
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AdityaFajar.com &#187; Entrepreneurship</title>
	<atom:link href="http://adityafajar.com/category/entrepreneurship/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adityafajar.com</link>
	<description>CONVERSATIONS ABOUT SMALL BUSINESS AND RELATIONSHIP</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jun 2010 18:51:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Mari Bicara Bisnis Saja!</title>
		<link>http://adityafajar.com/2010/02/24/mari-bicara-bisnis-saja/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2010/02/24/mari-bicara-bisnis-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 00:47:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2010/02/24/mari-bicara-bisnis-saja/</guid>
		<description><![CDATA[
Beberapa hari yang lalu saya menonton acara Public Corner di MetroTV. Topik pembicaraan hari itu adalah mengenai kewirausahaan. Dalam acara tersebut ada ucapan narasumber yang menarik untuk diperhatikan. Narasumber tersebut kira-kira berkata begini, “..bangsa ini terlalu disibukkan dengan diskusi-diskusi politik. Daripada begitu, lebih baik berdiskusi tentang usaha.”
Wah, setelah dipikir-pikir memang benar juga. Kita ini terlalu [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" border="0" alt="Business illustration - Team work" src="http://static.flickr.com/2473/4186730349_96a726f9ca.jpg" width="475" height="342" /></p>
<p>Beberapa hari yang lalu saya menonton acara Public Corner di MetroTV. Topik pembicaraan hari itu adalah mengenai kewirausahaan. Dalam acara tersebut ada ucapan narasumber yang menarik untuk diperhatikan. Narasumber tersebut kira-kira berkata begini, <em>“..bangsa ini terlalu disibukkan dengan diskusi-diskusi politik. Daripada begitu, lebih baik berdiskusi tentang usaha.”</em></p>
<p>Wah, setelah dipikir-pikir memang benar juga. Kita ini terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berdiskusi tentang politik dan gosip artis. Coba bayangkan jika waktu yang digunakan untuk itu semua dialihkan untuk bicara soal wirausaha. Saya yakin akan muncul ide-ide yang luar biasa dari diskusi semacam itu.</p>
<p> <span id="more-1307"></span>
<p>Masih rendahnya semangat kewirausahaan di Indonesia mungkin juga disebabkan oleh minimnya pemikiran dan pertukaran ide dalam bidang ini. Kita acapkali disibukkan dengan diskusi-diskusi yang tidak begitu relevan dengan hidup kita. Walau terdengar cerdas, berbobot, dan menarik, diskusi yang tidak relevan dengan hidup, relatif tidak memberikan kontribusi apapun terhadap perbaikan hidup kita.</p>
<p>Ini bukan berarti kita menjadi acuh dan egois. Namun kita perlu memikirkan ulang tentang pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya terpenting bagi setiap orang, waktu. </p>
<p>Karena waktu adalah sumberdaya yang benar-benar tidak bisa tergantikan dengan apapun, maka ada baiknya kita bicara bisnis saja. Siapa tahu dari situ kita menemukan cara untuk meningkatkan taraf hidup dan membuka lapangan pekerjaan. </p>
<p>Let’s talk business instead! <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2010/02/24/mari-bicara-bisnis-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ukuran Sukses</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/12/05/ukuran-sukses/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2009/12/05/ukuran-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 16:06:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/12/05/ukuran-sukses/</guid>
		<description><![CDATA[Kata sukses tentunya sudah sering kita dengar. Sukses merupakan keberhasilan seseorang dalam mencapai sebuah tujuan, dan pencapaian tersebut, diraih melalui berbagai proses dan tahapan. Hal kemudian yang ingin saya tanyakan adalah, apa yang menjadi tolok ukur sehingga seseorang dikatakan sukses?
Kalau kita amati, kesuksesan seringkali dikaitkan dengan kemampuan finansial dan kepemilikan benda. Sehingga tidak aneh kalau [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/01/13/ingin-blog-anda-sukses-ini-kuncinya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ingin Blog Anda Sukses? Ini Kuncinya'>Ingin Blog Anda Sukses? Ini Kuncinya</a> <small> Para pemilik blog tentunya menginginkan blognya sukses. Ukurannya bisa...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Railway bridge in Mondovì" href="http://www.flickr.com/photos/23310489@N08/4159794915/"><img border="0" alt="Railway bridge in Mondovì" src="http://static.flickr.com/4039/4159794915_2a6b592b21_m.jpg" /></a>Kata sukses tentunya sudah sering kita dengar. Sukses merupakan keberhasilan seseorang dalam mencapai sebuah tujuan, dan pencapaian tersebut, diraih melalui berbagai proses dan tahapan. Hal kemudian yang ingin saya tanyakan adalah, apa yang menjadi tolok ukur sehingga seseorang dikatakan sukses?</p>
<p>Kalau kita amati, kesuksesan seringkali dikaitkan dengan kemampuan finansial dan kepemilikan benda. Sehingga tidak aneh kalau ada orang yang terlihat “kaya”, maka dia akan dianggap sebagai orang sukses. Secara alami pula, jika seseorang tidak terlihat “kaya” maka dia belum dianggap sebagai orang sukses. Ya, paling tidak dikategorikan sebagai “biasa-biasa” saja.</p>
<p>Melihat kesuksesan berdasarkan pencapaian finansial ataupun kepemilikan benda saya rasa sah-sah saja. Namun menitikberatkan kesuksesan hanya kepada kedua hal tersebut, menurut saya adalah pemikiran yang menyempit. Kenapa? Karena pemikiran seperti ini akan menghalangi kita untuk menggapai kesuksesan yang hakiki.</p>
<p> <span id="more-1216"></span>
<p>Sukses yang hakiki adalah keberhasilan kita, sebagai manusia, untuk bisa memberikan <strong>manfaat </strong>kepada orang lain. Apalah arti sebuah “kesuksesan” harta dan benda, jika pada akhirnya sukses tersebut malah tidak bisa memberikan manfaat kepada orang lain? Yang ada mungkin menjadikan kita individu-individu yang sombong, pelit, dan gemar menimbun-nimbun harta.</p>
<p>Kalau kesuksesan dilihat sebagai memberikan manfaat kepada orang lain, maka pada dasarnya <strong>semua orang</strong> punya kesempatan untuk menjadi sukses. Untungnya lagi, hal tersebut bisa dilakukan pada semua level masyarakat. Anda tidak perlu kaya untuk bisa dibilang sukses. Anda tidak perlu punya jabatan tinggi untuk dibilang sukses. Anda tidak perlu terkenal untuk dibilang sukses. </p>
<p>Yang anda perlukan adalah melatih diri untuk bisa bermanfaat bagi orang lain, sesuai dengan potensi dan kemampuan yang telah Tuhan berikan kepada anda. </p>
<p>Jika anda seorang guru, maka ajarkanlah murid-murid anda dengan sebaik-baiknya ilmu yang anda miliki.&#160; Jika anda seorang arsitek, maka buatlah rancangan yang mampu memberikan kepuasan dan segala kebaikan bagi para penghuni rumah. Jika anda seorang atasan, maka pimpinlah bawahan anda dengan penuh keadilan. Jika anda seorang wirausahawan, maka berbisnislah dengan penuh kejujuran. Namun jika anda merasa belum bisa apa-apa, maka berikanlah senyum anda. Sesungguhnya senyum adalah manfaat termudah yang bisa kita berikan kepada orang lain <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Kalau kesuksesan lebih di titikberatkan kepada pencapaian finansial dan kepemilikan benda, maka hal ini akan mempersempit peluang kita untuk bisa sukses karena tidak semua orang bisa jadi orang kaya. Namun jika kesuksesan dilihat sebagai memberikan manfaat kepada orang lain, maka setiap orang bisa punya peluang untuk sukses terlepas dari status, kondisi, ataupun keadaannya. </p>
<p>Dengan mengolah apa yang telah Tuhan berikan kepada kita sehingga bermanfaat bagi orang lain, maka kita sudah menjadi orang sukses . Karena sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang bisa memberikan manfaat bagi sesamanya. Inilah kesuksesan yang hakiki. </p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/01/13/ingin-blog-anda-sukses-ini-kuncinya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ingin Blog Anda Sukses? Ini Kuncinya'>Ingin Blog Anda Sukses? Ini Kuncinya</a> <small> Para pemilik blog tentunya menginginkan blognya sukses. Ukurannya bisa...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2009/12/05/ukuran-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Gaya Hidup Menghambat Bisnis Anda?</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/06/21/apakah-gaya-hidup-menghambat-bisnis-anda/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2009/06/21/apakah-gaya-hidup-menghambat-bisnis-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 17:46:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/06/21/apakah-gaya-hidup-menghambat-bisnis-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita memikirkan untuk punya usaha sendiri, kecemasan pertama yang acapkali terlintas adalah soal penghasilan. Dari penghasilan yang rutin didapatkan tiap bulannya, harus berubah menjadi sesuatu yang sepertinya penuh dengan ketidakpastian. Rasa cemas ini bahkan tidak jarang membuat seseorang mundur kembali dan memilih jalan yang “aman” saja.
Rasa cemas tersebut di atas sebenarnya banyak dipengaruhi oleh [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="The Credit Card trap" href="http://www.flickr.com/photos/69367147@N00/3640745634/"><img style="margin: 5px 0px 0px 5px" src="http://farm4.static.flickr.com/3301/3640745634_295589a735_m.jpg" border="0" alt="The Credit Card trap" align="right" /></a>Ketika kita memikirkan untuk punya usaha sendiri, kecemasan pertama yang acapkali terlintas adalah soal penghasilan. Dari penghasilan yang rutin didapatkan tiap bulannya, harus berubah menjadi sesuatu yang sepertinya penuh dengan ketidakpastian. Rasa cemas ini bahkan tidak jarang membuat seseorang mundur kembali dan memilih jalan yang “aman” saja.</p>
<p>Rasa cemas tersebut di atas sebenarnya banyak dipengaruhi oleh ketidakyakinan kita untuk merubah gaya hidup. Kebiasaan-kebiasaan yang selama ini kita lakukan telah membentuk zona nyaman yang memberikan rasa aman, kepastian, dan juga harapan.</p>
<p>Dengan merubah haluan, maka zona nyaman tersebut menjadi terusik dan membuat kita ragu bagaimana nantinya bisa mempertahankan kenyamanan-kenyamanan yang selama ini kita nikmati.</p>
<p><span id="more-1165"></span></p>
<p>Merubah gaya hidup bukanlah pengalaman yang menyenangkan bagi kebanyakan orang. Terlebih lagi karena perubahan tersebut biasanya membuat mereka menjadi lebih sulit mendapatkan berbagai kemewahan hidup.</p>
<p>Misalnya saja soal kartu kredit. Selagi menjadi karyawan, kita bisa dengan mudah untuk gesek sana, gesek sini, karena kita tahu di akhir bulan nanti akan ada pemasukkan untuk membayar tagihan-tagihan. Tapi ketika menjadi pemilik usaha? Alih-alih gesek sana, gesek sini, penggunaan kartu kredit menjadi lebih dibatasi dan lebih dicermati pemakaiannya.</p>
<p>Walau mungkin banyak tidak nyamannya, namun perubahan gaya hidup biasanya akan mendidik kita untuk lebih menghargai uang. Kita menjadi lebih disiplin dan terlatih untuk mengalokasikan dana sesuai peruntukkannya. Kita lebih bisa mengontrol keinginan-keinginan impulsif, menjadi lebih berhati-hati, serta membiasakan diri untuk lebih bersabar.</p>
<p>Banyak yang berpendapat bahwa suksesnya sebuah usaha kecil dipengaruhi oleh strategi bisnis dan kerja kerja pemiliknya. Betul. Tapi saya ingin menambahkan bahwa kesuksesan usaha kecil juga dipengaruhi oleh gaya hidup si pemiliki usaha. Jika seorang pemilik usaha enggan merubah gaya hidupnya dan menjadi tidak adaptif terhadap tuntutan sebagai pelaku usaha, maka hampir dipastikan bisnis yang dijalaninnya menjadi sulit untuk berkembang.</p>
<p>Oleh karenanya perlu kita pikirkan kembali apakah gaya hidup kita selama ini sudah membantu bisnis kita untuk lebih maju, atau malah menghambat pertumbuhannya?</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2009/06/21/apakah-gaya-hidup-menghambat-bisnis-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tepatkah Bisnis “Loe Mau Gue Ada”?</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/06/09/tepatkah-bisnis-loe-mau-gue-ada/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2009/06/09/tepatkah-bisnis-loe-mau-gue-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 03:46:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/06/09/tepatkah-bisnis-loe-mau-gue-ada/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita memupuk niat untuk berwirausaha, maka akan tumbuh dalam diri kita dorongan untuk melihat dunia dalam perspektif yang berbeda.
Yang tadinya berkutat di seputar gaji atau mencari lowongan pekerjaan, berubah menjadi sebuah dunia yang penuh dengan peluang. Kita pun akan termotivasi untuk mencari informasi dan mengolah akal untuk bisa mewujudkan peluang-peluang tersebut menjadi sebuah bisnis [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Good morning Brandenburg" href="http://www.flickr.com/photos/67499195@N00/3606686076/"><img style="display: inline; margin: 5px 10px 0px 0px" src="http://farm4.static.flickr.com/3636/3606686076_aa6ceb8afb_m.jpg" border="0" alt="Good morning Brandenburg" align="left" /></a>Ketika kita memupuk niat untuk berwirausaha, maka akan tumbuh dalam diri kita dorongan untuk melihat dunia dalam perspektif yang berbeda.</p>
<p>Yang tadinya berkutat di seputar gaji atau mencari lowongan pekerjaan, berubah menjadi sebuah dunia yang penuh dengan peluang. Kita pun akan termotivasi untuk mencari informasi dan mengolah akal untuk bisa mewujudkan peluang-peluang tersebut menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan.</p>
<p>Peluang layaknya sebuah harapan yang memberi kita semangat untuk maju. Namun kita perlu menyikapi peluang dengan lebih berhati-hati. Karena dengan jumlah peluang yang begitu banyak, kita bisa kehilangan fokus dan dapat merubah orientasi kita dalam berwirausaha.</p>
<p>Dari pengalaman pribadi dan kisah orang-orang yang pernah saya temui, terbukanya berbagai peluang terkadang membuat kita menjadi terlalu “semangat”. Dalam artian, peluang ini diambil, peluang itu diambil, tanpa pertimbangan yang baik akan kemampuan untuk menggarap peluang-peluang tersebut. Kalau sudah begini, biasanya kita akan masuk ke dalam model bisnis Lumugada, <em>Loe Mau Gue Ada</em>.</p>
<p><span id="more-1153"></span></p>
<p>Saya berpendapat bahwa jika ada sebuah usaha kecil menerapkan model bisnis Lumugada, maka motivasi terbesarnya adalah untuk cepat-cepat kaya. Padahal kalau kita perhatikan, bisnis-bisnis besar yang <em>sustainable</em> bukanlah bisnis yang menjadi besar secara instan. Semuanya dimulai dan melalui berbagai proses dan tahapan.</p>
<p>Model bisnis Lumugada tidak hanya membuat kita kehilangan fokus, tapi juga membuat bingung konsumen. Ini karena konsumen akan menemui kesulitan untuk mengasosiasikan usaha kita dengan produk/jasa tertentu. Padahal bagi usaha kecil, hal tersebut merupakan faktor penting dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.</p>
<p>Pencitraan yang terbentuk dari model bisnis Lumugada adalah sebagai <em>broker</em> atau <em>middle person</em>. Sah-sah saja jika memang itu bidang usaha yang akan ditekuni. Tetapi bagi seorang <em>broker</em> sekalipun, dia perlu menentukan bidang yang akan digeluti. Saya pikir seorang <em>broker</em> yang <em>menclak-menclok </em>kesana-kemari adalah <em>broker</em> yang tidak akan efisien dalam menggunakan sumberdayanya.</p>
<p>Jika ada yang beranggapan model bisnis Lumugada sebagai diversifikasi usaha, saya pikir itu hanya mengada-ada, terlebih bagi usaha kecil. Diversifikasi umumnya dimungkinkan jika kita sudah memiliki sumber dana yang memadai untuk ekspansi. Jika belum, maka fokus pada satu bidang usaha merupakan pilihan yang terbaik.</p>
<p>Memasuki dunia wirausaha adalah memasuki dunia yang penuh dengan peluang. Peluang layaknya sebuah harapan yang memberi kita semangat untuk maju. Namun kita juga perlu cermat dalam menyikapi peluang agar kita tidak kehilangan arah dalam menjalankan bisnis.</p>
<p>Model bisnis <em>Loe Mau Gue Ada</em> bukanlah model bisnis yang tepat bagi usaha kecil karena model ini cenderung membuyarkan orientasi bisnis yang sedang dibangun. Bagi usaha kecil, fokus pada satu bidang usaha merupakan langkah awal dalam membangun sebuah fondasi yang kuat untuk melakukan diversifikasi bisnis di kemudian hari.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2009/06/09/tepatkah-bisnis-loe-mau-gue-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Langkah Untuk Membuka Usaha Sendiri</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/05/23/10-langkah-untuk-membuka-usaha-sendiri/</link>
		<comments>http://adityafajar.com/2009/05/23/10-langkah-untuk-membuka-usaha-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 05:56:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/05/23/10-langkah-untuk-membuka-usaha-sendiri/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini saya ambil dari StartupNation.com, yaitu sebuah situs yang memfokuskan pada pengelolaan dan pengembangan usaha kecil.
Dalam posting ini, saya akan membagi tulisan dalam beberapa bagian sehingga lebih mudah untuk dibaca. Jika anda ingin langsung melihat artikel aslinya, silakan membuka&#160; http://www.startupnation.com/steps/55/10-steps-open-start-business.htm.
10 Langkah ini dibuat oleh Jeff dan Richard Sloan, pendiri, penasihat, dan pembina situs StartupNation. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/01/10/alamat-email-dengan-nama-domain-sendiri/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Alamat Email Dengan Nama Domain Sendiri'>Alamat Email Dengan Nama Domain Sendiri</a> <small> Sering saya temui usaha-usaha kecil yang mempunyai domain sendiri...</small></li>
<li><a href='http://adityafajar.com/2010/02/03/4-software-esensial-untuk-usaha-rumahan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 4 Software Esensial Untuk Usaha Rumahan'>4 Software Esensial Untuk Usaha Rumahan</a> <small> Rasanya tidak mungkin bagi sebuah usaha untuk beroperasi tanpa...</small></li>
<li><a href='http://adityafajar.com/2010/01/03/3-hal-mudah-mengelola-keuangan-usaha/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Hal Mudah Mengelola Keuangan Usaha'>3 Hal Mudah Mengelola Keuangan Usaha</a> <small>Lancarnya sebuah usaha akan banyak bergantung kepada pengelolaan keuangan yang...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Business Graph" href="http://www.flickr.com/photos/35983122@N08/3491395689/"><img style="margin: 0px auto 5px; display: block; float: none" border="0" alt="Business Graph" src="http://farm4.static.flickr.com/3401/3491395689_fe1d2050fb_m.jpg" width="467" height="288" /></a>Tulisan ini saya ambil dari <a href="http://startupnation.com" target="_blank">StartupNation.com</a>, yaitu sebuah situs yang memfokuskan pada pengelolaan dan pengembangan usaha kecil.</p>
<p>Dalam posting ini, saya akan membagi tulisan dalam beberapa bagian sehingga lebih mudah untuk dibaca. Jika anda ingin langsung melihat artikel aslinya, silakan membuka&#160; <a title="http://www.startupnation.com/steps/55/10-steps-open-start-business.htm" href="http://www.startupnation.com/steps/55/10-steps-open-start-business.htm">http://www.startupnation.com/steps/55/10-steps-open-start-business.htm</a>.</p>
<p>10 Langkah ini dibuat oleh Jeff dan Richard Sloan, pendiri, penasihat, dan pembina situs StartupNation. Dalam pandangan saya, 10 langkah yang diajukan Jeff da Richard merupakan langkah yang juga bisa diterapkan di Indonesia, karena konten yang disampaikan cukup universal.</p>
<p>10 langkah yang dimaksud adalah:</p>
<ul>
<li>#1: Membuat Rencana Hidup </li>
<li>#2: Memilih Model Bisnis </li>
<li>#3: Membuat Rencana Bisnis </li>
<li>#4: Menentukan Struktur Bisnis </li>
<li>#5: Membuat Aset Bisnis yang Utama </li>
<li>#6: Mencari Pendanaan </li>
<li>#7: Menata Logistik </li>
<li>#8: Mencari Orang yang Tepat </li>
<li>#9: Membuat Merek </li>
<li>#10: Pasarkan dan Jual </li>
</ul>
<p>Berikut pemaparannya…</p>
<p> <span id="more-1140"></span>
</p>
<h3>Langkah No. 1: Membuat Rencana-Hidup</h3>
<p>Sebelum memulai usaha, alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu apa yang kita ingin capai dalam hidup. Karena sebuah usaha kecil mempunyai peluang berkembang yang lebih baik jika pemiliknya menyukai apa yang dilakukannya. Jika anda mengerjakan apa yang anda suka, anda akan bekerja lebih giat, lebih baik, dan lebih bahagia.</p>
<p>Dalam langkah ini, kita akan fokus pada dua hal:&#160; elemen-elemen Rencana-Hidup dan menerapkan Rencana-Hidup yang sudah anda buat.</p>
<h4><strong></strong></h4>
<h4><strong>Elemen-Elemen Rencana-Hidup</strong></h4>
<p><strong>1. Kondisi Anda Saat Ini</strong></p>
<p>Pikirkanlah secara cermat dan jujur tentang hidup anda saat ini. Perhatikanlah hal-hal yang penting bagi anda seperti pekerjaan, hiburan, hubungan sosial dan asmara, keuangan, dan lainnya. Kemudian, tuliskanlah dalam bentuk <em>bullet points</em> temuan anda dan masukkan dalam kategori-kategori berikut:</p>
<ul>
<li>Kualitas hidup anda saat ini, skala 1 sampai 100 (100 adalah kualitas hidup terbaik menurut anda) </li>
<li>Kenyataan hidup, termasuk tanggung jawab, ketersediaan dana untuk memulai usaha sendiri, pengeluaran. </li>
<li>Hal-hal yang membuat anda bahagia </li>
<li>Hal-hal yang membuat anda tidak bahagia </li>
</ul>
<p>&#160;<strong>2. Hidup Ideal yang Anda Inginkan</strong></p>
<p>Elemen ini merupakan gambaran singkat tentang kehidupan ideal yang anda impikan. Tuliskan secara singkat dan dalam bentuk <em>bullet point</em>s. Jangan takut untuk menuliskan cita-cita dan impian ideal anda, walau terlihat muluk-muluk sekalipun. Tuliskan hal-hal yang bisa membuat anda merasa hidup.</p>
<p>&#160;<strong>3. Yang Sangat Anda Suka Lakukan</strong></p>
<p>Pikirkan hal-hal yang sangat anda suka untuk lakukan, baik di tempat bekerja, tempat belajar, di rumah, ataupun di tempat rekreasi. Buatlah daftar secara singkat (misalnya ketika berada di kantor, di rumah, di pasar, dsb.). Jangan khawatir jika ada item yang berulang. Itu berarti anda sudah memfokuskan hal-hal yang anda sangat inginkan dalam hidup.</p>
<p>&#160;<strong>4. Keahlian dan Kapasitas:&#160; Hal-hal yang Anda Bisa Lakukan Dengan Baik</strong></p>
<p>Buatlah daftar tentang kemampuan, pengalaman, dan kekuatan yang anda miliki untuk mencapai hidup ideal yang anda inginkan di atas.</p>
<p>Perlu diingat bahwa keahlian tidak terbatas hanya dari pengalaman profesional, tapi juga keahlian dari kehidupan personal anda (misalnya menjadi pendengar yang baik, punya empati yang tinggi, dsb).</p>
<p>Kombinasi keahlian dari pengalaman profesional dan personal ini nantinya bisa membantu anda untuk menentukan jenis usaha yang sesuai dengan kebutuhan anda.</p>
<p>&#160;<strong>5. Prestasi Anda</strong></p>
<p>Buatlah daftar pencapaian-pencapaian paling membanggakan yang pernah anda alami, baik dari kehidupan profesional maupun pribadi. Berikan perhatian khusus pada pencapaian-pencapaian yang bisa membantu anda dalam mendirikan sebuah bisnis dan pengelolaannya.</p>
<p>&#160;<strong>6.&#160; Gaya Bekerja Ideal Anda</strong></p>
<p>Gaya bekerja seperti apakah yang anda inginkan? Apakah <em>full-time</em>, <em>part-time</em>, dari rumah, di belakang layar, atau berinteraksi dengan banyak orang? Cermati gaya bekerja yang menurut anda paling cocok dan ini bisa membantu anda dalam menentukan jenis usaha yang paling sesuai.</p>
<p>Cara lain melihat bagian ini adalah, sejauh mana anda mau mengambil resiko? Anda mungkin menginginkan memulai bisnis dengan resiko yang relatif rendah.</p>
<p>&#160;<strong>7. Manifesto Anda</strong></p>
<p>Ini adalah misi pribadi anda, nilai-nilai yang anda yakini dan hal-hal yang memotivasi anda untuk maju. Tulislah semua itu dalam sebuah pernyataan (maksimum satu halaman). Untuk menulis manifesto, anda sebaiknya memasukkan seluruh temuan anda di langkah 1 sampai 6, dan merangkumnya&#160; menjadi sebuah pernyataan prinsip dan prioritas yang jelas</p>
<p>Sebagai contoh, berikut manifesto saya dalam membuka usaha sendiri:</p>
<blockquote><p>Saya meyakini bahwa bekerja adalah sebuah kebebasan untuk mencapai cita-cita. Bekerja bukanlah untuk memperkaya bisnis orang lain ataupun menggantungkan hidup pada atasan. Bekerja adalah kebebasan yang memberikan kemerdekaan untuk mengatur waktu, menentukan dengan siapa saya bekerja, dan menentukan bagaimana saya menjalini hidup.</p>
<p>Berusaha sendiri merupakan manifestasi keyakinan saya terhadap kebenaran Hadist Nabi (saw) yang mengatakan bahwa 9 dari 10 pintu rejeki adalah melalui jalur perniagaan.</p>
<p>Adalah keinginan saya untuk membentuk lingkungan kerja di mana para karyawan merasa sebagai keluarga dan mempunyai tujuan yang sama, saling menghargai, dan saling mempercayai. Saya ingin menciptakan suasana kerja yang adil, jujur, dan transparan, sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama.</p>
<p>Merupakan sebuah kepuasan dan pencapaian yang membanggakan bagi saya untuk bisa membuka lapangan kerja dan memberikan peluang kepada orang lain untuk mencari rejeki melalui usaha yang saya dirikan.</p>
</blockquote>
<p>&#160;<strong>8. Langkah-Langkah Utama Untuk Mencapai Cita-Cita Anda</strong></p>
<p>Bagian ini merupakan langkah di mana anda harus mengembangkan langkah-langkah aksi (action plan) dari temuan anda di langkah 1 sampai 7.</p>
<p>Pada titik ini, anda sudah mengetahui ke mana arah yang anda inginkan, keahlian apa yang anda miliki, dan gaya bekerja seperti apa yang sesuai dengan anda.</p>
<p>Buatlah daftar yan isinya berupa langkah-langkah yang akan anda lakukan untuk merealisasikan Rencana-Hidup yang anda buat di atas.</p>
<p>&#160;</p>
<h4><strong>Menerapkan Rencana-Hidup Anda</strong></h4>
<p>Sangat dianjurkan untuk mencetak rencana hidup yang anda buat dan menaruhnya di lokasi yang mudah terbaca. Dengan demikian anda akan terus diingatkan akan apa yang anda ingin raih dan apa yang harus anda lakukan.</p>
<p>Idealnya, anda memeriksa rencana hidup anda secara rutin. Untuk mengukur pencapaian dan melakukan perubahan dan penambahan yang diperlukan. Tidak mengapa jika ada hal-hal yang anda ingin rubah dalam rencana hidup anda. Hidup itu dinamis, dan begitu pula seharunya rencana hidup yang anda buat.</p>
<p>Gunakan rencana hidup anda sebagai landasan untuk mengambil keputusan strategis—termasuk pasar yang ingin anda masuki, bisnis model yang akan diterapkan, dan jenis usaha yang akan diambil, apakah dengan banyak karyawan, sedikit karyawan, atau dengan bekerja sendi<br />
ri.</p>
<p>Namun yang paling penting, Rencana-Hidup anda akan memposisikan anda untuk melakukan hal-hal yang anda CINTAI, dan ini akan membuat anda selalu maksimal sebagai seorang pengusaha.</p>
<p>&#160;</p>
<p><em>Bersambung….</em></p>
<p><em></em></p>
<p><a href="http://www.startupnation.com/documents/templates/Life-Plan-Template-StartupNation.doc">*Download template Rencana-Hidup (Bahasa Inggris)</a></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://adityafajar.com/2010/01/10/alamat-email-dengan-nama-domain-sendiri/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Alamat Email Dengan Nama Domain Sendiri'>Alamat Email Dengan Nama Domain Sendiri</a> <small> Sering saya temui usaha-usaha kecil yang mempunyai domain sendiri...</small></li>
<li><a href='http://adityafajar.com/2010/02/03/4-software-esensial-untuk-usaha-rumahan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 4 Software Esensial Untuk Usaha Rumahan'>4 Software Esensial Untuk Usaha Rumahan</a> <small> Rasanya tidak mungkin bagi sebuah usaha untuk beroperasi tanpa...</small></li>
<li><a href='http://adityafajar.com/2010/01/03/3-hal-mudah-mengelola-keuangan-usaha/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Hal Mudah Mengelola Keuangan Usaha'>3 Hal Mudah Mengelola Keuangan Usaha</a> <small>Lancarnya sebuah usaha akan banyak bergantung kepada pengelolaan keuangan yang...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adityafajar.com/2009/05/23/10-langkah-untuk-membuka-usaha-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
