Does size matter? Pertanyaan ini kerap kali muncul dan jawabannya acapkali membingungkan. Ada yang bilang ukuran bukan menjadi masalah. Tapi banyak juga yang berpendapat bahwa itu merupakan hal yang penting. Jadi gimana dong ya?
Walau mungkin ada yang malu untuk mengakuinya, tapi bagi kebanyakan cowok, ukuran merupakan topik yang menarik. Karena topik ini berkaitan dengan kebanggaannya sebagai seorang cowok. Apalagi kalau dihubung-hubungkan dengan topik “memuaskan pasangan”.
Saya pribadi berpendapat bahwa ukuran itu ada pengaruhnya, dan selama kita tahu bagaimana menggunakannya. Karena sebagus apapun sebuah fitur, tentu tidak akan optimum hasilnya kalau kita tidak bisa memanfaatkan fitur tersebut dengan baik.
Jadi kalau ditanya, Does size matter? Maka jawaban saya adalah, Yes, but only when you know how to use it wisely.
Lalu mengapa ukuran masih saja menjadi momok bagi para cowok dan menjadi bahan gunjingan bagi para cewek? Setidaknya ada 5 penyebabnya.
1. Cara pandang cowok terhadap ukuran itu sendiri. Banyak cowok yang memandang lebih itu baik dan menjadikannya sebagai faktor penentu keberhasilan dan keunggulan. Sehingga tak heran kalau ada cowok yang bangga punya punya ukuran lebih karena merasa unggul dari cowok-cowok lainnya.
Ketika ukuran diposisikan sedemikian tinggi dalam kehidupan sebagai seorang cowok, maka hal tersebut dapat mengusik kepercayaan diri cowok-cowok lain yang ukurannya cukup. Sehingga ada diantara mereka yang berusaha untuk mendapatkan ukuran lebih dengan berbagai cara.
2. Fantasi terhadap kenikmatan. Ada anggapan bahwa ukuran lebih akan membawa kenikmatan lebih pula. Padahal kenikmatan sangatlah subjektif dan tidak bisa diukur secara pasti. Karena subjektifitasnya, maka tiap orang akan mempersepsikan kenikmatan secara berbeda-beda.
Ada pernyataan-pernyataan yang mengklaim bahwa ukuran lebih akan membawa kenikmatan lebih pula. Padahal kalau dicermati lagi, kebanyakan dari pernyataan-pernyataan tersebut adalah pernyataan yang dilebih-lebihkan. Sehingga kalau ada orang atau iklan yang menyatakan demikian, maka bisa dianggap sebagai misleading.
3. Ucapan cewek yang bilang size does matter. Ucapan seperti ini ada benarnya, karena mau tidak mau ukuran akan mempengaruhi intensitas sentuhan yang diberikan. Tapi ingat, ukuran hanyalah satu dari sekian faktor yang bisa membuat seorang cewek puas. Saya percaya bahwa kepuasan yang diraih seorang cewek lebih banyak dipengaruhi oleh teknik dan bukan ukuran.
Di samping itu, jika ada seorang cewek yang menekankan bahwa ukuran adalah hal penting, kemungkinan besar cewek tersebut sudah pernah berganti pasangan. Karena logikanya, kenikmatan dari ukuran hanya bisa dibandingkan dari praktek dan bukan dari sekedar ucapan.
4. Kurangnya apresiasi terhadap diri sendiri. Kurangnya rasa percaya diri seringkali menyebabkan seseorang untuk merendahkan dirinya sendiri termasuk dalam soal ukuran. Memang ada kasus-kasus di mana ukuran seseorang di bawah ukuran lazim. Tapi itu lebih cocok dikategorikan sebagai kondisi medis. Sedangkan ukuran kebanyakan orang berada di kisaran ukuran yang sama.
Kalau kita membandingkan ukuran dengan ras-ras tertentu, maka ini adalah perbandingan yang sia-sia. Karena desain dasar ras satu dengan ras yang lainnya memang berbeda. Jadi berharap-harap bisa seperti ukuran ras tertentu bukanlah tindakan yang realistis.
5. Memandang seks hanya sebatas seks. Orang yang terlalu mempermasalahkan ukuran, biasanya adalah orang yang memandang seks hanya sebatas seks. Padahal seks sejatinya hanyalah sebuah proses untuk mencapai kebahagiaan dan ketenangan hati bersama pasangan.
Ini bukan berarti seks tidak penting, tetapi terlalu mengasosiasikan ukuran dengan kepuasan adalah pemikiran yang sempit. Karena bagi pasangan kita, kepuasan tidak harus diraih dengan ukuran yang lebih. Yang standard pun bisa asal tekniknya tepat. Jadi, punya ukuran lebih tapi tekniknya kurang malah jadi pemborosan kan? He..he..he.. ![]()
Does size matter? Pada level tertentu iya, tapi bukanlah tolok ukur kepuasan. Selama kita tahu teknik penggunaan yang baik, maka kepuasan bisa diraih dengan ukuran standard sekalipun. Sedangkan ukuran bisa jadi masalah kalau kita memandang dan memperlakukannya secara tidak proposional.
Daripada pusing melebih-lebihkan ukuran, bukankah lebih baik mencari ilmu bagaimana mengoptimumkan yang sudah ada sehingga hasilnya lebih maksimal? ![]()
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
July 1st, 2009
Aditya Fajar 1,002 views
Posted in 






