Cantik Tapi Jahat atau Jelek Tapi Baik?

Let the Sunshine!

Kalau bicara soal kecantikan, saya sering diberi pilihan cantik tapi jahat atau jelek tapi baik. Terus terang ini bukan pilihan yang bagus untuk saya. Karena dalam mencari pasangan, tentu saya akan memilih yang cantik-cantik dan melewatkan yang saya anggap kurang menarik.

Saya sendiri suka heran kenapa orang memberikan pilihannya cuma dua itu.

Bagaimana kita melihat kecantikan memang berbeda-beda, dan saya punya kriteria sendiri tentang kecantikan. Tidak melulu dari penampilan fisik, tapi bukan berarti saya tidak mementingkan keindahan bentuk tubuh.

Saya juga punya kriteria sendiri tentang kebaikan cewek. Tidak melulu dari sikapnya, tapi bukan berarti saya mengabaikan karakter positif yang dimilikinya.

Oleh karenanya, pilihan cantik tapi jahat atau jelek tapi baik, menurut saya adalah pilihan-pilihan yang tidak realistis. Kedua pilihan tersebut hanyalah pilihan-pilihan yang diambil dari satu ekstrem ke ekstrem lainnya.

Kalau ada yang bilang, "mendingan yang biasa-biasa aja tapi baik hati", menurut saya sih itu cuma untuk terlihat baik. Bisa juga karena terpaksa, lantaran kalau tidak memilih itu dia dianggap cowok yang cuma mementingkan penampilan saja.

Tapi tunggu dulu, bukankah cowok memang begitu? Tertarik dari penampilan dulu baru lihat-lihat kepribadian. Saya rasa cewekpun sama. Kalau tidak begitu, buat apa Tuhan menciptakan wajah ya?

Nah, karena cuma diberi pilihan dua tadi, saya melihat ada kencenderungan untuk “memusuhi” yang cantik-cantik dan mengasihani yang biasa-biasa saja. Padahal bagi seorang cowok, memusuhi cewek-cewek cantik banyak ruginya, dan mengasihani cewek yang biasa-biasa saja malah bisa jadi bumerang.

Kalau ada cewek cantik sepertinya akan berasumsi dia itu sombong, egois, dan ini dan itu. Sedangkan kalau ada cewek yang biasa-biasa saja, kebaikan hati menjadi andalan untuk menutupi “kekurangannya”.

“Dia emang cantik, tapi kayaknya sih belagu” dan “Memang sih dia biasa-biasa saja, tapi orangnya baik banget” adalah dua komentar yang mungkin sering kita dengar. Paling tidak yang saya sering dengar.

Seorang cewek cantik bisa dimengerti kalau dia bangga dengan kecantikannya, dan cewek yang baik  tentu senang dibilang hatinya mulia. Tapi ini bukan berarti bahwa yang cantik tidak punya hati, dan yang biasa-biasa saja selalu baik.

Nah, kalau saya ditanya lagi, pilih mana cantik tapi jahat atau biasa-biasa saja tapi baik? Saya akan memilih, yang cantik dan baik saja deh. :D

Related Posts with Thumbnails

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

You can leave a response, or trackback from your own site.


  • kangen mo baca artikelnya lagi neee
  • Aditya Fajar
    @luthfie fadhillah: Lagi disiapin dulu he..he..he.. ;)
  • artikelnya sangat bagus semua...

    saya ingin meminta ijin....
    bolehkan saya mencopy artikel ini
    :D

    ==========
    oya...
    boleh ikutan tukerlink nda...
    Sudah lama loh web anda saya addlink ....

    :D
  • Aditya Fajar
    @Nadiah: yang penting mah tetap semangat nyari hehehehe

    @Angga: kalau udah sreg di hati, mau gimana juga indah aja ;)
  • emang susah cari cewek cantik tapi baik hati mas. menurut saya yang penting cocok dengan hati aj
  • Hahaha...kalo pilihannya itu sama saja dengan milih -- misalnya nih ya -- Presiden no urut 3 dengan wapres no urut 1. Ndakk bisa toch? ;)

    Lagian, gak ada manusia sempurna, so apapun pilihannya, siap2 aja dengan segala permasalahan yang menghadang.

    *kok jadi nakut2in para jomblowan dan jomblowati ya?*
blog comments powered by Disqus