Archive for the ‘Me and Family’ Category

Pregnancy and I

My wife is two months and one week pregnant. Her pregnancy came as a surprise for both of us, since we weren’t expecting a baby. Nonetheless, the news is a blessing , although at first, it’s kind of hard to digest.

As a father to be, I have to prepare for the baby’s arrival. It’s a completely new experience for me in all aspects. Mentally, physically, and economically.

As I continue learning about pregnancy, I have to admit that this process is an exciting-but-also-scary-and-confusing process.

It is exciting when I see cute babies and the joy they bring to the world. I can’t believe that I would also experiencing that joy in the coming months.  It becomes scary when I think how inexperience I am in this matter, and for that, it makes me confuse as well. One thing is sure though, my love toward the baby is growing.  And this helps me to stay afloat for things ahead.

(more…)

Menulis Kembali

Hmm… rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis di sini. Harus saya akui godaan Facebook begitu besar sehingga saya terpengaruh untuk mengupdate kecil-kecilan saja. Tetapi pada akhirnya semua itu kembali lagi di titik keseimbangannya. Facebook lama-kelamaan mulai memudar daya tariknya dan saya menyadari bahwa apa yang Facebook tawarkan tidak bisa menggantikan nilai yang dimiliki dan ditawarkan oleh blogging.

Oleh karenanya, saya memutuskan untuk kembali lagi menulis blog yang sudah sekian lama terbengkalai. Sebelumnya saya mohon maaf kepada pembaca yang mungkin sudah mengunjungi blog ini namun tidak pernah mendapatkan posting-posting terbaru. Kali ini saya akan mencoba untuk lebih konsisten dan lebih komit kepada pembaca sekalian.

Tulisan saya tentunya masih seputar Small Business and Relationships. Beberapa hari belakangan ini saya sudah menemukan topik-topik menarik untuk ditulis. Insha Allah dalam waktu beberapa hari ke depan sudah bisa dipublikasi.

Ok then, sampai bertemu di posting berikutnya! :)

Sebuah Konsep Berumah Tangga

tarie-4

Setiap orang mempunyai konsep yang berbeda tentang peran suami dan isteri. Dari berbagai konsep yang ada, yang paling umum kita temui adalah suami bekerja dan isteri tinggal di rumah. Sedangkan konsep suami dan isteri bekerja juga semakin populer di masyarakat. Selain itu ada juga yang menyukai konsep suami bekerja di kantor dan isteri bekerja dari rumah. Dan yang paling jarang saya temui adalah konsep suami di rumah dan isteri bekerja.

Pemilihan sebuah konsep rumah tangga akan dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan, keyakinan, cara pandang, dan pengalaman hidup masing-masing individu. Walau mungkin kita berbeda pandangan tentang konsep mana yang terbaik, namun pada akhirnya hal tersebut kembali kepada kesepakatan antara suami dan isteri.

(more…)

Cara Mudah Memaksimalkan Nilai Uang Ketika Belanja di Hypermarket

shopping

Belanja di hypermarket sekarang ini sudah menjadi kegiatan rutin bagi sebagian besar masyarakat perkotaan. Ketika berbelanja di sana, dua item utama yang harus ada adalah catatan belanja dan tentunya dompet.

Selain itu, handphone juga memegang peranan penting apalagi kalau berbelanja dengan pasangan atau bersama keluarga, karena biasanya mereka akan berpencar.

Namun demikian, ada satu item lagi yang sebaiknya juga dibawa, yaitu kalkulator kecil.

Kalkulator jenis ini sangat berguna untuk mengetahui harga per satuan berat dari produk yang hendak kita beli. Dengan demikian, kita bisa mengetahui apakah produk tersebut memberikan harga yang lebih baik dibandingkan produk sejenis lainnya.

(more…)

Ketika Saya Jadi Superman

superman logo Ketika itu saya dalam perjalanan menuju Australia untuk kuliah di sana. Saya berangkat melalui bandara Timika-Papua bersama ayah saya. Sebelum mendarat di Brisbane, pesawat transit dulu di Cairns, sebuah kota di ujung negara bagian Queensland.

Perjalanan dalam pesawat relatif lancar. Semuanya sesuai dengan rencana di mana saya tiba di Cairns sekitar pukul 11 siang. Karena pesawat penghubung ke Brisbane masih tiga jam lagi, saya pun menunggu sambil melihat-lihat keadaan sekeliling. Waktu itu adalah perjalanan ke Australia yang pertama kali bagi saya.

Setelah beberapa saat, kami memutuskan untuk duduk-duduk di lounge. Saya dan ayah saya berbincang-bincang tentang situasi di Australia dan rencana kuliah saya nanti. Waktu berjalan perlahan, namun hal itu tidak bisa menghilangkan rasa gugup lantaran berada di negeri orang untuk pertama kalinya. Terlebih lagi saat itu bahasa Inggris saya masih minim sekali.

(more…)