Archive for June, 2009

Empati Dengan Hewan Dagangan

Mother and ducklingsDua hari yang lalu yang bersama Tarie, isteri saya, jalan-jalan ke Jatinegara untuk mencari beberapa keperluan. Setelah menemukan yang dicari, saya kemudian bersiap-siap pulang ke rumah.

Ketika sampai di area parkir, saya melihat seorang pedagang bebek membawa muatannya. Pertama kali melihatnya, saya berdecak kagum. Begitupun dengan Tarie. Karena dalam satu motor ada banyak sekali bebek yang diangkut. Mirip-mirip pedagang ayam yang bisa membawa puluhan ekor dalam satu kali angkut.

Sambil naik motor pulang, saya dekati motor pedagang bebek tersebut untuk bisa melihat lebih jelas.  Namun tak lama kemudian rasa kagum saya berubah menjadi rasa iba kepada bebek-bebek tersebut, karena saya merasa mereka sedang menderita.

Bahkan saya lihat ada bebek yang terkulai lemas (sepertinya sudah mati), karena kepalanya berada tepat di samping mesin motor. Saya hanya bisa membayangkan apa yang dirasakan sang bebek. Kasihan sekali melihatnya.

Lebih jauh, kalau memang benar bebek tersebut mati dengan cara seperti itu, maka haram hukumnya untuk dimakan karena sudah menjadi bangkai.

(more…)

Apakah Profit Menjadi Tujuan Bisnis Anda?

IMG_5442Dalam menjalankan sebuah bisnis, hal yang paling sering terlintas dalam benak kebanyakan orang adalah keuntungan (profit). Profit merupakan hal mendasar dari setiap aktivitas niaga sehingga wajar jika setiap orang menginginkannya.

Namun demikian, kita patut memikirkan kembali pandangan kita terhadap profit itu sendiri. Apakah profit menjadi tujuan kita berbisnis? Atau profit merupakan efek dari aktivitas bisnis?

Profit layaknya pisau bermata dua. Di satu sisi bisa memotivasi kita untuk lebih kreatif dan efisien, tapi di sisi lain bisa menjebak para pelaku bisnis ke dalam dimensi keserakahan.

Rasanya cukup adil jika saya bilang dari semua peraturan dan perundangan niaga yang ada, sedikit banyak, ditujukkan untuk mengendalikan nafsu para pelaku bisnis untuk tidak mengeksploitasi segala kemungkinan demi kepentingan profit semata.

Bagi usaha kecil sendiri, profit tetap harus menjadi salah satu target pencapaian, namun bukan untuk dijadikan sebuah tujuan dalam berbisnis. Mengapa? Karena ketika profit diposisikan sebagai tujuan, maka bisnis tersebut menjadi rentan terhadap godaan-godaan yang mengajak kita untuk mengkesampingkan nilai-nilai keadilan dan prinsip saling menguntungkan antara produsen dan konsumen. Dalam arti lain, kita mudah untuk jadi serakah.

Lalu apa yang sebaiknya dijadikan tujuan?

(more…)

Kenapa Laki-Laki Harus Lebih Sayang

you're adorable ResizedDalam setiap hubungan antara pria dan wanita, akan ada masa-masa di mana perbedaan menjadi pemicu ketegangan di antara keduanya. Mulai dari perbedaan pendapat, perbedaan perspepsi, sampai dengan perbedaan perasaan.

Kala bersitegang, sebuah pasangan akan menjadi individu-individu yang mementingkan dirinya sendiri dan mengedepankan keegoisan masing-masing. Sang wanita menjadi judes dan ketus dan sang pria menjadi kasar dan keras.

Adalah sebuah penyesalan apabila ketegangan yang terjadi malah membawa keduanya pada sebuah akhir. Perbedaan yang seharusnya membawa perubahan positif, dijadikan alasan untuk lebih memilih melangkah di jalannya masing-masing.

(more…)

Tepatkah Bisnis “Loe Mau Gue Ada”?

Good morning BrandenburgKetika kita memupuk niat untuk berwirausaha, maka akan tumbuh dalam diri kita dorongan untuk melihat dunia dalam perspektif yang berbeda.

Yang tadinya berkutat di seputar gaji atau mencari lowongan pekerjaan, berubah menjadi sebuah dunia yang penuh dengan peluang. Kita pun akan termotivasi untuk mencari informasi dan mengolah akal untuk bisa mewujudkan peluang-peluang tersebut menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan.

Peluang layaknya sebuah harapan yang memberi kita semangat untuk maju. Namun kita perlu menyikapi peluang dengan lebih berhati-hati. Karena dengan jumlah peluang yang begitu banyak, kita bisa kehilangan fokus dan dapat merubah orientasi kita dalam berwirausaha.

Dari pengalaman pribadi dan kisah orang-orang yang pernah saya temui, terbukanya berbagai peluang terkadang membuat kita menjadi terlalu “semangat”. Dalam artian, peluang ini diambil, peluang itu diambil, tanpa pertimbangan yang baik akan kemampuan untuk menggarap peluang-peluang tersebut. Kalau sudah begini, biasanya kita akan masuk ke dalam model bisnis Lumugada, Loe Mau Gue Ada.

(more…)