
Ada kalanya produk yang kita jual terlihat tidak begitu menguntungkan. Kalau sudah begini maka mau-tidak-mau, kita harus putar otak agar profit yang didapat bisa dipertahankan, atau malah ditingkatkan.
Untuk mempertahankan profit bisa dengan berbagai cara, dan setidaknya ada tiga cara mudah yang bisa anda lakukan untuk mempertahankan keuntungan usaha.
1. Subsidi Silang
Subsidi silang dimaksudkan dengan memberikan “bantuan” profit dari produk yang lebih menguntungkan ke produk yang kurang menguntungkan. Misalnya begini:
- Produk tas modalnya Rp100 ribu dan ternyata hanya bisa dijual Rp140 ribu. Padahal kita menginginkan agar tas ini terjual Rp. 150 ribu. Ada selisih Rp10 ribu yang tidak tercapai.
- Produk dompet modalnya Rp50 ribu, dan rencananya kita jual Rp60 ribu. Karena produk ini kualitasnya bagus, maka kalau dijual lebih tinggipun tidak apa-apa. Maka untuk menutupi kekurangan di tas, kita jual dompet ini seharga Rp70 ribu.
- Dengan demikian dompet tetap untung Rp10 ribu (sesuai rencana) dan kekurangan Rp10 ribu pada tas juga tertutupi.
Sebagai tambahan, ada baiknya juga kita memvariasikan produk-produk untuk subsidi silang profit. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar harga jual produk tetap kompetitif.
Kalau menggunakan contoh di atas, jangan dompet terus yang mensubsidi tas, tapi ada kalanya tas yang mensubsidi dompet. Atau kombinasi profit antara ikat pinggang dan sepatu untuk subsidi tas, dan seterusnya.
2. Menjual Secara Paket
Tidak jarang sebuah produk terlihat kurang peminatnya ketika dijual sebagai produk terpisah. Namun ketika kita menggabungkannya dengan produk lain, calon pembeli melihatnya sebagai penawaran yang tidak boleh dilewatkan.
Menggabungkan dua produk dalam satu paket bisa menjadi teknik dagang yang cukup sukses. Teknik ini banyak digunakan oleh para produsen produk-produk rumah tangga seperti sabun cuci, shampo, pembersih lantai, dan sebagainya. Contoh aplikasinya adalah beli pembersih lantai berhadiah detergen mungil.
Kita pun bisa menggunakan teknik yang sama untuk menarik perhatian calon pembeli. Katakan saja kita menjual perlengkapan sekolah. Calon pembeli mungkin melihat buku tulis yang kita jual satuan harganya sama saja dengan toko-toko lainnya. Begitu pula dengan alat tulisnya.
Namun jika kita menawarkan buku tulis berhadiah alat tulis (atau dapat diskon untuk pembelian alat tulis), calon pembeli melihatnya sebagai penawaran yang cukup bagus. Paling tidak ini bisa menarik perhatian mereka untuk mencari tahu lebih jauh.
Namun demikian, ada kekurangan yang dimiliki sistem paket, yaitu potensi profit yang relatif lebih rendah dibandingkan jika produk dijual terpisah.
Misalnya, kita bisa mendapatkan profit Rp1,000 dan Rp500 dari setiap buku dan pensil yang kita jual satuan. Namun dalam sistem paket, kita mungkin hanya mendapatkan total profit Rp1,300 per paketnya.
Hal tersebut umumnya disebabkan oleh harga jual paket yang lebih rendah dibandingkan dengan penggabungan harga satuan. Namun ini wajar, karena kalau tidak begitu, konsumen sama saja membeli barang yang dimaksud secara terpisah.
3. Point Reward
Point reward adalah salah satu cara produsen menarik konsumen untuk terus berbelanja. Sistem point reward memberi kesempatan pada konsumen untuk “menabung” poin yang nantinya bisa digunakan untuk mendapatkan berbagai hadiah atau diskon.
Bagi usaha kecil dan rumahan, sistem point reward bisa diterapkan sebagai nilai tambah yang cukup menarik. Bentuk hadiah atau diskon yang nantinya diberikan tentunya disesuaikan dengan kemampuan kita.
Saya pribadi menyukai sistem point reward berjenjang. Misalnya sudah mengumpulkan poin 10 dapat di tukar dengan hadiah X, poin 20 dapat Y, poin 30 diskon Z% dan seterusnya.
Sistem poin reward bisa dimulai dengan kupon sederhana. Pada pembelian pertama konsumen diberi kupon yang sudah diberi cap, dan untuk pembelian berikutnya konsumen berhak mendapatkan cap lagi. Untuk mengatur jumlah cap, kita bisa menerapkan ketentuan minimum pembelian.
Keuntungan sistem point reward adalah kita bisa mengakumulasikan profit untuk diputar kembali sebagai modal secara lebih cepat ketimbang penjualan biasa. Selain itu kita juga bisa memanfaatkan sistem point reward untuk mempromosikan produk yang kurang diminati.
* * *
Demikian tiga cara mudah, dan hampir tanpa biaya, yang anda bisa terapkan untuk mempertahankan profit usaha. Dengan perubahan sederhana dalam pemasaran, anda sudah sudah bisa menghadirkan berbagai penawaran yang terlalu bagus untuk dilewatkan ![]()
Salam sukes! ![]()
Related posts:
- 13 Cara Murah, Meriah, dan Mudah Belajar Bahasa Inggris Bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Namun tidak sedikit...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
February 10th, 2010
Aditya Fajar 1,300 views
Posted in 





