
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AdityaFajar.com &#187; Ideas and Opportunities</title>
	<atom:link href="http://adityafajar.com/category/ideas-and-opportunities/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adityafajar.com</link>
	<description>CONVERSATIONS ABOUT SMALL BUSINESS AND RELATIONSHIP</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jun 2010 18:51:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Bisnis Pulsa Dengan Modal Dengkul</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/02/12/bisnis-pulsa-dengan-modal-dengkul/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/02/12/bisnis-pulsa-dengan-modal-dengkul/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 17:35:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ideas and Opportunities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/02/12/bisnis-pulsa-dengan-modal-dengkul/</guid>
		<description><![CDATA[
Bisnis pulsa sekarang ini bisa menjadi alternatif bagi siapapun yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Apalagi kalau kita lihat pertumbuhan kios-kios pulsa yang begitu menjamur. Sepertinya bisnis ini cukup menarik untuk ditelaah lebih jauh.
Terdorong dari rasa ingin tahu, saya pun mulai mencari tahu tentang bisnis pulsa. Perkenalan saya dengan bisnis pulsa dimulai dengan Duta Business School [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img border="0" alt="cell phones" src="http://static.flickr.com/41/74310252_63e4aa7f8d.jpg" width="480" height="320" /></p>
<p>Bisnis pulsa sekarang ini bisa menjadi alternatif bagi siapapun yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Apalagi kalau kita lihat pertumbuhan kios-kios pulsa yang begitu menjamur. Sepertinya bisnis ini cukup menarik untuk ditelaah lebih jauh.</p>
<p>Terdorong dari rasa ingin tahu, saya pun mulai mencari tahu tentang bisnis pulsa. Perkenalan saya dengan bisnis pulsa dimulai dengan <a href="http://www.duta4future.com/" target="_blank">Duta Business School (DBS)</a>. Dari anggotanya, saya mendapatkan info tentang beragam keunggulan DBS yang tentunya didampingi oleh peluang untuk menjadi kaya raya. Setelah itu saya juga ditawari <a href="http://flexterku.com/" target="_blank">Flexter</a>, yang sistem kerjanya mirip-mirip dengan DBS.</p>
<p> <span id="more-1295"></span>
<p>Tidak berhenti di situ, saya pun mencari berbagai info lainnya. Baik itu dari Internet, ataupun menanyakan langsung kepada rekan-rekan saya yang punya kios-kios pulsa. </p>
<p>Dari hasil penyelidikan saya, bisa diketahui bahwa bisnis pulsa membutuhkan modal sekitar Rp100-300 ribu untuk mulai. Investasi yang relatif murah bukan? </p>
<p>Tapi tunggu dulu. Kalau ditelaah lagi, jumlah segitu masih cukup mahal. Apalagi hanya sebatas membership saja. Untuk bisnis rumahan, harga ratusan ribu untuk sekedar jadi anggota bisa membuat orang pikir-pikir lagi. </p>
<p>Andaikata ada bisnis pulsa yang bisa dimulai dengan biaya kurang dari Rp100 ribu, maka bisnis pulsa macam itu patut dipertimbangkan. </p>
<p>Ternyata bisnis pulsa seperti itu ada, <a href="http://tinyurl.com/ya4pgo9" target="_blank">Pulsagram</a>.</p>
<p>Yang menarik dari Pulsagram adalah sistemnya mudah dan cukup fair menurut saya. Untuk menjadi anggota, kita tidak dikenakan biaya apapun, alias gratis. Sedangkan untuk mulai berjualan pulsa, kita tinggal membayar deposit sejumlah yang kita inginkan. Bisa Rp100,000, Rp75,000, atau bahkan Rp10,000! Nah, dari jumlah deposit inilah kita memulai bisnis jual pulsa.</p>
<p>&#160;</p>
<p><a href="http://tinyurl.com/ya4pgo9" target="target"><img style="border-right-width: 0px; display: block; float: none; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; border-left-width: 0px; margin-right: auto" title="pulsagram" border="0" alt="pulsagram" src="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2010/02/pulsagram1.jpg" width="476" height="121" /></a> </p>
<p>Bilang saja kita deposit Rp100,000. Maka 100 ribu tersebut akan dipotong setiap kali kita mentransfer pulsa ke konsumen kita. Harga yang dipotong tentunya lebih kecil dari harga yang kita jual ke konsumen (kita ambil profit dari selisih harga tersebut).</p>
<p>Selain menjual pulsa, kita juga diberi kesempatan untuk menarik orang lain menjadi anggota Pulsagram. Hanya saja, kita tidak akan mendapat komisi selama anggota baru tersebut tidak melakukan transaksi (tidak menjual pulsa). Besaran komisi pun cukup adil dengan pola terdistribusi.</p>
<p>Berikut saya sampaikan kutipan dari situs Pulsagram tentang komisi terdistribusi:</p>
<blockquote><p><b>27. Harga pulsa saya dengan downline terpaut 50, kenapa bisa begini ?       <br /></b>Betul, Pulsagram adalah penyedia pulsa Non-MLM sehingga menggunakan sistem harga seperti layaknya sistem distribusi pulsa Non-MLM lainnya yaitu dengan memberikan selisih harga Rp 50 yang diberikan sebagai jasa kepada para member di atasnya. Harga seorang member dan downline secara transparan tercantum di dalam website. </p>
<p>Harga Anda tercantum di member area Anda, sedangkan harga downline Anda tercantum secara jelas di halaman depan web replika Anda, sehingga calon downline dapat dengan mudah melihat harga yang akan didapatkannya.</p>
<p><b></b></p>
<p><b>28. Mengapa Pulsagram menggunakan sistem harga seperti ini ?       <br /></b>Di dalam bisnis pulsa dengan sistem viral marketing terdapat 2 sistem harga yaitu sistem harga seragam dan sistem harga terdistribusi (distributed). Kebanyakan para penyedia pulsa viral marketing &amp; MLM lebih suka menggunakan sistem harga&#160; seragam karena keuntungan yang didapat para pengelola jauh lebih besar daripada menggunakan sistem harga terdistribusi. </p>
<p>Bila Anda perhatikan pada sistem harga seragam, penentuan harga jual sebenarnya telah memasukkan faktor biaya komisi yang harus dibayarkan sampai level terendah, padahal yang mengkonsumsi pulsa tidak hanya level terendah tapi juga level-level di atasnya. </p>
<p>Dengan sistem harga seragam tersebut maka markup harga sebagai keuntungan pengelola menjadi sangat tinggi. Pulsagram menggunakan sistem harga distributed sehingga menjamin pengambilan keuntungan pengelola yang lebih fair sehingga tidak merugikan para membernya.</p>
<p><b>29. Contoh konkretnya bagaimana ?       <br /></b>Misalkan ada 2 penyedia pulsa viral A dengan sistem harga seragam dan B dengan sistem harga terdistribusi, kedalaman level = 10 dengan komisi transaksi = Rp 50/transaksi. Sebagai contoh produk yang digunakan adalah Simpati nominal 10.000 dengan harga pokok pengelola Rp 10.000. </p>
<p>Penyedia A akan membuat harga jual yang seragam dengan memasukkan biaya komisi sampai level 10 ( Rp 50 x 10 level = Rp 500 ) sehingga harga jual seragam sebesar Rp 10.500,- Kalau kita cermati maka bila Level-1 membeli pulsa S10 maka keuntungan yang didapatkan pengelola sangat besar yaitu sebesar Rp 500. </p>
<p>Keuntungan yg didapatkan dari level 2 sebesar Rp 450 ( karena yang Rp 50 telah digunakan untuk membayar komisi ke level-1). Barulah pada Level-10 si pengelola mendapatkan keuntungan sebesar Rp 50. Sistem harga seragam ini jelas sangat berpihak dan menguntungkan pengelola.</p>
<p>Pada penyedia B dengan sistem harga terdistribusi, harga tidak dibuat seragam. Level-1 akan mendapatkan harga Rp 10.050, Level-2 akan mendapatkan Rp 10.100 dan baru pada Level-10 harga akan sebesar Rp 10.500. Bila level-1 membeli pulsa S10 maka keuntungan pengelola tidak sebesar Rp 500 tetapi hanya sebesar Rp 50. keuntungan yang didapat dari Level-2 juga sebbesar Rp 50 ( karena yang Rp 50 telah digunakan untuk membayar komisi ke level-1). </p>
<p>Sampai pada level-10 pun keuntungan yang didapat pengelola hanya sebesar Rp 50. Sehingga dengan sistem ini pengelola tidak memonopoli keuntungan tetapi lebih mendistribusikan keuntungan kepada para membernya.</p>
<p><b>30. Selain Pulsagram, apakah ada penyedia pulsa lain yang menggunakan sistem harga seperti ini ?       <br /></b>Tentu saja ! Di internet saat ini terdapat lebih dari 600 website penyedia pulsa. Sebagian besar bahkan hampir semua penyedia pulsa tersebut ( Non-MLM ) menggunakan sistem harga terdistribusi seperti pulsagram. Hal ini karena sistem harga distributed ini adalah sistem harga yang paling alami untuk pemasaran barang/jasa baik online maupun offline.</p>
</blockquote>
<p>&#160;</p>
<p>Untuk usaha kecil dan rumahan, bisnis pulsa dari Pulsagram bisa dijadikan alternatif sumber penghasilan baru. Atau, sebagai alat promosi untuk memasarkan produk-produk kita. Misalnya, promo beli 2 gratis pulsa sekian ribu. Cukup menarik bukan promo semacam ini? <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Nah, bagi mereka yang ingin tahu ataupun sedang mencari sumber penghasilan baru dengan modal yang terbatas, bisnis pulsa dari Pulsagram bisa dijadikan bahan pertimbangan.</p>
<p>Untuk mengetahui lebih jauh tentang bisnis pulsa Pulsagram, silakan mengunjungi situsnya <a href="http://tinyurl.com/ya4pgo9">di sini</a>. </p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/02/12/bisnis-pulsa-dengan-modal-dengkul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>13 Cara Murah, Meriah, dan Mudah Belajar Bahasa Inggris</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/02/10/13-cara-murah-meriah-dan-mudah-belajar-bahasa-inggris/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/02/10/13-cara-murah-meriah-dan-mudah-belajar-bahasa-inggris/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 06:41:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ideas and Opportunities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/02/10/13-cara-murah-meriah-dan-mudah-belajar-bahasa-inggris/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;

Bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Namun tidak sedikit yang merasa belajar bahasa Inggris itu sulit. Nah, berdasarkan pengalaman pribadi, berikut saya sampaikan tips bagaimana belajar bahasa Inggris yang murah, meriah, dan tentunya mudah 
 


Paksakan diri untuk bisa. Rasa ragu, takut, dan malas pasti ada. Lawan itu dan jangan takut untuk berbuat kesalahan. Keahlian [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/02/10/3-cara-mudah-mempertahankan-profit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Cara Mudah Mempertahankan Profit'>3 Cara Mudah Mempertahankan Profit</a> <small> Ada kalanya produk yang kita jual terlihat tidak begitu...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#160;</p>
<p><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" border="0" alt="That Was Easy" src="http://static.flickr.com/3404/3434938408_6f9fae0d58.jpg" width="480" height="321" /></p>
<p>Bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Namun tidak sedikit yang merasa belajar bahasa Inggris itu sulit. Nah, berdasarkan pengalaman pribadi, berikut saya sampaikan tips bagaimana belajar bahasa Inggris yang murah, meriah, dan tentunya mudah <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p> <span id="more-1292"></span>
<ul>
<ul>
<li><strong>Paksakan diri untuk bisa</strong>. Rasa ragu, takut, dan malas pasti ada. Lawan itu dan jangan takut untuk berbuat kesalahan. Keahlian tidak didapatkan begitu saja, tapi melalui sebuah proses. Takut salah, berarti takut proses, berarti takut untuk bisa. </li>
<li><strong>Baca buku/Cerita anak-anak</strong>. Untuk pemula saya menyarankan untuk membaca cerita anak-anak. Kenapa? Buku cerita anak menggunakan bahasa Inggris yang mudah dimengerti. Apabila kita sudah dengan mudah untuk mengerti buku cerita anak-anak, rasanya relatif lebih mudah untuk membaca tulisan lainnya. Kalau tidak bisa dapat di toko buku (karena mahal misalnya), cari aja di Internet. Banyak kok, gratis pula. </li>
<li><strong>Go Online</strong>. Internet merupakan sarana belajar bahasa Inggris yang luas, mudah, dan murah. Gunakan mesin pencari dengan memasukkan keywords seperti: “learn english online free”. </li>
<li><strong>Baca Berita</strong>. Ini juga ikut membantu. Bisa dengan secara online maupun membeli koran/majalah berbahasa Inggris. Tapi saya sarankan setelah bisa memahami buku cerita anak dengan mudah. </li>
<li><strong>Menulis</strong>. Membaca adalah proses belajar dengan menyerap ilmu, sedangkan menulis merupakan proses belajar dengan mengaplikasikan ilmu. Buatlah catatan-catatan ringan. Jangan malu kalau terlihat kacau. Orang malu belajar adalah orang yang tertinggal. Kalau perlu buat blog bebahasa Inggris <img title=";;)" alt=";;)" src="http://adityafajar.com/smilies/yahoo_batting.gif" width="18" height="18" /></li>
<li><strong>Sering-sering pakai komputer. </strong>Komputer sekarang ini kebanyakan berbasis bahasa Inggris. Makin sering kita memakai, kita juga secara tidak langsung melatih diri untuk mengerti bahasa Inggris. Kalau perlu buka-buka menu Help di setiap applikasi yang kita buka. </li>
<li><strong>Rubah setting bahasa di Handphone ke bahasa Inggris.</strong> Menu handphone yang berbahasa Indonesia mungkin lebih nyaman untuk dipakai. Tapi kalau mau bisa bahasa Inggris hal-hal kecil seperti ini bisa membantu. </li>
<li><strong>Mulai bicara pakai bahasa Inggris. </strong>Tidak apa-apa campur-campur pakai bahasa Indonesia. Ini bukannya mau pamer, tapi membiasakan otak kita untuk bicara bahasa Inggris. </li>
<li><strong>Ganti tampilan Facebook dan Webmail ke bahasa Inggris.</strong> Saya yakin jejaring sosial dan webmail sudah menjadi mainan sehari-hari kita. Nah, coba rubah tampilan bahasanya ke dalam bahasa Inggris. Ini juga bisa membantu loh.</li>
<li><strong>Nonton DVD berbahasa Inggris</strong>. Matikan teks terjemahannya dan pelajarilah dialog yang ada di film tersebut. Kalau bingung barulah menampilkan teks terjemahan untuk lebih memastikan. Untuk film-film bukan berbahasa Inggris, selalu gunakan teks terjemahan bahasa Inggrisnya. </li>
<li><strong>Main Game RPG</strong>. Kalau suka main game, cobalah bermain RPG (role playing game). Game jenis ini menggunakan banyak teks. Jadi untuk bisa mengerti alur ceritanya kita mau tidak mau harus mengerti teks-teks yang ditampilkan. Untuk tatanan bahasanya sendiri biasanya cukup mudah dimengerti dan sudah sesuai dengan aturan berbahasa Inggris pada umumnya. </li>
<li><strong>Baca buku manual dari barang yang kita beli</strong>. Buku manual merupakan media latihan yang baik. Apabila kita membeli barang seperti handphone, kulkas, televisi, dan sebagainya, sempatkanlah membaca buku manualnya yang berbahasa Inggris. Kalau bingung kita bisa selalu melihat manual dalam bahasa Indonesianya. </li>
<li><strong>Cari teman yang bisa bahasa Inggris. </strong>Ajak dia untuk mengobrol dengan bahasa Inggris. Tidak perlu Inggris terus-terusan, malah bikin kagok biasanya. Mengobrol saja seperti biasa tapi campurlah dengan bahasa Inggris. Tidak perlu malu dibilang seperti Chuinta Laura. Namanya juga belajar kan? <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></li>
</ul>
</ul>
<p>Bagaimana? Tidak susah bukan? Yuk, kita belajar bahasa Inggris. </p>
<p>Happy Learning! <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/02/10/3-cara-mudah-mempertahankan-profit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Cara Mudah Mempertahankan Profit'>3 Cara Mudah Mempertahankan Profit</a> <small> Ada kalanya produk yang kita jual terlihat tidak begitu...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/02/10/13-cara-murah-meriah-dan-mudah-belajar-bahasa-inggris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Cepat Kaya di Internet, Mau?</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/07/13/cara-cepat-kaya-di-internet-mau/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2009/07/13/cara-cepat-kaya-di-internet-mau/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 09:36:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ideas and Opportunities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/07/13/cara-cepat-kaya-di-internet-mau/</guid>
		<description><![CDATA[Kaya dengan cepat adalah impian setiap orang. Dan impian tersebut seolah bisa direalisasikan dengan memanfaatkan media Internet.&#160; Apalagi dengan makin bertebarannya iklan-iklan maupun situs-situs yang mengklaim bisa membuat kita kaya dengan cepat dengan sebuah sistem yang sudah teruji keampuhannya. 
Contoh paling mudah dan paling banyak ditemui oleh saya adalah metode Joko Susilo (Formulabisnis.com). 
Dalam metode [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Zwei euro cent" href="http://www.flickr.com/photos/7501343@N04/3709687846/"><img style="display: inline; margin: 10px 15px 10px 0px" alt="Zwei euro cent" src="http://farm3.static.flickr.com/2531/3709687846_fbbfc130e2_m.jpg" border="0" /></a>Kaya dengan cepat adalah impian setiap orang. Dan impian tersebut seolah bisa direalisasikan dengan memanfaatkan media Internet.&#160; Apalagi dengan makin bertebarannya iklan-iklan maupun situs-situs yang mengklaim bisa membuat kita kaya dengan cepat dengan sebuah sistem yang sudah teruji keampuhannya. </p>
<p>Contoh paling mudah dan paling banyak ditemui oleh saya adalah metode Joko Susilo (Formulabisnis.com). </p>
<p>Dalam metode ini Joko membangun sebuah sistem pengumpul uang melalui pembuatan atau penjualan kembali e-book (buku elektronik yang biasanya dalam bentuk .pdf). Melalui e-book inilah diharapkan orang membayar sejumlah uang untuk mendapatkan berbagai macam “rahasia” mendulang uang di Internet.</p>
<p>Selain itu ada pula Bisnis5Milyar.com. </p>
<p>Bisnis ini mengklaim bahwa dengan ketekunan anda mengajak orang lain untuk bergabung, maka peluang anda mendapatkan penghasilan 5 milyar bisa semakin cepat. Apalagi modal yang dikeluarkan relatif kecil. </p>
<p>Bisnis5Milyar sepertinya banyak mendapatkan perhatian karena sudah beberapa kali saya ditawari untuk bergabung, baik melalui jejaring sosial, IM, ataupun email.</p>
<p> <span id="more-1203"></span>
<p>Walaupun klaim-klaim yang dipromosikan oleh sistem cepat kaya di atas nampak logis, legal, dan terlalu bagus untuk dilewatkan, namun sudah sepantasnya kita mencermatinya dengan <strong>sangat </strong>hat-hati. Karena banyak dari skema-skema cepat kaya yang menjurus kepada penipuan.</p>
<p>Dengan melakukan sedikit investigasi di Google, saya sudah bisa mendapatkan kritik-kritik yang menyanggah keabsahan bisnis seperti Formula Bisnis ataupun Bisnis5Milyar tersebut. </p>
<p>Contohnya adalah sanggahan terhadap Joko Susilo seperti yang dilakukan oleh <a href="http://www.zalukhu.com/ketika-penipu-mencoba-menipu-lagi.php" target="_blank">Zalukhu.com</a> dan sanggahan terhadap Bisnis5Milyar oleh <a href="http://janganserakah.com/2009/02/19/bisnis5milyarcom/" target="_blank">JanganSerakah.com</a> (JanganSerakah juga menceritakan sanggahan terhadap <a href="http://janganserakah.com/2009/02/15/rahasiabloggingcom-lelucon-baru-joko-susilo/" target="_blank">trik RahasiaBlogging.com</a> yang dimiliki oleh Joko Susilo).</p>
<p>Lalu apakah mungkin kita bisa kaya melalui Internet? Jawabannya bisa. Tapi tidak secepat yang kita mau (instan). Pitra dari&#160; <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/01/16/jangan-terpengaruh-kaya-cepat-lewat-internet/" target="_blank">Media-Ide</a> memaparkan alasannya dan apa yang disampaikannya bisa dijadikan bahan pertimbangan kita sebelum memutuskan apakah anda mau cepat kaya melalui Internet.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2009/07/13/cara-cepat-kaya-di-internet-mau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Langkah Mudah Untuk Inovasi Produk</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/06/30/3-langkah-mudah-untuk-inovasi-produk/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2009/06/30/3-langkah-mudah-untuk-inovasi-produk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 04:29:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ideas and Opportunities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/06/30/3-langkah-mudah-untuk-inovasi-produk/</guid>
		<description><![CDATA[Konsumen biasanya tertarik dengan hal-hal baru. Karena itulah produsen rela mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk melakukan riset dan pengembangan produk. Melalui tahapan ini, mereka berharap produk berikutnya bisa berbeda, lebih baik, dan tentunya menjadi lebih menarik.
Bagi pengusaha kecil ataupun mereka yang baru akan memulai usaha, riset dan pengembangan seperti itu merupakan sebuah kemewahan yang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/02/10/3-cara-mudah-mempertahankan-profit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Cara Mudah Mempertahankan Profit'>3 Cara Mudah Mempertahankan Profit</a> <small> Ada kalanya produk yang kita jual terlihat tidak begitu...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konsumen biasanya tertarik dengan hal-hal baru. Karena itulah produsen rela mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk melakukan riset dan pengembangan produk. Melalui tahapan ini, mereka berharap produk berikutnya bisa berbeda, lebih baik, dan tentunya menjadi lebih menarik.</p>
<p>Bagi pengusaha kecil ataupun mereka yang baru akan memulai usaha, riset dan pengembangan seperti itu merupakan sebuah kemewahan yang rasanya tidak mungkin untuk bisa dilakukan. Tapi jangan khawatir, karena pengusaha kecilpun bisa melakukan riset dan pengembangan produk melalui tiga langkah mudah.</p>
<p>Apa sajakah? </p>
<p> <span id="more-1199"></span><br />
<h2><img title="product innovation" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="99" alt="product innovation" src="http://adityafajar.com/wp-content/uploads/2009/06/productinnovation.jpg" width="415" border="0" /></h2>
<h2>1. Observe</h2>
<p>Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan observasi. Melihat-lihat apa yang sudah dilakukan para pelaku usaha lain. Bagaimana interaksi mereka dengan para konsumen, sekaligus melihat reaksi konsumen terhadap produk yang ditawarkan para pelaku usaha tadi.</p>
<p>Posisikan diri kita sebagai konsumen dan pikirkanlah keunikan dan manfaat apa yang bisa konsumen dapatkan dari produk-produk yang kita sedang amati.</p>
<p>Misalnya, saya pernah memperhatikan produsen tatakan laptop yang di bawahnya ada bantalnya. Menurut saya ini menarik. Karena sebagai pengguna laptop, produk ini bisa mengatasi ketidaknyamanan saya ketika memakai laptop tanpa meja atau ketika berada di atas tempat tidur. </p>
<p>Dari kacamata konsumen, tatakan laptop seperti itu bermanfaat karena bisa menyelesaikan masalah dan juga unik karena sebelumnya saya belum pernah melihatnya. Dari kacamata pengusaha, produk tersebut merupakan penggabungan dua ide sederhana, kayu yang sudah dicat dan bantal kecil. Dengan dua ide tersebut, sang pengusahapun sudah bisa menghadirkan inovasi baru.</p>
<p>Observasi pasar memungkinkan kita untuk mendapat ide-ide baru untuk nantinya dikembangkan atau diintegrasikan dengan produk kita sendiri. Kalau produk sejenis belum ada, maka ide tersebut bisa dimanfaatkan untuk memproduksi produk yang berbeda dari yang lainnya.</p>
<h2>2. Copy</h2>
<p>Setelah kita melakukan observasi pasar dan mendapatkan ide dari pengamatan kita, maka langkah selanjutnya adalah meniru ide tersebut. </p>
<p>Meniru dalam hal ini bukanlah menduplikasi produk sehingga persis sama. Tapi sebatas jenis produknya saja. Baik untuk dijual sebagai produk tersendiri atau sebagai produk yang diintegrasikan dalam produk yang sudah kita miliki.</p>
<p>Misalnya, setelah melihat tatakan laptop yang ada bantalnya tadi, kita bisa ikut bermain dalam bisnis tatakan laptop. Atau untuk dintegrasikan dalam produk furniture kita.</p>
<p>Hal ini sebenarnya diterapkan juga oleh Jepang pada awal kebangkitan industrinya. Mereka meniru berbagai hal dari AS, seperti misalnya cara membuat mobil sehingga berkembang sampai seperti sekarang. Pada saat ini, China merupakan negara yang menerapkan teknik yang sama. </p>
<h2>3. Modify</h2>
<p>Langkah selanjutnya adalah memodifikasi ide yang sudah ada. Misalnya lagi dari tatakan laptop. Kompetitor kita membuat laptop beralaskan bantal, maka dengan sedikit modifikasi kita bisa membuat tatakan laptop yang sudah ada lampu baca dan kipas pendinginnya di bagian bawah. Sehingga konsumen bisa tetap menggunakan laptop dengan nyaman saat malam hari dan laptopnya tetap dingin. </p>
<p>Atau misalnya kita mengamati bagaimana membuat gado-gado yang enak. Setelah tahu caranya, kita tambahkan buah-buahan seperti jambu, mangga, apel, dan sebagainya dalam campuran gado-gado. Nah, jadilah Dojak. Gado-gado rujak. Toh bumbunya serupa, tidak ada salahnya untuk menggabungkan keduanya kan? <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p>Sebuah inovasi tidak melulu memerlukan dana besar dan riset yang mendalam. Inovasi bisa dilakukan hanya dengan menggabungkan ide-ide yang sudah ada untuk menjadi sebuah ide baru. Dan dari ide baru inilah produk inovasi kita terlahir.</p>
<p>Setelah produk baru terlahir, maka langkah selanjutnya bagi kita adalah pengujian produk, membidik pasar yang tepat (segmentasi), penentuan harga, dan promosi. </p>
<p>&#160;</p>
<p>Bagi pengusaha kecil, ketiga langkah di atas bisa dilakukan untuk menemukan produk-produk baru atau sebagai diversifikasi jajaran produk yang sudah ada, </p>
<p>Bagi mereka yang baru akan memulai usaha, teknik di atas bisa digunakan untuk menentukan jenis usaha yang akan ditekuni. </p>
<p>So, mari berinovasi! <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/02/10/3-cara-mudah-mempertahankan-profit/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Cara Mudah Mempertahankan Profit'>3 Cara Mudah Mempertahankan Profit</a> <small> Ada kalanya produk yang kita jual terlihat tidak begitu...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2009/06/30/3-langkah-mudah-untuk-inovasi-produk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tip: Situs Ide Untuk Bisnis</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/06/23/tip-situs-ide-untuk-bisnis/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2009/06/23/tip-situs-ide-untuk-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 07:27:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ideas and Opportunities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/06/23/tip-situs-ide-untuk-bisnis/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau masih bingung mau usaha apa, coba lihat www.instructables.com. Situs ini adalah situs Do it yourself (DIY) yang memberikan solusi-solusi terhadap berbagai masalah. 
Walau mungkin solusi yang ada di sana lebih kepada solusi rumahan, tapi saya yakin di sana ada solusi-solusi bagus yang bisa kita adaptasi dan sempurnakan untuk dijual kepada masyarakat Indonesia.
Selamat memburu ide! [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau masih bingung mau usaha apa, coba lihat <a href="http://www.instructables.com">www.instructables.com</a>. Situs ini adalah situs <em>Do it yourself</em> (DIY) yang memberikan solusi-solusi terhadap berbagai masalah. </p>
<p>Walau mungkin solusi yang ada di sana lebih kepada solusi rumahan, tapi saya yakin di sana ada solusi-solusi bagus yang bisa kita adaptasi dan sempurnakan untuk dijual kepada masyarakat Indonesia.</p>
<p>Selamat memburu ide! <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2009/06/23/tip-situs-ide-untuk-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
