Dua hari yang lalu yang bersama Tarie, isteri saya, jalan-jalan ke Jatinegara untuk mencari beberapa keperluan. Setelah menemukan yang dicari, saya kemudian bersiap-siap pulang ke rumah.
Ketika sampai di area parkir, saya melihat seorang pedagang bebek membawa muatannya. Pertama kali melihatnya, saya berdecak kagum. Begitupun dengan Tarie. Karena dalam satu motor ada banyak sekali bebek yang diangkut. Mirip-mirip pedagang ayam yang bisa membawa puluhan ekor dalam satu kali angkut.
Sambil naik motor pulang, saya dekati motor pedagang bebek tersebut untuk bisa melihat lebih jelas. Namun tak lama kemudian rasa kagum saya berubah menjadi rasa iba kepada bebek-bebek tersebut, karena saya merasa mereka sedang menderita.
Bahkan saya lihat ada bebek yang terkulai lemas (sepertinya sudah mati), karena kepalanya berada tepat di samping mesin motor. Saya hanya bisa membayangkan apa yang dirasakan sang bebek. Kasihan sekali melihatnya.
Lebih jauh, kalau memang benar bebek tersebut mati dengan cara seperti itu, maka haram hukumnya untuk dimakan karena sudah menjadi bangkai.
June 18th, 2009
Aditya Fajar
Posted in









