
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Infotainment vs Luna Maya, Arogansi &#8220;Jurnalistik&#8221;?</title>
	<atom:link href="http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/</link>
	<description>CONVERSATIONS ABOUT SMALL BUSINESS AND RELATIONSHIP</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2010 16:35:04 -0400</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: Aditya Fajar</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/comment-page-1/#comment-119</link>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 15:56:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/#comment-119</guid>
		<description>Halo Mas Iwan, makasih atas inputnya. Saya setuju dengan Mas Iwan bahwa mereka bukanlah jurnalis. Judul saya lebih berupa sindiran kepada &quot;wartawan&quot; (pakai tanda kutip loh) infotainment. :)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya juga sudah merubah posting saya sehingga lebih pas dengan pandangan saya dan teman-teman jurnalis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Thanks.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Mas Iwan, makasih atas inputnya. Saya setuju dengan Mas Iwan bahwa mereka bukanlah jurnalis. Judul saya lebih berupa sindiran kepada &#8220;wartawan&#8221; (pakai tanda kutip loh) infotainment. <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Saya juga sudah merubah posting saya sehingga lebih pas dengan pandangan saya dan teman-teman jurnalis.</p>
<p>Thanks.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iwanrush</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/comment-page-1/#comment-118</link>
		<dc:creator>iwanrush</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 07:27:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/#comment-118</guid>
		<description>Maaf mas...&lt;br&gt;Saya seorang Jurnalis Televisi... Saya tidak melihat ada arogansi Jurnalistik di sini.. lebih tepat kalau disebut &#039;arogansi media infotaiment&#039;. Kenapa begitu..? karena kami tidak pernah mau disamakan dengan pekerja infotainment... Kami bekerja mencari dan menyiarkan berita dengan cara yang sesuai dengan kaidah dan aturan yang diatur dalam UU pasal 6 Kode Etik Jurnalistik . Kami tidak mencari apalagi menyiarkan berita yang sifatnya masih &#039;dipertanyakan&#039; kebenaran dan faktanya alias gosip. Naudzubillah... &lt;br&gt;Sekedar info buat anda, sampai saat ini kami yang tergabung dalam IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) tidak pernah menyetujui infotainment masuk kedalam kategori jurnalis Televisi (..walau mereka membawa kamera standar TV).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Terima kasih..&lt;br&gt;&lt;br&gt;ps : No offensive lho...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf mas&#8230;<br />Saya seorang Jurnalis Televisi&#8230; Saya tidak melihat ada arogansi Jurnalistik di sini.. lebih tepat kalau disebut &#39;arogansi media infotaiment&#39;. Kenapa begitu..? karena kami tidak pernah mau disamakan dengan pekerja infotainment&#8230; Kami bekerja mencari dan menyiarkan berita dengan cara yang sesuai dengan kaidah dan aturan yang diatur dalam UU pasal 6 Kode Etik Jurnalistik . Kami tidak mencari apalagi menyiarkan berita yang sifatnya masih &#39;dipertanyakan&#39; kebenaran dan faktanya alias gosip. Naudzubillah&#8230; <br />Sekedar info buat anda, sampai saat ini kami yang tergabung dalam IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) tidak pernah menyetujui infotainment masuk kedalam kategori jurnalis Televisi (..walau mereka membawa kamera standar TV).</p>
<p>Terima kasih..</p>
<p>ps : No offensive lho&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aditya Fajar</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/comment-page-1/#comment-189</link>
		<dc:creator>Aditya Fajar</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 03:56:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/#comment-189</guid>
		<description>Halo Mas Iwan, makasih atas inputnya. Saya setuju dengan Mas Iwan bahwa mereka bukanlah jurnalis. Judul saya lebih berupa sindiran kepada &quot;wartawan&quot; (pakai tanda kutip loh) infotainment. :)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya juga sudah merubah posting saya sehingga lebih pas dengan pandangan saya dan teman-teman jurnalis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Thanks.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Mas Iwan, makasih atas inputnya. Saya setuju dengan Mas Iwan bahwa mereka bukanlah jurnalis. Judul saya lebih berupa sindiran kepada &#8220;wartawan&#8221; (pakai tanda kutip loh) infotainment. <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Saya juga sudah merubah posting saya sehingga lebih pas dengan pandangan saya dan teman-teman jurnalis.</p>
<p>Thanks.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iwanrush</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/comment-page-1/#comment-188</link>
		<dc:creator>iwanrush</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 19:27:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/#comment-188</guid>
		<description>Maaf mas...&lt;br&gt;Saya seorang Jurnalis Televisi... Saya tidak melihat ada arogansi Jurnalistik di sini.. lebih tepat kalau disebut &#039;arogansi media infotaiment&#039;. Kenapa begitu..? karena kami tidak pernah mau disamakan dengan pekerja infotainment... Kami bekerja mencari dan menyiarkan berita dengan cara yang sesuai dengan kaidah dan aturan yang diatur dalam UU pasal 6 Kode Etik Jurnalistik . Kami tidak mencari apalagi menyiarkan berita yang sifatnya masih &#039;dipertanyakan&#039; kebenaran dan faktanya alias gosip. Naudzubillah... &lt;br&gt;Sekedar info buat anda, sampai saat ini kami yang tergabung dalam IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) tidak pernah menyetujui infotainment masuk kedalam kategori jurnalis Televisi (..walau mereka membawa kamera standar TV).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Terima kasih..&lt;br&gt;&lt;br&gt;ps : No offensive lho...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf mas&#8230;<br />Saya seorang Jurnalis Televisi&#8230; Saya tidak melihat ada arogansi Jurnalistik di sini.. lebih tepat kalau disebut &#39;arogansi media infotaiment&#39;. Kenapa begitu..? karena kami tidak pernah mau disamakan dengan pekerja infotainment&#8230; Kami bekerja mencari dan menyiarkan berita dengan cara yang sesuai dengan kaidah dan aturan yang diatur dalam UU pasal 6 Kode Etik Jurnalistik . Kami tidak mencari apalagi menyiarkan berita yang sifatnya masih &#39;dipertanyakan&#39; kebenaran dan faktanya alias gosip. Naudzubillah&#8230; <br />Sekedar info buat anda, sampai saat ini kami yang tergabung dalam IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) tidak pernah menyetujui infotainment masuk kedalam kategori jurnalis Televisi (..walau mereka membawa kamera standar TV).</p>
<p>Terima kasih..</p>
<p>ps : No offensive lho&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sheila</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/comment-page-1/#comment-117</link>
		<dc:creator>sheila</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 04:42:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/#comment-117</guid>
		<description>sudah gak usah di per besar2kn....nma ya jg manusia yang tak luput dari kehilafan. . . . . . .
ya menurut sya sling lah meminta maaf sesama ya. . .
kan . . . . gak smua ya luna yang slah . . . . .
mngkin luna bgtu krena trlalu didsak2. . .ykan?????????????????????????????????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sudah gak usah di per besar2kn&#8230;.nma ya jg manusia yang tak luput dari kehilafan. . . . . . .<br />
ya menurut sya sling lah meminta maaf sesama ya. . .<br />
kan . . . . gak smua ya luna yang slah . . . . .<br />
mngkin luna bgtu krena trlalu didsak2. . .ykan?????????????????????????????????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sparrow</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/comment-page-1/#comment-116</link>
		<dc:creator>sparrow</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 06:56:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/#comment-116</guid>
		<description>damai aja lah.....daripada ngabisin dana dan waktu...., bukankah kata maaf jatuhnya lebih indah daripada harus berakhir perseteruan....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>damai aja lah&#8230;..daripada ngabisin dana dan waktu&#8230;., bukankah kata maaf jatuhnya lebih indah daripada harus berakhir perseteruan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anna</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/comment-page-1/#comment-115</link>
		<dc:creator>anna</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 15:58:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/#comment-115</guid>
		<description>setuju......arogan banget PWI....hrsnya introspeksi diri donk pekerja infotainment yg ingin diakui sbg wartawan juga ini....go LUNA...kita test di pengadilan aja...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju&#8230;&#8230;arogan banget PWI&#8230;.hrsnya introspeksi diri donk pekerja infotainment yg ingin diakui sbg wartawan juga ini&#8230;.go LUNA&#8230;kita test di pengadilan aja&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Samirun</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/comment-page-1/#comment-114</link>
		<dc:creator>Samirun</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 06:59:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/#comment-114</guid>
		<description>Yes, setuju Luna Maya hanyalah manusia yg boleh melampiaskan emosinya, seberapa kasar emosinya, itu haknya Luna Maya.
Bagusnya PWI dikarantina saja...kalau perlu dibubarkan saja...Tampaknya PWI hanya mau memperlihatkan powernya saja yg tentunya mungkin UUD (ujung-ujungnya Duit).
He..he...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yes, setuju Luna Maya hanyalah manusia yg boleh melampiaskan emosinya, seberapa kasar emosinya, itu haknya Luna Maya.<br />
Bagusnya PWI dikarantina saja&#8230;kalau perlu dibubarkan saja&#8230;Tampaknya PWI hanya mau memperlihatkan powernya saja yg tentunya mungkin UUD (ujung-ujungnya Duit).<br />
He..he&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sunardi</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/comment-page-1/#comment-113</link>
		<dc:creator>sunardi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 02:22:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/#comment-113</guid>
		<description>Saya tidak mendukung apa yang diucapkan Luna di statusnya. Tapi saya mendukung kebebasannya untuk mengemukakan perasaannya. Bukankah twitternya adalah ranah pribadi? Sementara apa yang diungkapkan oleh Infotainment adalah ranah publik.

Seperti halnya Prita, Luna adalah simbol. Kalau simbol ini dimatikan, maka seluruh keterwakilan dari simbol ini juga akan ikut terberangus.
Semakin besar kasus ini dikembangkan, berarti semakin besar kemungkinan Infotainment bunuh diri secara publik. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak mendukung apa yang diucapkan Luna di statusnya. Tapi saya mendukung kebebasannya untuk mengemukakan perasaannya. Bukankah twitternya adalah ranah pribadi? Sementara apa yang diungkapkan oleh Infotainment adalah ranah publik.</p>
<p>Seperti halnya Prita, Luna adalah simbol. Kalau simbol ini dimatikan, maka seluruh keterwakilan dari simbol ini juga akan ikut terberangus.<br />
Semakin besar kasus ini dikembangkan, berarti semakin besar kemungkinan Infotainment bunuh diri secara publik. <img src='http://adityafajar.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: suka damai</title>
		<link>http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/comment-page-1/#comment-112</link>
		<dc:creator>suka damai</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 23:31:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://adityafajar.com/2009/12/19/infotainment-vs-luna-maya-arogansi-jurnalistik/#comment-112</guid>
		<description>Bener banget. saya setuju. meski kata2 yg diucapkan luna maya di twitter itu sounds rude, tapi luna maya tetaplah manusia biasa dengan segala kekurangannya, yg juga bisa kesal dan marah kalau kehidupan pribadinya terus menerus diusik dan diberitakan dengan tidak benar.
Wartawan, khususnya infotainment juga bukanlah “malaikat” yg selalu benar dan tidak pernah salah. Apakah selama ini “cara kerja” wartawan infotainment sudah benar dalam mencari berita dan memenuhi kode etik?
Selama ini yg saya liat ditayangan2 infotaiment, cara kerja wartawan gosip sudah seperti “detektif” dalam mencari berita, menyatroni rumah nara sumber seharian, mencari info dari seluruh anggota keluarga artis, tetangga, mendesak artis untuk menjawab pertanyaan2 mereka,mengejar2 artis tersebut sampai mereka merasa tidak nyaman, memberitakan mereka dengan hal2 yg berbau gosip, membuka aib, kadang maaf, berbau fitnah dan adu domba.
Apalagi kalo si wartawan gosip “sudah gak suka” sama satu artis, si artis bisa diberitakan habis2an di infotainment. kadang2 juga wartawan gosip “gak mau tahu” bagaimana kondisi artis/nara sumber yg sedang mereka wawancarai. Mungkin si artis/ nara sunber sedang tidak mood, sedih, lagi berduka, marah, kecewa, sakit, tidak sehat, ingin privasi, dsb yg sedang butuh istirahat, ketenangan, dan waktu, tapi wartawan gosip seolah tidak perduli.
Pokoke, kapanpun si wartawan gosip butuh berita dan ingin wawancara, si artis/ nara sumber harus selalu siap dan harus tetap ramah melayani wartawan. Seolah olah, mereka tidak perduli, bagaimana perasaan si artis dan keluarganya di gosipkan dan di beritakan yg tidak benar/ buruk atau aib keluarga mereka di angkat di publik dan diketahui oleh seluruh orang di Indonesia!!!
Seharusnya wartawan gosip juga instropeksi diri, apakah selama ini cara kerja mereka sudah benar, santun dan memenuhi kode etik?
Kita harus ingat,segala yg kita lakukan harus proporsional. profesional, tapi juga tidak mengabaikan nilai2 kemanusian, moral dan etika dalam bekerja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bener banget. saya setuju. meski kata2 yg diucapkan luna maya di twitter itu sounds rude, tapi luna maya tetaplah manusia biasa dengan segala kekurangannya, yg juga bisa kesal dan marah kalau kehidupan pribadinya terus menerus diusik dan diberitakan dengan tidak benar.<br />
Wartawan, khususnya infotainment juga bukanlah “malaikat” yg selalu benar dan tidak pernah salah. Apakah selama ini “cara kerja” wartawan infotainment sudah benar dalam mencari berita dan memenuhi kode etik?<br />
Selama ini yg saya liat ditayangan2 infotaiment, cara kerja wartawan gosip sudah seperti “detektif” dalam mencari berita, menyatroni rumah nara sumber seharian, mencari info dari seluruh anggota keluarga artis, tetangga, mendesak artis untuk menjawab pertanyaan2 mereka,mengejar2 artis tersebut sampai mereka merasa tidak nyaman, memberitakan mereka dengan hal2 yg berbau gosip, membuka aib, kadang maaf, berbau fitnah dan adu domba.<br />
Apalagi kalo si wartawan gosip “sudah gak suka” sama satu artis, si artis bisa diberitakan habis2an di infotainment. kadang2 juga wartawan gosip “gak mau tahu” bagaimana kondisi artis/nara sumber yg sedang mereka wawancarai. Mungkin si artis/ nara sunber sedang tidak mood, sedih, lagi berduka, marah, kecewa, sakit, tidak sehat, ingin privasi, dsb yg sedang butuh istirahat, ketenangan, dan waktu, tapi wartawan gosip seolah tidak perduli.<br />
Pokoke, kapanpun si wartawan gosip butuh berita dan ingin wawancara, si artis/ nara sumber harus selalu siap dan harus tetap ramah melayani wartawan. Seolah olah, mereka tidak perduli, bagaimana perasaan si artis dan keluarganya di gosipkan dan di beritakan yg tidak benar/ buruk atau aib keluarga mereka di angkat di publik dan diketahui oleh seluruh orang di Indonesia!!!<br />
Seharusnya wartawan gosip juga instropeksi diri, apakah selama ini cara kerja mereka sudah benar, santun dan memenuhi kode etik?<br />
Kita harus ingat,segala yg kita lakukan harus proporsional. profesional, tapi juga tidak mengabaikan nilai2 kemanusian, moral dan etika dalam bekerja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
