
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AdityaFajar.com &#187; Me and Family</title>
	<atom:link href="http://adityafajar.com/category/me-and-family/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adityafajar.com</link>
	<description>CONVERSATIONS ABOUT SMALL BUSINESS AND RELATIONSHIP</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jun 2010 18:51:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Pregnancy and I</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/01/09/pregnancy-and-i/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/01/09/pregnancy-and-i/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 18:14:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Me and Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/01/09/pregnancy-and-i/</guid>
		<description><![CDATA[My wife is two months and one week pregnant. Her pregnancy came as a surprise for both of us, since we weren’t expecting a baby. Nonetheless, the news is a blessing , although at first, it’s kind of hard to digest. 
As a father to be, I have to prepare for the baby’s arrival. It’s [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>My wife is two months and one week pregnant. Her pregnancy came as a surprise for both of us, since we weren’t expecting a baby. Nonetheless, the news is a blessing , although at first, it’s kind of hard to digest. </p>
<p>As a father to be, I have to prepare for the baby’s arrival. It’s a completely new experience for me in all aspects. Mentally, physically, and economically. </p>
<p>As I continue learning about pregnancy, I have to admit that this process is an exciting-but-also-scary-and-confusing process. </p>
<p>It is exciting when I see cute babies and the joy they bring to the world. I can’t believe that I would also experiencing that joy in the coming months.&#160; It becomes scary when I think how inexperience I am in this matter, and for that, it makes me confuse as well. One thing is sure though, my love toward the baby is growing.&#160; And this helps me to stay afloat for things ahead. </p>
<p> <span id="more-1228"></span>
<p>Despite of advances in technology, pregnancy is still shrouded in myths. In Indonesia for example, there are signs, which are believed to give clues about the sex of the baby, even at the early stage of the pregnancy. </p>
<p>For example, if the mother is showing little interest to beautify herself, like putting makeup, taking a shower, wearing nice dress, etc., then the baby is predicted to be a boy. However, if the mother is becoming more aware toward here appearance, then the baby would be a girl.</p>
<p>Although those signs might not be true and can’t be justified, yet, from several mothers that I’ve asked about this (including my mom), they tend to agree with such signs. So I guess, the signs have some truth after all.</p>
<p>In the case of my wife, as her pregnancy advances, she’s showing the signs, which suggest the baby is going to be a boy. </p>
<p>Frankly, I&#8217;m quite excited if my first child is a boy. I just hope he would grow healthy and perfectly in the womb. I pray to God that his delivery will be a safe one for both the mother and the baby.</p>
<p>Speaking about a baby boy, one thing comes to my mind, toys. I was wondering what kind of toys that I should get for my baby. Personally, I like fluffy toys, they are soft and very nice to cuddle.</p>
<p>I suppose it&#8217;s okay to get fluffy toys for infants. As they grow, the toys will be adjusted accordingly. As for now, fluffy toys should do just fine. </p>
<p>Another thing about fluffy toys is that they are relatively safe for the baby. Especially for their skin. I think fluffy toys would never irritate, moreover, hurt baby skin. </p>
<p>Anyway, I know this post doesn’t really relate to other articles in my blog, but it helps me to find peace with myself in regard to pregnancy and becoming a father. I hope you understand. <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#45;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#41;' /></p>
<p>Thank you for reading! <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#45;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#41;' /></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/01/09/pregnancy-and-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis Kembali</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/10/01/menulis-kembali/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2009/10/01/menulis-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 08:47:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Me and Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/10/01/menulis-kembali/</guid>
		<description><![CDATA[Hmm… rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis di sini. Harus saya akui godaan Facebook begitu besar sehingga saya terpengaruh untuk mengupdate kecil-kecilan saja. Tetapi pada akhirnya semua itu kembali lagi di titik keseimbangannya. Facebook lama-kelamaan mulai memudar daya tariknya dan saya menyadari bahwa apa yang Facebook tawarkan tidak bisa menggantikan nilai yang dimiliki dan [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm… rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis di sini. Harus saya akui godaan Facebook begitu besar sehingga saya terpengaruh untuk mengupdate kecil-kecilan saja. Tetapi pada akhirnya semua itu kembali lagi di titik keseimbangannya. Facebook lama-kelamaan mulai memudar daya tariknya dan saya menyadari bahwa apa yang Facebook tawarkan tidak bisa menggantikan nilai yang dimiliki dan ditawarkan oleh blogging.</p>
<p>Oleh karenanya, saya memutuskan untuk kembali lagi menulis blog yang sudah sekian lama terbengkalai. Sebelumnya saya mohon maaf kepada pembaca yang mungkin sudah mengunjungi blog ini namun tidak pernah mendapatkan posting-posting terbaru. Kali ini saya akan mencoba untuk lebih konsisten dan lebih komit kepada pembaca sekalian.</p>
<p>Tulisan saya tentunya masih seputar Small Business and Relationships. Beberapa hari belakangan ini saya sudah menemukan topik-topik menarik untuk ditulis. Insha Allah dalam waktu beberapa hari ke depan sudah bisa dipublikasi.</p>
<p>Ok then, sampai bertemu di posting berikutnya! <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2009/10/01/menulis-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Konsep Berumah Tangga</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/05/24/sebuah-konsep-berumah-tangga/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2009/05/24/sebuah-konsep-berumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 14:03:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Me and Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/05/24/sebuah-konsep-berumah-tangga/</guid>
		<description><![CDATA[
Setiap orang mempunyai konsep yang berbeda tentang peran suami dan isteri. Dari berbagai konsep yang ada, yang paling umum kita temui adalah suami bekerja dan isteri tinggal di rumah. Sedangkan konsep suami dan isteri bekerja juga semakin populer di masyarakat. Selain itu ada juga yang menyukai konsep suami bekerja di kantor dan isteri bekerja dari [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2008/12/tarie-4.jpg"><img style="display: inline; margin: 0px 0px 0px 10px" height="207" alt="tarie-4" src="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2008/12/tarie-4-thumb.jpg" width="223" align="right" border="0" /></a></p>
<p>Setiap orang mempunyai konsep yang berbeda tentang peran suami dan isteri. Dari berbagai konsep yang ada, yang paling umum kita temui adalah suami bekerja dan isteri tinggal di rumah. Sedangkan konsep suami dan isteri bekerja juga semakin populer di masyarakat. Selain itu ada juga yang menyukai konsep suami bekerja di kantor dan isteri bekerja dari rumah. Dan yang paling jarang saya temui adalah konsep suami di rumah dan isteri bekerja.</p>
<p>Pemilihan sebuah konsep rumah tangga akan dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan, keyakinan, cara pandang, dan pengalaman hidup masing-masing individu. Walau mungkin kita berbeda pandangan tentang konsep mana yang terbaik, namun pada akhirnya hal tersebut kembali kepada kesepakatan antara suami dan isteri. </p>
<p> <span id="more-1150"></span><br />
<h4>Konsep Rumah Tangga yang Saya Pilih</h4>
<h3></h3>
<h4></h4>
<p>Bicara mengenai kesepakatan, saya pribadi memilih konsep suami bekerja dan isteri bekerja. Kata bekerja dalam konteks ini meliputi bekerja di kantor dan atau punya usaha sendiri. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan untuk menerapkan konsep di mana saya dan isteri melakukan usaha bersama-sama.</p>
<p>Alasan saya memilih konsep rumah tangga seperti ini didasari oleh pemikiran dan analisa saya yang menyimpulkan bahwa setiap individu mempunyai potensi untuk berkembang. Oleh karenanya, membiarkan isteri di rumah saja dan melakukan pekerjaan rumah tanga menurut saya malah membatasi potensi dia untuk maju. </p>
<p>Saya percaya, setiap isteri mempunyai sesuatu untuk dikembangkan (potensi) dan itu sebaiknya disalurkan sesuai fitrah dan kemampuan dirinya dan tidak boleh bertentangan dengan kaidah-kaidah agama. Nah, dalam pandangan saya, konsep ini cocok untuk kami karena saya tetap bisa memainkan peran sebagai pencari nafkah dan isteri saya punya aktivitas yang lebih produktif.</p>
<p>Selain itu ada nilai lebih yang ditawarkan oleh konsep ini, yaitu apabila terjadi sesuatu dengan sang suami, isteri yang terbiasa bekerja dari rumah bisa lebih tegar dan bisa terus mencari nafkah dengan tangannya sendiri. Sehingga dia dan anak-anak dapat terhindar dari belas kasihan dan asumsi-asumsi yang biasanya lekat dengan status janda.</p>
<p>Tapi mari berpikir positif saja. Isteri yang bekerja di rumah adalah isteri yang bisa produktif dan tetap memiliki kebebasan untuk mengatur waktunya. Berbeda dengan isteri yang bekerja sebagai karyawan, di mana separuh harinya akan dihabiskan untuk urusan perusahaan.</p>
<p>Dengan kebebasannya itu, dia dapat mengelola perannya sebagai ibu rumah tangga dan sekaligus sebagai seorang wirausahawan yang produktif.</p>
<p>&#160;</p>
<h4>Faktor Utama</h4>
<p><a href="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2008/12/tarie-5.jpg"><img height="141" alt="tarie-5" src="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2008/12/tarie-5-thumb.jpg" width="133" align="right" border="0" /></a></p>
<p>Faktor utama untuk menerapkan konsep di atas bukanlah uang, namun dukungan. Saya berpendapat bahwa uang akan datang dengan sendirinya seiring usaha yang dilakukan. Tapi untuk bisa seperti itu, dukungan orang terdekat merupakan gerbang pembuka bagi sang isteri. Karena sejauh yang saya tahu, seorang isteri akan terbebani dan tidak akan maksimal berusaha kalau tidak mendapat dukungan dari suami.</p>
<p>Selain dukungan suami, dukungan sosial seperti kelompok usaha ataupun komunitas mempunyai peran yang cukup besar. Misalnya saja <a href="http://komunitas.bundainbiz.com/">BundaInBiz</a> adalah salah satu contoh komunitas yang saling mendukung anggotanya untuk bisa lebih maju.</p>
<p align="center">* * *</p>
<p align="left">Konsep sebuah rumah tangga berbeda-beda dari satu individu ke individu lainnya. Keputusan untuk mengadopsi konsep tersebut biasanya dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan, keyakinan, cara pandang, dan pengalaman hidup masing-masing individu.</p>
<p align="left">Salah satu konsep rumah tangga yang cukup menarik adalah dengan memperbolehkan isteri bekerja dari rumah. Konsep ini memungkinkan suami untuk tetap menjalankan peranan sebagai pencari nafkah, namun di saat yang sama memberdayakan potensi isteri untuk menjadi lebih produktif.</p>
<p align="left">Konsep ini belum tentu cocok dengan semua orang. Oleh karenanya, kedua pasangan perlu berdiskusi untuk menentukan konsep berumah tangga yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan hidup mereka sebagai suami-isteri.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2009/05/24/sebuah-konsep-berumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mudah Memaksimalkan Nilai Uang Ketika Belanja di Hypermarket</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/05/24/cara-mudah-memaksimalkan-nilai-uang-ketika-belanja-di-hypermarket/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2009/05/24/cara-mudah-memaksimalkan-nilai-uang-ketika-belanja-di-hypermarket/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 11:25:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Me and Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/05/24/cara-mudah-memaksimalkan-nilai-uang-ketika-belanja-di-hypermarket/</guid>
		<description><![CDATA[
Belanja di hypermarket sekarang ini sudah menjadi kegiatan rutin bagi sebagian besar masyarakat perkotaan. Ketika berbelanja di sana, dua item utama yang harus ada adalah catatan belanja dan tentunya dompet. 
Selain itu, handphone juga memegang peranan penting apalagi kalau berbelanja dengan pasangan atau bersama keluarga, karena biasanya mereka akan berpencar.
Namun demikian, ada satu item lagi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/02/10/3-cara-mudah-mempertahankan-profit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Cara Mudah Mempertahankan Profit'>3 Cara Mudah Mempertahankan Profit</a> <small> Ada kalanya produk yang kita jual terlihat tidak begitu...</small></li>
<li><a href='http://adityafajar.com/2010/02/10/13-cara-murah-meriah-dan-mudah-belajar-bahasa-inggris/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 13 Cara Murah, Meriah, dan Mudah Belajar Bahasa Inggris'>13 Cara Murah, Meriah, dan Mudah Belajar Bahasa Inggris</a> <small>&#160; Bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Namun tidak sedikit...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="shopping" href="http://www.flickr.com/photos/83063000@N00/3559204078/"><img style="display: inline; margin: 0px 0px 10px 5px" height="186" alt="shopping" src="http://static.flickr.com/3647/3559204078_eaec38e516_m.jpg" width="240" align="right" border="0" /></a></p>
<p>Belanja di hypermarket sekarang ini sudah menjadi kegiatan rutin bagi sebagian besar masyarakat perkotaan. Ketika berbelanja di sana, dua item utama yang harus ada adalah catatan belanja dan tentunya dompet. </p>
<p>Selain itu, handphone juga memegang peranan penting apalagi kalau berbelanja dengan pasangan atau bersama keluarga, karena biasanya mereka akan berpencar.</p>
<p>Namun demikian, ada satu item lagi yang sebaiknya juga dibawa, yaitu kalkulator kecil. </p>
<p>Kalkulator jenis ini sangat berguna untuk mengetahui harga per satuan berat dari produk yang hendak kita beli. Dengan demikian, kita bisa mengetahui apakah produk tersebut memberikan harga yang lebih baik dibandingkan produk sejenis lainnya.</p>
<p> <span id="more-1149"></span>
<p>Untuk mengetahui harga per satuan berat cukup mudah, yaitu dengan membagi harga yang terpajang dengan berat bersih produk. </p>
<p>Dengan metode ini, saya pernah mendapati produk-produk yang berat keseluruhannya lebih besar tapi harga per satuannya lebih murah dibandingkan dengan produk sejenis yang berat keseluruhannya lebih kecil. Sehingga menurut saya, produk pertama memberikan harga yang lebih baik walau harga terpajang nampak lebih mahal.</p>
<p>Bagi pemilik usaha, metode ini saya rasakan cukup efektif terutama untuk membeli bahan baku dalam jumlah kecil. Dan hal ini dimungkinkan karena saya membawa kalkulator kecil tadi. Kita juga bisa menghitung dengan menggunaan fitur kalkulator dalam handphone, tapi menurut saya cara tersebut kurang nyaman.</p>
<p>Yang perlu diingat adalah, menghitung harga per satuan berat sebaiknya tidak dipukul rata ke semua produk. Karena dalam membeli sesuatu, tentu ada pertimbangan-pertimbangan lain seperti kualitas, rasa, dan preferensi kita terhadap merek tertentu. Namun bila ada dua atau lebih produk yang sebanding, menghitung harga per satuan berat dengan kalkulator mungil kita bolehlah dicoba <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/02/10/3-cara-mudah-mempertahankan-profit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Cara Mudah Mempertahankan Profit'>3 Cara Mudah Mempertahankan Profit</a> <small> Ada kalanya produk yang kita jual terlihat tidak begitu...</small></li>
<li><a href='http://adityafajar.com/2010/02/10/13-cara-murah-meriah-dan-mudah-belajar-bahasa-inggris/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 13 Cara Murah, Meriah, dan Mudah Belajar Bahasa Inggris'>13 Cara Murah, Meriah, dan Mudah Belajar Bahasa Inggris</a> <small>&#160; Bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Namun tidak sedikit...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2009/05/24/cara-mudah-memaksimalkan-nilai-uang-ketika-belanja-di-hypermarket/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Saya Jadi Superman</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/05/04/ketika-saya-jadi-superman/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2009/05/04/ketika-saya-jadi-superman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 10:52:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Me and Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/02/04/ketika-saya-jadi-superman/</guid>
		<description><![CDATA[ Ketika itu saya dalam perjalanan menuju Australia untuk kuliah di sana. Saya berangkat melalui bandara Timika-Papua bersama ayah saya. Sebelum mendarat di Brisbane, pesawat transit dulu di Cairns, sebuah kota di ujung negara bagian Queensland.
Perjalanan dalam pesawat relatif lancar. Semuanya sesuai dengan rencana di mana saya tiba di Cairns sekitar pukul 11 siang. Karena [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2009/02/superman-logo.jpg"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 10px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="148" alt="superman logo" src="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2009/02/superman-logo-thumb.jpg" width="204" align="left" border="0"></a> Ketika itu saya dalam perjalanan menuju Australia untuk kuliah di sana. Saya berangkat melalui bandara Timika-Papua bersama ayah saya. Sebelum mendarat di Brisbane, pesawat transit dulu di Cairns, sebuah kota di ujung negara bagian Queensland.</p>
<p>Perjalanan dalam pesawat relatif lancar. Semuanya sesuai dengan rencana di mana saya tiba di Cairns sekitar pukul 11 siang. Karena pesawat penghubung ke Brisbane masih tiga jam lagi, saya pun menunggu sambil melihat-lihat keadaan sekeliling. Waktu itu adalah perjalanan ke Australia yang pertama kali bagi saya.</p>
<p>Setelah beberapa saat, kami memutuskan untuk duduk-duduk di lounge. Saya dan ayah saya berbincang-bincang tentang situasi di Australia dan rencana kuliah saya nanti. Waktu berjalan perlahan, namun hal itu tidak bisa menghilangkan rasa gugup lantaran berada di negeri orang untuk pertama kalinya. Terlebih lagi saat itu bahasa Inggris saya masih minim sekali. </p>
<p><span id="more-569"></span>
<p>Sejam berlalu dan saya, masih menunggu. Saya dan ayah saya masih duduk di lounge airport sambil sesekali bercerita ini dan itu. Kemudian tiba-tiba saja terdengar suara pengumuman di airport, memanggil nama seseorang yang terdengar familiar. &#8220;Mr. Superman, would you please come to Qantas info desk&#8230; Mr. Superman&#8230;&#8221; </p>
<p>Tak perlu lama bagi saya dan ayah saya untuk mengenali Mr. Superman. Karena itu adalah nama keluarga saya (Suparman). Terus terang saya jadi malu sendiri karena seluruh orang yang duduk di lounge tertawa mendengar pengumuman tadi. Saya mencoba untuk tidak beranjak dari duduk saya, berhadap pengumuman tadi berhenti dengan sendirinya. <em>Oh no</em>. Ternyata pihak Qantas terus saja memanggil-manggil Mr. Superman, dan orang-orang mulai mencari-cari siapakah gerangan Mr. Superman.</p>
<p>Akhirnya dengan menahan malu, saya pergi menuju tempat yang dimaksud. Ayah saya hanya senyum-senyum saja dan tidak menghiraukan pandangan orang-orang yang menatap dengan penuh tawa. Setibanya di sana, pegawai Qantas pun cengar-cengir melihat kedatangan kami. Mereka memberitahu bahwa ada penerbangan menuju Brisbane, sehingga kami tidak perlu menunggu lebih lama. Namun karena jemputan saya di Brisbane tidak bisa dihubungi (saat itu HP belum ada), akhirnya kami terpaksa menolak. </p>
<p>Setelah itu saya dan ayah saya harus kembali lagi lounge di mana orang-orang di sana kembali cengar-cengir melihat kedatangan kami. Walau masih malu, saya berusaha cuek dan kembali menunggu pesawat penghubung yang dimaksud datang.</p>
<p>Selama di Australia, nama saya memang suka jadi bahan olokan. Ah, tapi lama-kelamaan saya jadi kebal juga, yang ada saya malah ikut tertawa dengan mereka. Malah saya bilang ke teman-teman, universitas seharusnya bangga karena ada Superman kuliah di kampus mereka&nbsp; <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2009/05/04/ketika-saya-jadi-superman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
