
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AdityaFajar.com &#187; Money Matters</title>
	<atom:link href="http://adityafajar.com/category/money-matters/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adityafajar.com</link>
	<description>CONVERSATIONS ABOUT SMALL BUSINESS AND RELATIONSHIP</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jun 2010 18:51:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>3 Cara Mudah Mempertahankan Profit</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/02/10/3-cara-mudah-mempertahankan-profit/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/02/10/3-cara-mudah-mempertahankan-profit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 02:29:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Money Matters]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/02/10/3-cara-mudah-mempertahankan-profit/</guid>
		<description><![CDATA[
Ada kalanya produk yang kita jual terlihat tidak begitu menguntungkan. Kalau sudah begini maka mau-tidak-mau, kita harus putar otak agar profit yang didapat bisa dipertahankan, atau malah ditingkatkan.
Untuk mempertahankan profit bisa dengan berbagai cara, dan setidaknya ada tiga cara mudah yang bisa anda lakukan untuk mempertahankan keuntungan usaha.
 
1. Subsidi Silang
Subsidi silang dimaksudkan dengan memberikan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/02/10/13-cara-murah-meriah-dan-mudah-belajar-bahasa-inggris/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 13 Cara Murah, Meriah, dan Mudah Belajar Bahasa Inggris'>13 Cara Murah, Meriah, dan Mudah Belajar Bahasa Inggris</a> <small>&#160; Bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Namun tidak sedikit...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" border="0" alt="Retro Canon calculator 02" src="http://static.flickr.com/206/508223919_14ef1664a8.jpg" width="483" height="363" /></p>
<p>Ada kalanya produk yang kita jual terlihat tidak begitu menguntungkan. Kalau sudah begini maka mau-tidak-mau, kita harus putar otak agar profit yang didapat bisa dipertahankan, atau malah ditingkatkan.</p>
<p>Untuk mempertahankan profit bisa dengan berbagai cara, dan setidaknya ada tiga cara mudah yang bisa anda lakukan untuk mempertahankan keuntungan usaha.</p>
<p> <span id="more-1291"></span><br />
<h4><strong>1. Subsidi Silang</strong></h4>
<p>Subsidi silang dimaksudkan dengan memberikan <em>“bantuan”</em> profit dari produk yang lebih menguntungkan ke produk yang kurang menguntungkan. Misalnya begini:</p>
<ul>
<li>Produk tas modalnya Rp100 ribu dan ternyata hanya bisa dijual Rp140 ribu. Padahal kita menginginkan agar tas ini terjual Rp. 150 ribu. Ada selisih Rp10 ribu yang tidak tercapai. </li>
<li>Produk dompet modalnya Rp50 ribu, dan rencananya kita jual Rp60 ribu. Karena produk ini kualitasnya bagus, maka kalau dijual lebih tinggipun tidak apa-apa. Maka untuk menutupi kekurangan di tas, kita jual dompet ini seharga Rp70 ribu. </li>
<li>Dengan demikian dompet tetap untung Rp10 ribu (sesuai rencana) dan kekurangan Rp10 ribu pada tas juga tertutupi. </li>
</ul>
<p>Sebagai tambahan, ada baiknya juga kita memvariasikan produk-produk untuk subsidi silang profit. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar harga jual produk tetap kompetitif. </p>
<p>Kalau menggunakan contoh di atas, jangan dompet terus yang mensubsidi tas, tapi ada kalanya tas yang mensubsidi dompet. Atau kombinasi profit antara ikat pinggang dan sepatu untuk subsidi tas, dan seterusnya.</p>
<p>&#160;</p>
<h4><strong>2. Menjual Secara Paket</strong></h4>
<p>Tidak jarang sebuah produk terlihat kurang peminatnya ketika dijual sebagai produk terpisah. Namun ketika kita menggabungkannya dengan produk lain, calon pembeli melihatnya sebagai penawaran yang tidak boleh dilewatkan.</p>
<p>Menggabungkan dua produk dalam satu paket bisa menjadi teknik dagang yang cukup sukses. Teknik ini banyak digunakan oleh para produsen produk-produk rumah tangga seperti sabun cuci, shampo, pembersih lantai, dan sebagainya. Contoh aplikasinya adalah beli pembersih lantai berhadiah detergen mungil. </p>
<p>Kita pun bisa menggunakan teknik yang sama untuk menarik perhatian calon pembeli. Katakan saja kita menjual perlengkapan sekolah. Calon pembeli mungkin melihat buku tulis yang kita jual satuan harganya sama saja dengan toko-toko lainnya. Begitu pula dengan alat tulisnya.</p>
<p>Namun jika kita menawarkan buku tulis berhadiah alat tulis (atau dapat diskon untuk pembelian alat tulis), calon pembeli melihatnya sebagai penawaran yang cukup bagus. Paling tidak ini bisa menarik perhatian mereka untuk mencari tahu lebih jauh. </p>
<p>Namun demikian, ada kekurangan yang dimiliki sistem paket, yaitu potensi profit yang relatif lebih rendah dibandingkan jika produk dijual terpisah. </p>
<p>Misalnya, kita bisa mendapatkan profit Rp1,000 dan Rp500 dari setiap buku dan pensil yang kita jual satuan. Namun dalam sistem paket, kita mungkin hanya mendapatkan total profit Rp1,300 per paketnya. </p>
<p>Hal tersebut umumnya disebabkan oleh harga jual paket yang lebih rendah dibandingkan dengan&#160; penggabungan harga satuan. Namun ini wajar, karena kalau tidak begitu, konsumen sama saja membeli barang yang dimaksud secara terpisah.</p>
<p>&#160;</p>
<h4><strong>3. Point Reward</strong></h4>
<p>Point reward adalah salah satu cara produsen menarik konsumen untuk terus berbelanja. Sistem point reward memberi kesempatan pada konsumen untuk “<em>menabung”</em> poin yang nantinya bisa digunakan untuk mendapatkan berbagai hadiah atau diskon.</p>
<p>Bagi usaha kecil dan rumahan, sistem point reward bisa diterapkan sebagai nilai tambah yang cukup menarik. Bentuk hadiah atau diskon yang nantinya diberikan tentunya disesuaikan dengan kemampuan kita.</p>
<p>Saya pribadi menyukai sistem point reward berjenjang. Misalnya sudah mengumpulkan poin 10 dapat di tukar dengan hadiah X, poin 20 dapat Y, poin 30 diskon Z% dan seterusnya.</p>
<p>Sistem poin reward bisa dimulai dengan kupon sederhana. Pada pembelian pertama konsumen diberi kupon yang sudah diberi cap, dan untuk pembelian berikutnya konsumen berhak mendapatkan cap lagi. Untuk mengatur jumlah cap, kita bisa menerapkan ketentuan minimum pembelian.</p>
<p>Keuntungan sistem point reward adalah kita bisa mengakumulasikan profit untuk diputar kembali sebagai modal secara lebih cepat ketimbang penjualan biasa. Selain itu kita juga bisa memanfaatkan sistem point reward untuk mempromosikan produk yang kurang diminati.</p>
<p>&#160;</p>
<p align="center">* * *</p>
<p align="justify">Demikian tiga cara mudah, dan hampir tanpa biaya, yang anda bisa terapkan untuk mempertahankan profit usaha. Dengan perubahan sederhana dalam pemasaran, anda sudah sudah bisa menghadirkan berbagai penawaran yang terlalu bagus untuk dilewatkan <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p align="justify">Salam sukes! <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/02/10/13-cara-murah-meriah-dan-mudah-belajar-bahasa-inggris/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 13 Cara Murah, Meriah, dan Mudah Belajar Bahasa Inggris'>13 Cara Murah, Meriah, dan Mudah Belajar Bahasa Inggris</a> <small>&#160; Bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Namun tidak sedikit...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/02/10/3-cara-mudah-mempertahankan-profit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>What Kind of Retirement You Want?</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/01/09/what-kind-of-retirement-you-want/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/01/09/what-kind-of-retirement-you-want/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 05:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Money Matters]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/01/09/what-kind-of-retirement-you-want/</guid>
		<description><![CDATA[
About a month ago, I was having a conversation with a retired employee and we talked about many aspects of life including money matters. He stated that as a retiree, he must carefully manage his savings because he doesn’t have any other source of income. In fact, he has a plan to sell his house [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/01/11/if-youre-a-caucasian-guy-and-decide-to-date-an-indonesian-woman/' rel='bookmark' title='Permanent Link: If You&#8217;re a Caucasian Guy and Decide to Date an Indonesian Woman'>If You&#8217;re a Caucasian Guy and Decide to Date an Indonesian Woman</a> <small> I came across an article by Ecky about how...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img border="0" alt="D300 231" align="middle" src="http://static.flickr.com/4061/4258717272_137fd4a898.jpg" width="476" height="316" /></p>
<p>About a month ago, I was having a conversation with a retired employee and we talked about many aspects of life including money matters. He stated that as a retiree, he must carefully manage his savings because he doesn’t have any other source of income. In fact, he has a plan to sell his house because according to him, his savings are not enough to support him and his wife for years ahead. </p>
<p>Furthermore, he also mentioned that his wife is also planning to sell her properties and use the money as her life saving in case her husband departed from this world. Although it may sound inconvenience to hear, but what he said is very realistic.&#160; </p>
<p> <span id="more-1230"></span>
<p>Everybody is aging and dies. It is a fact of life and there’s nothing we can do except to prepare our best. Speaking about preparation for the old age, what the retiree said, made me think about my own life. I would eventually reach an old age and my own retirement, and for that, I have to prepare. Especially in relation to money.</p>
<p>How we prepare our money for old-age and retirement, in my opinion, is a matter of choice. Some of us work as an employee, and&#160; little by little, we accumulate wealth to be enjoyed when retirement comes. But there also people who choose entrepreneurship as a way of accumulating wealth in preparation for retirement and old-age.</p>
<p>The difference between the two, in theory, is pretty obvious. A retired employee will have to survive using his savings, and without any other source of income, his savings will eventually gone. I consider him “lucky” if his savings are enough to support him until he passes away. What happens then if it’s not?</p>
<p>In the case of an entrepreneur, money in old age seems more promising because he would have savings and continuous source of incomes at the same time. These incomes, of course, are coming from the businesses he has established. For that, he will have better luck than a retired employee, because a retired entrepreneur would always have sufficient money to support him until he eventually dies.</p>
<p>I’m not dismissing the role of children. Of course, as children we are obligated to take take our parents, and it is only fair, for us to expect the same to our children.&#160; However, I believe many parents don’t want become a burden to their children. And for this reason, saving with no other source of income and saving with continuous source of income make the difference.</p>
<p>What I’m trying to say here is that, having your own business could lead the way to better financial security than a life-time employment ever could. Regardless of how good your job position is, once you are retired, your saving is the only source of income you have, and it will eventually gone. While as a businessman, you can have, practically, unlimited number of income and continue to gain wealth as long as your business is in operation.</p>
<p>So, it is perhaps a good idea to start rethink about your retirement and old age. If you already have your own business, good for you. But if you choose to stay employed, you might want to consider a side-business that you can run in your spare time in anticipation of your retirement and old age.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/01/11/if-youre-a-caucasian-guy-and-decide-to-date-an-indonesian-woman/' rel='bookmark' title='Permanent Link: If You&#8217;re a Caucasian Guy and Decide to Date an Indonesian Woman'>If You&#8217;re a Caucasian Guy and Decide to Date an Indonesian Woman</a> <small> I came across an article by Ecky about how...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/01/09/what-kind-of-retirement-you-want/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Hal Mudah Mengelola Keuangan Usaha</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/01/03/3-hal-mudah-mengelola-keuangan-usaha/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/01/03/3-hal-mudah-mengelola-keuangan-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 21:51:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Management]]></category>
		<category><![CDATA[Money Matters]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/01/03/3-hal-mudah-mengelola-keuangan-usaha/</guid>
		<description><![CDATA[Lancarnya sebuah usaha akan banyak bergantung kepada pengelolaan keuangan yang baik. Namun sayangnya, banyak usaha kecil yang menerapkan pengelolaan keuangan seadanya. Jika hal ini dibiarkan berlanjut, maka dapat menyulitkan sang pemilik usaha untuk menilai kesehatan dan perkembangan usahanya.
Pengelolaan keuangan yang baik bukan berarti harus terlihat canggih ataupun menjadi mahal. Pengelolaan keuangan yang baik dapat dimulai [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/04/27/9-tips-mengelola-file-di-komputer/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 9 Tips Mengelola File di Komputer'>9 Tips Mengelola File di Komputer</a> <small> Apapun jenis dan ukuran usaha anda, cepat atau lambat,...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Things - calculator" href="http://www.flickr.com/photos/21723197@N03/4227107090/"><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" border="0" alt="Things - calculator" src="http://static.flickr.com/2619/4227107090_fd4a32eeb8_m.jpg" width="472" height="295" /></a>Lancarnya sebuah usaha akan banyak bergantung kepada pengelolaan keuangan yang baik. Namun sayangnya, banyak usaha kecil yang menerapkan pengelolaan keuangan seadanya. Jika hal ini dibiarkan berlanjut, maka dapat menyulitkan sang pemilik usaha untuk menilai kesehatan dan perkembangan usahanya.</p>
<p>Pengelolaan keuangan yang baik bukan berarti harus terlihat canggih ataupun menjadi mahal. Pengelolaan keuangan yang baik dapat dimulai dari tiga langkah sederhana, dan saya yakin, ini dapat dilakukan oleh seluruh pemilik usaha kecil ataupun rumahan.</p>
<p> <span id="more-1221"></span><br />
<h4></h4>
<h4>1. Pisahkan Antara Keuangan Bisnis dan Keuangan Pribadi</h4>
<p>Ketika kita memutuskan untuk terjun dalam dunia wirausaha, maka langkah finansial pertama yang ditempuh adalah memisahkan antara keuangan bisnis dan keuangan pribadi.&#160; </p>
<p>Jika kita menggabungkan antara keuangan bisnis dan keuangan pribadi, maka hampir dapat dipastikan pemilik usaha akan menemui kesulitan ketika bisnisnya mulai berkembang. Hal ini dikarenakan oleh aliran dana (cashflow) yang tumpang tindih antara kepentingan bisnis dan kepentingan pribadi. </p>
<p>Pemisahan akun bisnis dan akun pribadi bertujuan untuk mencegah kesimpang-siuran tersebut. Selain itu, pemisahan akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi finansial bisnis kita.</p>
<p>Untuk implementasinya, pemilik usaha bisa memulai dengan membuka akun tabungan yang berbeda. Tidak mengapa jika akun-akun tersebut masih atas nama pribadi. Yang penting keduanya terpisah. Satu untuk cashflow bisnis, dan yang satunya lagi untuk cashflow keuangan pribadi.</p>
<p>Jika membuka tabungan di bank belum memungkinkan, maka bisa juga dengan memisahkan keuangan bisnis dan keuangan pribadi dalam dompet/amplop yang berbeda. Untuk urusan bisnis, maka seluruh aliran dana disimpan/diambil dari dompet bisnis, dan untuk urusan pribadi, aliran dananya disimpan/diambil dari dompet khusus urusan pribadi.</p>
<p>&#160;</p>
<h4>2. Catat Setiap Transaksi Keuangan</h4>
<p>Hal penting yang acapkali terabaikan adalah pencatatan transaksi keuangan bisnis. Saya akui bahwa mencatat setiap transaksi keuangan bisa menjadi hal yang membosankan. Namun ingat, kita tidak bisa mendapat gambaran yang jelas tentang kondisi finansial bisnis tanpa catatan-catatan tersebut.</p>
<p>Mencatat transaksi bisnis bisa dilakukan dengan hal yang sederhana saja. Saya pernah menulis artikel tentang hal ini di <a href="http://adityafajar.com/2009/05/21/597/" target="_blank">Cara Mudah Pembukuan Bagi Usaha Kecil</a>.</p>
<p>&#160;</p>
<h4>3. Susun Anggaran (Budgeting)</h4>
<p>Penyusunan anggaran menjadi hal penting dalam setiap bisnis karena membantu pemilik usaha untuk mengalokasikan dana sesuai kebutuhannya. Dengan budgeting, kita jadi punya panduan akan hal-hal mana sajakah yang perlu diprioritaskan keuangannya, termasuk batasan-batasan belanjanya. </p>
<p>Contoh, berdasarkan catatan keuangan yang lalu, ternyata bisnis kita kurang promosinya. Maka untuk itu, kita mengalokasikan dana sebesar 2 juta rupiah untuk promosi. Alokasi dana tersebut merupakan batasan yang boleh kita gunakan untuk keperluan promosi dalam jangka waktu tertentu (misalnya untuk 3 bulan). Kalau ternyata bisa kurang dari jumlah tersebut, maka kita sudah melakukan penghematan (jangka waktu sama tapi biaya lebih rendah).</p>
<p>Untuk pelaksanaannya, budgeting bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya budgeting untuk satu bulan ke depan, tiga bulan ke depan, ataupun satu tahun ke depan. Namun umumnya budgeting disusun untuk satu tahun ke depan.</p>
<p>Budgeting pada dasarnya adalah rencana belanja/pengeluaran yang dialokasikan menurut pos-pos pengeluaran. Misalnya budget untuk belanja bahan baku, budget untuk promosi, budget untuk gaji karyawan, dan sebagainya. Dengan demikian, ada baiknya jika kita memulai membuat daftar jenis-jenis pengeluaran bisnis. Ini bisa dilakukan dengan tulis tangan, ataupun menggunakan spreadsheet seperti Microsoft Excel. </p>
<p align="center">* * *</p>
<p align="justify">Lancarnya sebuah usaha akan banyak bergantung kepada pengelolaan keuangan yang baik karena hal tersebut memungkinkan kita untuk mengetahui secara lebih jelas kondisi keuangan bisnis kita. Pemisahan akun, pencatatan transaksi keuangan, dan penyusunan anggaran adalah tiga langkah awal yang bisa diterapkan oleh pemilik usaha kecil ataupun rumahan menuju pengelolaan keuangan bisnis yang lebih baik.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/04/27/9-tips-mengelola-file-di-komputer/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 9 Tips Mengelola File di Komputer'>9 Tips Mengelola File di Komputer</a> <small> Apapun jenis dan ukuran usaha anda, cepat atau lambat,...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/01/03/3-hal-mudah-mengelola-keuangan-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mudah Pembukuan Bagi Usaha Kecil</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/05/21/597/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2009/05/21/597/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 02:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Money Matters]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/04/16/597/</guid>
		<description><![CDATA[
Pembukuan merupakan hal mendasar yang terkadang kurang mendapatkan perhatian dari pelaku usaha baru. Padahal pembukuan merupakan sumber informasi utama dalam menilai kinerja dan kesehatan sebuah usaha.
Alasan klasik yang biasa disampaikan adalah keengganan, merasa rumit, dan tidak punya waktu untuk mencatat. Terlebih lagi jika dihadapkan dengan istilah-istilah akuntansi yang sedikit “jelimet”. Akhirnya mereka lebih memilih untuk [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/01/03/3-hal-mudah-mengelola-keuangan-usaha/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Hal Mudah Mengelola Keuangan Usaha'>3 Hal Mudah Mengelola Keuangan Usaha</a> <small>Lancarnya sebuah usaha akan banyak bergantung kepada pengelolaan keuangan yang...</small></li>
<li><a href='http://adityafajar.com/2010/02/03/4-software-esensial-untuk-usaha-rumahan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 4 Software Esensial Untuk Usaha Rumahan'>4 Software Esensial Untuk Usaha Rumahan</a> <small> Rasanya tidak mungkin bagi sebuah usaha untuk beroperasi tanpa...</small></li>
<li><a href='http://adityafajar.com/2010/02/10/3-cara-mudah-mempertahankan-profit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Cara Mudah Mempertahankan Profit'>3 Cara Mudah Mempertahankan Profit</a> <small> Ada kalanya produk yang kita jual terlihat tidak begitu...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin: 10px auto 0px; display: block; float: none" border="0" alt="SHARP EL-2135 Twin Power Calculator - Soft Box" src="http://farm4.static.flickr.com/3651/3403676421_e8357b1a73_m.jpg" width="474" height="318" /></p>
<p>Pembukuan merupakan hal mendasar yang terkadang kurang mendapatkan perhatian dari pelaku usaha baru. Padahal pembukuan merupakan sumber informasi utama dalam menilai kinerja dan kesehatan sebuah usaha.</p>
<p>Alasan klasik yang biasa disampaikan adalah keengganan, merasa rumit, dan tidak punya waktu untuk mencatat. Terlebih lagi jika dihadapkan dengan istilah-istilah akuntansi yang sedikit “<em>jelimet”.</em> Akhirnya mereka lebih memilih untuk tidak menerapkan sistem akuntansi.</p>
<p> <span id="more-597"></span>
<p>Setiap pengusaha tentu menginginkan usahanya untuk terus maju dan berkembang. Untuk bisa seperti itu, kita harus mau mendisiplikan diri untuk mencatat seluruh transaksi bisnis. Dengan begitu,&#160; <em>cash-flow</em> menjadi lebih tertata dan akan memudahkan kita dalam mengelola keuangan bisnis.</p>
<p>Saya akui, istilah-istilah akuntansi bisa terlihat membingungkan sekaligus menakutkan. Namun untungnya bagi pelaku usaha baru, kita cukup mengetahui dasar-dasar akuntansi saja. Nanti, seiring dengan perkembangan usaha, pengetahuan kita tentang istilah-istilah akuntansi akan bertambah dengan sendirinya (dengan catatan bahwa kita mau terus belajar).</p>
<p>Nah, dari mana memulainya? Cukup mudah ternyata.</p>
</p>
<p> Dari pengalaman saya merintis <a href="http://rmhyogurt.multiply.com">usaha yogurt</a>, kita bisa memulai sebuah pembukuan sederhana dengan modal hanya Rp. 25,000. Jumlah itu saya gunakan untuk membeli buku kas sederhana beserta alat tulisnya, dan sebuah kalkulator kecil. Seluruh perlengkapan pembukuan tadi, bisa didapatkan di toko-toko buku terdekat.
</p>
<p>Buku kas memiliki lima kolom utama yaitu: Tanggal, Item/Keterangan, Debit,&#160; Kredit, dan Saldo.</p>
<p align="justify">Kolom-kolom di atas sudah cukup jelas peruntukkannya. Hal yang biasanya membingungkan adalah istilah Debit dan Kredit. Tapi ini bukan masalah besar. Kita bisa menggantinya dengan Pemasukkan dan Pengeluaran. Sedangkan Saldo adalah hasil dari Pemasukkan dikurangi Pengeluaran.</p>
<p align="left">Saya menyarankan untuk mempunyai satu buku kas untuk setiap bulannya (bisa lebih jika diperlukan). Di akhir bulan, saldo terakhir di bulan tersebut digunakan sebagai saldo pembuka di bulan berikutnya. Contoh, untuk bulan Mei 2009 saldo terakhir tercatat Rp. 1,500,000. Jumlah ini dimasukkan sebagai saldo awal di bulan Juni 2009.</p>
<p>Jika kita menginginkan pembukuan kas yang lebih mutakhir, kita bisa menggunakan spreadsheet. Umumnya orang menggunakan Microsoft Excel. Penggunaan Excel cukup mudah, dan kita bisa memanfaatkan fitur-fitur grafiknya untuk analisa kesehatan usaha.</p>
<p>Software lainnya yang bisa dimanfaatkan adalah <a href="http://www.nchsoftware.com/accounting/index.html">Express Accounts</a> dari NCH Software. Software ini bisa digunakan untuk mencatat transaksi kas untuk pembayaran dan pembelian. Selain itu software ini juga memasukkan laporan Laba Rugi dan Neraca sebagai fitur standardnya.</p>
<p><img style="margin: 0px auto; display: block; float: none" alt="" src="http://i.i.com.com/cnwk.1d/i/tim/2009/04/29/449ee9e406f0a0f8bea3371e51f1c9f8519_1accounts_main_362x272.gif" width="425" height="319" /></p>
<p>NCH Software juga membuat pasangan dari Express Accounts, yaitu <a href="http://www.nchsoftware.com/invoice/index.html" target="_blank">Express Invoice</a> untuk membuat lembaran tagihan.</p>
<p>Bagi saya, Express Accounts cukup ideal sebagai titik awal sebelum menerapkan sistem akuntansi yang lebih lengkap.</p>
<p>Oh ya, Express Accounts bisa didapatkan secara gratis! Tidak ada salahnya jika anda mendownloadnya sekarang.</p>
<p>Mencatat dengan buku kas adalah langkah awal menuju sistem pembukuan yang lebih baik. Seiring dengan perkembangan usaha, kita akan dituntut untuk mencatat setiap transaksi bisnis dengan baik. </p>
<p>Untungnya bagi pelaku usaha baru, pembukuan dapat dilakukan dengan modal minimal dan cukup mudah dilakukan. Buku kas harian, baik yang manual maupun elektronik, akan sangat membantu pemilik usaha untuk menata <em>cash flow</em> dan juga memudahkan dalam menganalisa kinerja usaha selama ini.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/01/03/3-hal-mudah-mengelola-keuangan-usaha/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Hal Mudah Mengelola Keuangan Usaha'>3 Hal Mudah Mengelola Keuangan Usaha</a> <small>Lancarnya sebuah usaha akan banyak bergantung kepada pengelolaan keuangan yang...</small></li>
<li><a href='http://adityafajar.com/2010/02/03/4-software-esensial-untuk-usaha-rumahan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 4 Software Esensial Untuk Usaha Rumahan'>4 Software Esensial Untuk Usaha Rumahan</a> <small> Rasanya tidak mungkin bagi sebuah usaha untuk beroperasi tanpa...</small></li>
<li><a href='http://adityafajar.com/2010/02/10/3-cara-mudah-mempertahankan-profit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Cara Mudah Mempertahankan Profit'>3 Cara Mudah Mempertahankan Profit</a> <small> Ada kalanya produk yang kita jual terlihat tidak begitu...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2009/05/21/597/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
