. Akhirnya kami berdua memutuskan menamakan kombinasi ini dengan <strong>Guava Mix</strong>.</p>
<p>Guava Mix merupakan inspirasi yang muncul dari kehamilan isteri saya, dan bagi pemilik usaha rumahan dan kecil, inspirasi bisa datang dari hal-hal yang mungkin terlihat insignifikan. Karena itu, tidak ada salahnya jika kita membuka mata kembali terhadap hal-hal kecil yang mungkin acapkali kita lewati.</p>
<p>Siapa tahu, dari hal-hal kecil tersebut, anda bisa bisa membuat sebuah inovasi yang bermanfaat bagi orang banyak. <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Oh ya, dengan <strong>10 ribu rupiah saja</strong>, Guava Mix sudah bisa memanjakan lidah anda <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' />. Atau jika anda membeli minimum 10 cup yogurt, maka satu Guava Mix akan diberikan secara gratis*. </p>
<p>Untuk pemesanan silakan hubungi nomor <strong>830-1694</strong> atau <strong>0817-420-387</strong> atau di email <strong>yogurt[at]rumahyogurt.com.</strong>&#160;<strong>&#160;</strong><img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong>*</strong>dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/05/25/inspirasi-produk-dari-isteri-hamil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Formulir Hitung Zakat untuk Gaji</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/05/14/formulir-hitung-zakat-untuk-gaji/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/05/14/formulir-hitung-zakat-untuk-gaji/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 01:19:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religion - Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/05/14/formulir-hitung-zakat-untuk-gaji/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Formulir Hitung Zakat (Fhikat) Gaji adalah formulir elektronik sederhana, dalam bentuk PDF, yang ditujukkan untuk memudahkan kita dalam menghitung zakat dari gaji/upah kerja yang diterima setiap bulannya.
Untuk menjaga kerahasiaan tentang pendapatan, pengeluaran, dan utang, maka Fhikat dibagi menjadi tiga lembar. Lembar pertama dan lembar kedua untuk penghitungan zakat, sedangkan lembar terakhir digunakan untuk pembayaran [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fhikat.wordpress.com" target="_blank"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="fhikatgaji" border="0" alt="fhikatgaji" src="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2010/05/fhikatgaji1.jpg" width="437" height="439" /></a> </p>
<p>Formulir Hitung Zakat (Fhikat) Gaji adalah formulir elektronik sederhana, dalam bentuk PDF, yang ditujukkan untuk memudahkan kita dalam menghitung zakat dari gaji/upah kerja yang diterima setiap bulannya.</p>
<p>Untuk menjaga kerahasiaan tentang pendapatan, pengeluaran, dan utang, maka Fhikat dibagi menjadi tiga lembar. Lembar pertama dan lembar kedua untuk penghitungan zakat, sedangkan lembar terakhir digunakan untuk pembayaran di badan penerima zakat.</p>
<p>Fhikat dapat didistribusikan secara cuma-cuma dan bisa digunakan baik oleh individu ataupun lembaga penerima zakat. Rencananya, Fhikat akan dikembangkan untuk mencakup berbagai jenis zakat lainnya. </p>
<p>Untuk membuka Fhikat saya sarankan menggunakan <a href="http://www.foxitsoftware.com" target="_blank">FoxIT PDF reader</a> karena ukurannya kecil dan lebih cepat dibuka dibanding dengan Adobe Acrobat.</p>
<p>Fhikat <a href="http://fhikat.wordpress.com" target="_blank">Homepage</a> &#8211; <a href="http://www.mediafire.com/file/j4wkyb2jntn/FHIKAT-GAJI.zip" target="_blank">Download</a></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/05/14/formulir-hitung-zakat-untuk-gaji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Godaan Wanita Perebut Suami</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/05/10/godaan-wanita-perebut-suami/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/05/10/godaan-wanita-perebut-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 17:06:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Relationships]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/05/10/godaan-wanita-perebut-suami/</guid>
		<description><![CDATA[
Bagi lelaki, tidak ada godaan yang lebih besar daripada godaan seorang wanita. Godaan wanita terhadap lelaki bukanlah godaan yang ekslusif ataupun terisolir. Godaan wanita adalah godaan universal dan berlaku di setiap tingkatan sosial dan ekonomi.
Layaknya magnet, kehadiran wanita akan selalu menarik perhatian para lelaki, dan kehadirannya tersebut, acapkali bisa membuat lelaki jatuh bangun dibuatnya.
Walau wanita [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/01/16/apa-masih-perlu-emansipasi-wanita/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Masih Perlu Emansipasi Wanita?'>Apa Masih Perlu Emansipasi Wanita?</a> <small> Hari ini saya menemukan sebuah tulisan menarik oleh Mira....</small></li>
<li><a href='http://adityafajar.com/2010/01/03/tips-membeli-sepatu-wanita-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Membeli Sepatu Wanita'>Tips Membeli Sepatu Wanita</a> <small>Wanita itu indah, termasuk kakiknya. Nah, hari ini saya iseng-iseng...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" border="0" alt="Red Frames" src="http://static.flickr.com/2625/4081896937_df92064ec0_m.jpg" width="475" height="317" /></p>
<p>Bagi lelaki, tidak ada godaan yang lebih besar daripada godaan seorang wanita. Godaan wanita terhadap lelaki bukanlah godaan yang ekslusif ataupun terisolir. Godaan wanita adalah godaan universal dan berlaku di setiap tingkatan sosial dan ekonomi.</p>
<p>Layaknya magnet, kehadiran wanita akan selalu menarik perhatian para lelaki, dan kehadirannya tersebut, acapkali bisa membuat lelaki jatuh bangun dibuatnya.</p>
<p>Walau wanita adalah godaan terbesar bagi para lelaki, namun hal tersebut tidak serta merta menjadikan semua wanita sebagai manusia-manusia penggoda. Para wanita tetap memiliki kontrol terhadap diri mereka sendiri agar tetap disegani dan dihormati keberadaannya.</p>
<p>Wanita yang punya kontrol terhadap dirinya sendiri tentu layak kita segani dan hormati. Namun bagaimana dengan para wanita yang sepertinya kehilangan kendali lantaran dibuai nafsu?</p>
<p> <span id="more-1324"></span>
<p>Saya sendiri suka geleng-geleng kepala ketika melihat ataupun mendengar kisah-kisah di mana seorang wanita rela melakukan berbagai hal yang malah merusak nama baiknya sendiri. Yang paling <em>ngenes</em> menurut saya adalah mereka yang mau bersusah payah merebut suami orang, tapi ujung-ujungnya malah disia-siakan oleh sang lelaki itu sendiri.</p>
<p>Sampai sekarang saya belum bisa mengerti kenapa ada wanita yang <em>keukeuh</em> mau mendapatkan suami orang. Segala cara dia lakukan agar sang lelaki bisa jatuh ke pangkuannya. Tidak perduli isteri ataupun keluarga akan yang tersakiti. Selama tujuannya bisa tercapai, dia akan terus berusaha mendapatkannya. </p>
<p>Selain itu, wanita perebut suami orang sepertinya banyak yang bersandar pada ucapan sang lelaki yang bilang bahwa dia akan menceraikan isterinya kelak. Mereka begitu percaya dan mau menaruh harapan hidup pada sepenggal ucapan seperti itu.</p>
<p>Apakah ini yang disebut cinta?</p>
<p>Rasanya sulit untuk menerima alasan bahwa ada seorang wanita yang merebut suami orang karena didorong oleh rasa cintanya kepada sang lelaki. Apalagi jika yang berkata demikian adalah mereka yang berada di kalangan selebritis. Sepertinya itu alasan yang terlalu dibuat-buat. Malah kalau diperhatikan lebih jauh, perbuatannya tersebut lebih dikarenakan oleh hal yang itu-itu juga: duit.</p>
<p>Cukup adil kiranya jika saya mengatakan bahwa wanita yang merebut suami orang adalah wanita-wanita pemalas. Malas mensyukuri, malas berusaha, dan malas mewujudkan harapan dengan lelaki single. </p>
<p>Rasa malas ini menjadikan mereka individu-individu yang pesimis dan mau hidup enak dengan cara instan.</p>
<p>Yang anehnya lagi adalah, wanita perebut suami orang dengan “naifnya” suka membuat anak. Seolah-olah anak hasil selingkuhan adalah stempel mujarab untuk membuat sang lelaki lekat dengannya. Kalau dirasa kurang, merekapun memainkan kartu sebagai “korban” dan menggunakan anak sebagai alat pencari belas kasihan. </p>
<p>Sungguh sedih rasanya kalau memikirkan masa depan anak-anak yang dihasilkan oleh perselingkuhan antara wanita perebut suami orang dan suami yang tergoda. Walaupun bukan salah mereka, namun anak-anak tersebut akan berada di posisi yang membingungkan, serba salah, dan memalukan. </p>
<p>Bagi para suami yang tergodapun, menurut saya, memandang para wanita penggoda tersebut hanya sebagai selingan belaka. Sebagai tempat pelarian sementara dari rutinitas dan kejenuhan berumah tangga. Karena toh bagi kebanyakan laki-laki, lari dengan wanita selingkuhan lebih banyak ruginya dibanding untungnya. Baik dari sisi finansial, nama baik, ataupun reputasi keluarga.</p>
<p>Merebut suami orang bukanlah pilihan cerdas ataupun realistis. Merebut suami orang adalah pilihan berdasarkan nafsu belaka. Sungguh sayang jika ada wanita yang rela merendahkan martabat dan kehormatannyasendiri demi mendapatkan sesuatu yang bukan haknya sejak awal. </p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/01/16/apa-masih-perlu-emansipasi-wanita/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Apa Masih Perlu Emansipasi Wanita?'>Apa Masih Perlu Emansipasi Wanita?</a> <small> Hari ini saya menemukan sebuah tulisan menarik oleh Mira....</small></li>
<li><a href='http://adityafajar.com/2010/01/03/tips-membeli-sepatu-wanita-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Membeli Sepatu Wanita'>Tips Membeli Sepatu Wanita</a> <small>Wanita itu indah, termasuk kakiknya. Nah, hari ini saya iseng-iseng...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/05/10/godaan-wanita-perebut-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>9 Tips Mengelola File di Komputer</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/04/27/9-tips-mengelola-file-di-komputer/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/04/27/9-tips-mengelola-file-di-komputer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 03:38:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Management]]></category>
		<category><![CDATA[Technology and Information]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/04/27/9-tips-mengelola-file-di-komputer/</guid>
		<description><![CDATA[
Apapun jenis dan ukuran usaha anda, cepat atau lambat, pasti akan berhubungan dengan penyimpanan file. File-file bisnis yang tersusun rapih dalam komputer tidak hanya memudahkan anda, tapi juga membuat anda dan karyawan bekerja lebih efisien.
Berikut adalah 9 tips dalam pengelolaan file di komputer anda:
 
1. Buat Folder Khusus
Buatlah satu folder khusus untuk menyimpan file-file bisnis. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/01/03/3-hal-mudah-mengelola-keuangan-usaha/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Hal Mudah Mengelola Keuangan Usaha'>3 Hal Mudah Mengelola Keuangan Usaha</a> <small>Lancarnya sebuah usaha akan banyak bergantung kepada pengelolaan keuangan yang...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img border="0" alt="Filing drawer" src="http://static.flickr.com/99/363809113_074e74a361.jpg" width="475" height="316" /></p>
<p>Apapun jenis dan ukuran usaha anda, cepat atau lambat, pasti akan berhubungan dengan penyimpanan file. File-file bisnis yang tersusun rapih dalam komputer tidak hanya memudahkan anda, tapi juga membuat anda dan karyawan bekerja lebih efisien.</p>
<p>Berikut adalah 9 tips dalam pengelolaan file di komputer anda:</p>
<p> <span id="more-1323"></span><br />
<h5>1. Buat Folder Khusus</h5>
<p>Buatlah satu folder khusus untuk menyimpan file-file bisnis. Anda bisa membuatnya di mana saja asal mudah diingat dan memiliki freespace yang memadai, misalnya di C:\MYBUSINESS atau D:\USAHAKU.</p>
<p>Namun demikian, saya tidak menyarankan untuk membuat folder khusus ini di mana folder Windows juga berada (biasanya C:\WINDOWS).&#160; Ini dimaksudkan untuk menghindari skenario-terburuk di mana instalasi Windows menjadi rusak dan membutuhkan format ulang. </p>
<p>Komputer saat ini umumnya membagi harddisk menjadi beberapa bagian (partisi). Sehingga anda mempunyai drive C:, D:, E:, dan seterusnya. Maka bila instalasi Windows anda berada di drive C:, maka buatlah folder khusus di drive D: atau E:.</p>
<p>&#160;</p>
<h5><strong>2. Buat Sub-Folder dalam Folder Khusus</strong></h5>
<p>Setelah anda membuat folder khusus di atas, maka buatlah lagi folder-folder di dalam folder khusus tadi berdasarkan pengelompokkannya. Misalnya folder <em>Invoice </em>untuk menyimpan file-file invoice anda. Begitupula dengan folder <em>Akuntansi,</em> untuk menyimpan file-file yang berhubungan dengan akuntansi usaha anda.</p>
<p>&#160;</p>
<p><a href="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2010/04/folder.jpg"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px" title="folder" border="0" alt="folder" src="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2010/04/folder_thumb.jpg" width="479" height="186" /></a> </p>
<p>Akan lebih baik jika anda membagi lagi folder-folder tadi berdasarkan tahun. Contoh, dalam folder <em>Invoice</em>, anda buat lagi folder berdasarkan tahunnya misalnya <em>2008, 2009, 2010. </em>Dengan demikian anda dapat dengan mudah mencari invoice sesuai tahun yang dimaksud.</p>
<p>Namun demikian, jika usaha anda masuk dalam kelompok penyedia jasa seperti konsultan, maka saya sarankan untuk membagi folder berdasarkan nama klien. </p>
<p>Contoh, folder <em>Invoice</em> dibagi berdasarkan <em>Klien A, Klien B,</em> dan <em>Klien C</em>. Baru kemudian anda buat lagi folder di Klien A berdasarkan tahun, <em>2008, 2009, 2010</em>. Begitu pula dengan folder Klien B dan C dan seterusnya.</p>
</p>
<p>&#160;</p>
<h5><strong>3. Gunakan Standar Penamaaan yang Baku</strong></h5>
<p>Buatlah penamaan baku untuk file-file bisnis anda, seperti misalnya dengan memberikan kode. Contoh, kode Invoice dengan INV, proposal dengan PROP, surat menyurat dengan SRT, dan sebagainya. Letakkan kode-kode ini pada setiap file yang anda simpan.</p>
<p>Saya ilustrasikan: </p>
<ul>
<li><em>INV-No1200-040410</em> adalah file Invoice nomor 1200 tanggal 04 April 2010. </li>
<li>SRT-PTLangitUtama-050310 adalah file Surat kepada PT. Langit Utama tertanggal 05 Maret 2010</li>
</ul>
<p>Sosialisasikan standar penamaan ini kepada para karyawan sehingga terdapat keseragaman di seluruh file yang tersimpan.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>4. Buat Template </strong></p>
<p>Template adalah cetak dasar untuk file-file yang sering anda buat. Misalnya untuk surat keluar. Dalam template surat keluar anda membuat format dasarnya dan untuk menggunakannya tinggal mengisi space-space yang sudah disediakan.</p>
<p>Misalnya seperti ini:</p>
<blockquote><p>Kepada Yth. &lt;Nama Penerima&gt;     <br />Perkenalkan nama saya &lt;Nama Karyawan&gt; dari PT. Sigma Rosa. Dalam kesempatan kali ini perkenankanlah saya untuk mengenalkan &lt;Nama Produk&gt;…</p>
</blockquote>
<p>Dengan menggunakan template, anda meminimalisir kesalahan (file-ter-overwite) yang umumnya disebabkan oleh menekan tombol save tanpa sadar. Sehingga kalaupun ada kesalahan, maka yang ter-ovewrite adalah file template, dan bukan file yang sudah ada data penting didalamnya.</p>
<p>&#160;</p>
<h5>5. Biasakan “Save As”</h5>
<p>Ada kalanya anda membuka file yang sudah terisi data yang sesuai sehingga anda tidak perlu memulainya dari awal. Nah, untuk menghindari kesalahan overwrite, maka biasakanlah menyimpan dengan “Save As” (menu <em>File-Save As</em>).</p>
<p>&#160;</p>
<h5>6. Compress File Lama</h5>
<p>Untuk menghemat space harddisk, anda bisa meng-compress file-file lama misalnya dengan membuat file zipnya. Selain bisa menghemat space, file yang di-compress bisa membuat folder terlihat lebih rapih.</p>
<p>Selain dalam format ZIP anda juga bisa membuat dalam format RAR (tergantung selera).</p>
<p>Jangan lupa untuk memberikan nama file yang sudah di-compress dengan nama yang mudah dimengerti. </p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong>7. Defragmentasi </strong></p>
<p>Seiiring berjalannya waktu, file yang tersimpan dalam harddisk akan “tercecer” (fragmented), sehingga memakan waktu lebih lama untuk diakses dan beresiko untuk menjadi rusak. </p>
<p>Defragmentasilah harddisk anda secara rutin, setidaknya seminggu sekali.</p>
<p>&#160;</p>
<h5>8.&#160; Gunakan View-Details dan Show Extension di Windows Explorer</h5>
<p>Secara default, Windows Explorer menampilkan file dalam bentuk Thumbnail. Walau setting ini terlihat bagus, namun mempunyai beberapa kelemahan seperti tidak tahu extension, tidak tahu ukuran file, dan rentan dengan virus yang menyamar.</p>
<p>Untuk itu, saya menyarankan untuk merubah setting Windows Explorer anda menjadi View-Details dan Show Extension. </p>
<ul>
<li>Buka Windows Explorer.</li>
<li>Untuk merubah View menjadi Details, klik menu <em>View – Details. </em>Maka file akan terlihat secara rinci.</li>
<li>Untuk menampilkan extension, klik menu <em>Tools &#8211; Folder Options</em>. Setelah itu klik Tab “View” dan kemudian uncheck <em>Hide Extensions for known file types.</em></li>
</ul>
<p><em><a href="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2010/04/winexplorer.jpg"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px" title="winexplorer" border="0" alt="winexplorer" src="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2010/04/winexplorer_thumb.jpg" width="393" height="479" /></a> </em></p>
<p>Setelah itu, klik tombol <em>Apply to All Folders</em>. Pilih <em>Yes</em> ketika muncul pertanyaan. </p>
<p>&#160;</p>
<h5>9. Backup Secara Rutin</h5>
<p>Salah satu hal terpenting dalam pengelolaan file adalah membackup. Backup bertujuan agar anda memiliki file cadangan yang serupa sehingga ketika terjadi kegagalan sistem komputer, file anda tetap aman.</p>
<p>Membackup dapat dilakukan dengan berbagai cara. Yang paling mudah adalah mengcopy file ke flashdisk. Sedangkan yang paling ideal menurut saya adalah mengcopy file bisnis anda ke dalam CD-ROM. </p>
<p>Selain mengcopy ke media penyimpanan seperti flashdisk atau CD-ROM, anda juga bisa mengirimkan file backup ke email account anda seperti di Gmail.&#160; </p>
<p>Saat ini Gmail menyediakan sekitar 7 gigabyte space secara gratis (dan terus bertambah). Space ini bisa anda manfaatkan sebagai sarana penyimpanan file. </p>
<p>Caranya mudah, tulis dan kirim email ke alamat Gmail anda sendiri dan upload file backup sebagai attachment (saat ini besar file maksimum yang diijinkan Gmail adalah 25 MB). Hal yang perlu diingat dengan metode ini adalah untuk selalu menjaga kerahasiaan password Gmail anda. </p>
<p>Apapun teknik backup anda, pastikan dilakukan secara rutin, setidaknya seminggu sekali.</p>
<p>&#160;</p>
<p align="center">* * *</p>
<p align="justify">Apapun jenis dan ukuran usaha anda, cepat atau lambat, pasti akan berhubungan dengan penyimpanan file. File yang tersimpan rapih dan baik akan memudahkan anda dan karyawan anda bekerja lebih efisien.</p>
<p align="justify">Demikian pula dengan file-file yang tersimpan dalam komputer. Jika dikelola dan simpan secara teratur, maka akan membuat anda menjadi lebih nyaman untuk menjalankan usaha.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/01/03/3-hal-mudah-mengelola-keuangan-usaha/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Hal Mudah Mengelola Keuangan Usaha'>3 Hal Mudah Mengelola Keuangan Usaha</a> <small>Lancarnya sebuah usaha akan banyak bergantung kepada pengelolaan keuangan yang...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/04/27/9-tips-mengelola-file-di-komputer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisakah Lelaki Hidung Belang Menjadi Setia?</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/04/26/bisakah-lelaki-hidung-belang-menjadi-setia/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/04/26/bisakah-lelaki-hidung-belang-menjadi-setia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 13:44:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Relationships]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/04/26/bisakah-lelaki-hidung-belang-menjadi-setia/</guid>
		<description><![CDATA[
Artikel ini singkat saja. 
Semalam saya secara tidak sengaja menemukan sebuah rubrik konsultasi di majalah Femina lama. Dalam rubrik itu ada seorang wanita yang minta pendapat pengasuh rubrik tentang kekasihnya yang terus-terusan selingkuh.
Walau berulangkali dimaafkan, namun sang kekasih masih saja melakukan perselingkuhan. Sepertinya sang kekasih tidak pernah merasa jera untuk terus seperti itu. 
Setelah membaca [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img border="0" alt="The effects of antibiotics - Day 83" src="http://static.flickr.com/174/422452295_a6ca841fa8_m.jpg" width="478" height="319" /></p>
<p>Artikel ini singkat saja. </p>
<p>Semalam saya secara tidak sengaja menemukan sebuah rubrik konsultasi di majalah Femina lama. Dalam rubrik itu ada seorang wanita yang minta pendapat pengasuh rubrik tentang kekasihnya yang terus-terusan selingkuh.</p>
<p>Walau berulangkali dimaafkan, namun sang kekasih masih saja melakukan perselingkuhan. Sepertinya sang kekasih tidak pernah merasa jera untuk terus seperti itu. </p>
<p>Setelah membaca rubrik ini, muncul sebuah pertanyaan di benak saya. Mungkinkah seorang lelaki hidung belang bisa berubah menjadi sebuah sosok yang setia kepada pasangannya?</p>
<p>Menurut anda bagaimana? Mungkin atau tidak mungkin?</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/04/26/bisakah-lelaki-hidung-belang-menjadi-setia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemacetan yang Sengaja Dibiarkan</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/04/10/kemacetan-yang-sengaja-dibiarkan/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/04/10/kemacetan-yang-sengaja-dibiarkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Apr 2010 14:09:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/04/10/kemacetan-yang-sengaja-dibiarkan/</guid>
		<description><![CDATA[ 

Bagi mereka yang sering melewati jalan Prof. Dr. Satrio, Jakarta-Selatan, tentunya sudah tahu betul kemacetan yang kerap terjadi di sana. Efeknya pun luar biasa, terutama pada jam-jam sibuk. 
Jika kita datang dari arah Tebet, biasanya macet sudah bisa dirasakan mulai dari jalan Casablanca. Sedangkan jika kita datang dari Tanah Abang, maka macet ini bisa [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2010/04/macet2.jpg"><img style="border-right-width: 0px; display: block; float: none; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; border-left-width: 0px; margin-right: auto" title="macet2" border="0" alt="macet2" src="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2010/04/macet2_thumb.jpg" width="483" height="330" /></a> </p>
</p>
<p>Bagi mereka yang sering melewati jalan Prof. Dr. Satrio, Jakarta-Selatan, tentunya sudah tahu betul kemacetan yang kerap terjadi di sana. Efeknya pun luar biasa, terutama pada jam-jam sibuk. </p>
<p>Jika kita datang dari arah Tebet, biasanya macet sudah bisa dirasakan mulai dari jalan Casablanca. Sedangkan jika kita datang dari Tanah Abang, maka macet ini bisa dirasakan mulai dari jalan Kyai Haji Mas Mansyur. Begitupula dengan kendaraan yang datang dari arah Sudirman, tidak jauh berbeda keadaannya.</p>
<p> <span id="more-1314"></span>
<p>Kalau kita amati bersama, kemacetan ini berasal dari tersendatnya arus lalu lintas di depan Mall Ambasador dan di depan komplek Mega Kuningan.</p>
<p><a href="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2010/04/macet3.jpg"><img style="border-right-width: 0px; display: block; float: none; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; border-left-width: 0px; margin-right: auto" title="macet3" border="0" alt="macet3" src="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2010/04/macet3_thumb.jpg" width="472" height="342" /></a> </p>
<p>Tersendatnya arus lalu lintas sebagian besar disebabkan oleh banyaknya pejalan kaki yang menyeberang dari kawasan Mega Kuningan menuju Mall Ambasador dan sebaliknya. Banyaknya para penyeberang tersebut membuat aliran kendaraan menjadi tertumpuk di titik tersebut (Titik Macet #1).</p>
<p>Selain itu, banyaknya kendaraan yang keluar dari kawasan Mega Kuningan (Titik Macet #2) juga berperan sebagai titik penghambat kedua setelah melewati Titik Macet #1 dari arah Casablanca.</p>
<p>Lebih jauh, arus kendaraan yang datang dari jalan Sudirman ataupun yang dari jalan K.H. Mas Mansyur, biasanya terhadang oleh kendaraan yang ingin masuk ke parkiran ITC Kuningan (Titik Macet #3A). Kemudian, antrian kendaraan yang ingin masuk ke jalur lobi Mall Ambasador (Titik Macet #3B) juga memperparah keadaan.</p>
<p>Tidak sampai di situ, setelah terhadang di Titik Macet #3A dan #3B, arus kendaraan juga kembali terhadang oleh Titik Macet #1. Kalau begini, lengkap sudah penderitaan!</p>
<p>Anehnya, kondisi ini sepertinya tidak pernah mendapat perhatian dari pihak-pihak yang terkait.&#160; Sejauh ini, “solusi” yang terlihat hanya dengan mengerahkan petugas penyeberangan saja. Ini jelas solusi seadanya dan berguna hanya untuk para penyeberang, dan bukan untuk para pengguna jalan. </p>
<p>Sebuah pemberitaan di <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/2010/04/09/18322941/Jembatan.Penyeberangan.Depan.Mal.Ambasador.Perlu.Sekali..." target="_blank">Kompas</a> sudah menyatakan betapa perlunya jembatan penyeberangan di daerah ini, dan menurut saya, jembatan penyeberangan tersebut merupakan <u>sebuah kebutuhan yang mendesak.</u></p>
<p>Tapi seperti biasa, Pemerintah bersikap pasif dan hanya menunggu. Berikut jawaban dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta ketika di tanya Kompas:</p>
<blockquote><p>&quot;Bikin jembatan sih kami bisa. Gampang, asal ada permintaan dari warga sekitar kalau warga resah karena enggak ada jembatan, atau dari Mal Ambasador-nya. Nanti kami survei. Kalau memang perlu, bangun&quot;</p>
</blockquote>
<p>Ayolah, <em>be reasonable</em>. Lokasi sumber kemacetan bukanlah sebuah lokasi di mana banyak warga tinggal ataupun tahu bagaimana caranya menyampaikan keberatan ke Dinas Perhubungan. Mengharapkan pihak Mall Ambasador dan Mega Kuningan sama saja bohong. Karena sangat mungkin mereka akan bersikap bahwa itu bukan tanggung jawabnya (walaupun secara etika mereka seharunya juga proaktif).</p>
<p>Dinas Perhubungan DKI Jakarta sudah sepantasnya bersikap dan berpikir cerdas, bukan dengan menjawab asal-asalan seperti itu. </p>
<p>Bayangkan saja, sebuah masalah yang sudah jelas penyebab dan efek yang ditimbulkan malah dibiarkan begitu saja hanya karena Pemerintahnya belum menerima laporan keberatan. Perlu separah apakah kemacetan di daerah tersebut agar Pemerintah DKI&#160; bisa melihat dan <u>tersadar</u> bahwa masalah ini perlu segera ditangani?</p>
<p align="center">* * *</p>
<p align="justify">Jika anda sering melewati Jl. Prof. Dr. Satrio dan merasa terganggu dengan kemacetan di depan Mall Ambasador dan Mega Kuningan, silakan bergabung dengan Facebook Group: <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=104135539628705&amp;ref=mf" target="_blank">Bangun Jembatan Penyeberangan di Depan Mega Kuningan dan Mall Ambasador</a>. Suarakan pendapat dan keinginan Anda! </p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/04/10/kemacetan-yang-sengaja-dibiarkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Sikap Tercela dalam Pelayanan</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/04/04/5-sikap-tercela-dalam-pelayanan/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/04/04/5-sikap-tercela-dalam-pelayanan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 18:04:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Promotion and Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/04/04/5-sikap-tercela-dalam-pelayanan/</guid>
		<description><![CDATA[
Layanan kepada konsumen merupakan salah satu penentu keberhasilan sebuah usaha. Sehingga tidak mengherankan jika perusahaan-perusahaan terkemuka menaruh perhatian yang&#160; besar terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada konsumennya. Mereka tahu, seorang konsumen yang terpuaskan, berpeluang menjadi seorang pelanggan yang setia dan sekaligus, menjadi duta promosi bagi perusahaan tersebut (word-of-mouth marketing).
Bagi usaha kecil dan rumahan, word-of-marketing merupakan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" border="0" alt="The Rejection" src="http://static.flickr.com/3511/3205406108_cca1519a0e.jpg" width="481" height="323" /></p>
<p>Layanan kepada konsumen merupakan salah satu penentu keberhasilan sebuah usaha. Sehingga tidak mengherankan jika perusahaan-perusahaan terkemuka menaruh perhatian yang&#160; besar terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada konsumennya. Mereka tahu, seorang konsumen yang terpuaskan, berpeluang menjadi seorang pelanggan yang setia dan sekaligus, menjadi duta promosi bagi perusahaan tersebut (word-of-mouth marketing).</p>
<p>Bagi usaha kecil dan rumahan, word-of-marketing merupakan promosi yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Karena berkembangnya sebuah usaha kecil dan rumahan, umumnya dimulai dari omongan mulut ke mulut.</p>
<p>Namun word-of-mouth-marketing bukan tanpa resiko. Word-of-mouth-marketing juga bisa menjadi sebuah bumerang bagi usaha kita. Hal ini biasanya terjadi ketika konsumen merasa kecewa dengan produk yang dibeli dan/atau disebabkan oleh buruknya pelayanan yang diterimanya. </p>
<p>Untuk menghindari resiko tersebut, maka saya mengurutkan lima sikap yang sebaiknya dihindari oleh pelaku usaha kecil dan rumahan dalam memberikan layanan kepada konsumen.</p>
<p>Apa sajakah?</p>
<p> <span id="more-1309"></span><br />
<h5></h5>
<h4><strong>1. Mengurangi Timbangan</strong></h4>
<p>Mengurangi timbangan bisa dilihat secara harfiah ataupun metafora. </p>
<p>Mengurangi timbangan secara harfiah adalah mengurangi jumlah takaran yang seharusnya konsumen terima atas barang yang telah dibayar, dan umumnya dilakukan tanpa sepengetahuan konsumen.</p>
<p>Sedangkan secara metafora, mengurangi timbangan adalah menyampaikan pernyataan-pernyataan, baik itu promosi ataupun janji-janji, yang tidak sesuai dengan kenyataannya.</p>
<p>Godaan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya umumnya menjadi motif para pelaku. Didorong oleh keserakahan, praktek bisnis seperti ini tidak lagi memperhatikan kaidah-kaidah keadilan ataupun agama. Selama bisa untung tanpa ketahuan, maka selama itu pula mereka melakukannya. </p>
<p>Bagi usaha kecil dan rumahan, “timbangan” merupakan sebuah tes kejujuran yang paling mendasar dalam menjalankan sebuah usaha. Jika kita selalu menempatkan “timbangan” yang jujur, Insha Allah, kita tidak hanya mendapatkan untung, tapi juga mendapatkan keberkahan dari-Nya.</p>
<p>&#160;</p>
<h4><strong>2. Kembalian Permen</strong></h4>
<p>Ada sejumlah bisnis yang sepertinya memandang remeh kembalian permen. Sebagai konsumen, saya sendiri pernah mengalaminya dan tentu saja merasa jengkel karenanya. Ketika ditanya mengapa kembaliannya permen, jawaban yang paling sering diberikan adalah karena sulitnya mencari uang receh.</p>
<p>Sebagai konsumen kita tentu lebih mengapresiasi kembalian dalam bentuk uang. Selain terasa tidak adil, kembalian permen juga memberikan kesan yang tidak baik terhadap bisnis yang bersangkutan. Untuk “menuntut keadilan”, saya biasanya suka meminta jumlah permen yang lebih banyak, walau tetap saja tidak seimbang. </p>
<p>Kembalian permen mungkin terlihat insignifikan, tapi bagi sebuah bisnis kecil dan rumahan, model kembalian seperti ini akan merusak image yang sedang anda bangun. Saya yakin jika anda menggunakan metode kembalian permen, maka sedikit banyak akan menumbuhkan rasa kapok kepada konsumen-konsumen anda.</p>
<p>Saya pribadi lebih memilih untuk mengorbankan sedikit profit daripada harus memberikan kembalian permen. Jika total harga menyulitkan saya untuk memberikan kembalian, maka saya lebih memilih untuk membulatkan ke bawah total harga tersebut. Misalnya dari total Rp10,800 menjadi Rp10,500 saja.</p>
<p>Dengan cara tersebut, image bisnis anda tetap terjaga dan sekaligus bisa memberi kepuasan kepada konsumen karena mendapatkan potongan harga (walau kecil-kecilan saja).</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>3. Tidak Mendidik Karyawan Cara Melayani</strong></p>
<p>Bisnis yang kita bangun dapat ternoda nama baiknya oleh prilaku karyawan kita sendiri. Saya rasa anda pernah mendengar beberapa kasus di mana calon pembeli merasa diacuhkan atau bahkan merasa dilecehkan oleh prilaku karyawan.</p>
<p>Sebagai pemilik usaha, kita mempunyai tanggung jawab moral untuk mendidik para karyawan agar mereka dapat memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.</p>
<p>Cara termudah untuk mendidik mereka adalah dengan mencontohkan sendiri bagaimana kita memberikan sebuah pelayanan kepada konsumen. Dengan begitu, karyawan dapat melihat langsung bagaimana si pemilik bisnis memandang dan memperlakukan seorang calon pembeli.</p>
<p>Jika memungkinkan, ada baiknya mengadakan pertemuan rutin bersama karyawan-karyawan anda untuk memberikan arahan dan berdiskusi tentang pelayanan kepada konsumen. Sampaikan apa yang anda harapkan dari mereka, dan diskusikanlah kendala-kendala yang dihadapi oleh para karyawan dalam melayani.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>4. Tidak Siap Dengan Pertanyaan Konsumen</strong></p>
<p>Ada kalanya konsumen menanyakan berbagai hal tentang produk kita. Mulai dari yang bersifat umum sampai dengan pertanyaan-pertanyaan yang seolah-olah menyelidik.&#160; </p>
<p>Untuk itu, kita sebaiknya mulai mencatat atau mengingat-ingat pertanyaan-pertanyaan yang sering dilontarkan oleh konsumen. Susunlah pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam sebuah daftar, dan kemudian tulislah jawabannya sesuai dengan kepentingan usaha anda.</p>
<p>Misalnya saja soal pengiriman barang adalah pertanyaan yang sering ditanya oleh konsumen. Maka, tulislah jawaban atas pertanyaan tentang pengiriman barang dengan bahasa yang baik. Setelah itu, terapkanlah jawaban tersebut setiap kali pertanyaan soal pengiriman barang muncul. Jangan lupa pula untuk mensosialisasikannya kepada karyawan anda.</p>
<p>Dengan berbuat seperti ini, bisnis anda akan lebih siap dengan pertanyaan yang diajukan konsumen. Selaim itu usaha anda akan memiliki keseragaman jawaban, baik ditingkat karyawan ataupun tingkat management, atas pertanyaan-pertanyaan yang umum dilontarkan oleh konsumen.</p>
<p>&#160;</p>
<p><strong>5. Tidak Mendengarkan Konsumen</strong></p>
<p>Kelebihan usaha kecil dan rumahan dibanding dengan usaha yang sudah besar adalah kita bisa memberikan pelayanan yang lebih personal kepada konsumen. Salah satunya adalah dengan menjadi pendengar yang baik, terutama terhadap keluhan mereka.</p>
<p>Konsumen yang mengeluh adalah konsumen yang perhatian terhadap produk kita. Walau acapkali terdengar menjengkelkan, namun konsumen tersebut berpotensi menjadi agen promosi kita jika dia merasa keluhannya didengar dan ditanggapi dengan baik.</p>
<p>Selain keluhan, konsumen juga suka bercerita tentang apa yang dialaminya. Baik yang berhubungan ataupun yang tidak berhubungan langsung dengan usaha kita. Ketika ini terjadi, maka kita harus bisa memposisikan diri sebagai “teman” curhat, yaitu dengan menjadi pendengar yang baik.</p>
<p>Berikanlah perhatian sewajarnya dan hindari kesan kita acuh terhadap mereka. Berikanlah pujian atas prestasi mereka dan berempatilah terhadap musibah yang mereka alami. Sikap-sikap seperti ini merupakan nilai plus yang dimiliki oleh usaha kecil dan rumahan, dan sulit ditemukan dalam usaha-usaha besar.</p>
<p>Dengan diperlakukan secara manusiawi, konsumen akan merasa nyaman dengan kita, dan berpeluang besar untuk menjadi pelanggan yang setia.</p>
<p align="center">* * *</p>
<p align="justify">Layanan kepada konsumen merupakan salah satu penentu keberhasilan sebuah usaha dan ini disadari oleh pelaku bisnis dan konsumen itu sendiri. </p>
<p align="justify">Bagi usaha kecil dan rumahan, layanan merupakan hal yang penting karena ini berkaitan langsung dengan pertumbuhan bisnisnya. Oleh karenanya, pelaku usaha kecil dan rumahan dituntut untuk memberikan layanan yang lebih baik dibanding para kompetitornya.</p>
<p align="justify">Dari berbagai hal yang bisa dilakukan oleh pelaku usaha kecil dan rumahan, setidaknya ada lima hal dalam pelayanan yang sebaiknya dihindari yaitu mengurangi timbangan, memberikan kembalian permen, pendidikan karyawan yang tidak memadai, tidak siap dengan pertanyaan konsumen, dan tidak menjadi pendengar yang baik kepada konsumen. </p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/04/04/5-sikap-tercela-dalam-pelayanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
