Apakah Gaya Hidup Menghambat Bisnis Anda?

The Credit Card trapKetika kita memikirkan untuk punya usaha sendiri, kecemasan pertama yang acapkali terlintas adalah soal penghasilan. Dari penghasilan yang rutin didapatkan tiap bulannya, harus berubah menjadi sesuatu yang sepertinya penuh dengan ketidakpastian. Rasa cemas ini bahkan tidak jarang membuat seseorang mundur kembali dan memilih jalan yang “aman” saja.

Rasa cemas tersebut di atas sebenarnya banyak dipengaruhi oleh ketidakyakinan kita untuk merubah gaya hidup. Kebiasaan-kebiasaan yang selama ini kita lakukan telah membentuk zona nyaman yang memberikan rasa aman, kepastian, dan juga harapan.

Dengan merubah haluan, maka zona nyaman tersebut menjadi terusik dan membuat kita ragu bagaimana nantinya bisa mempertahankan kenyamanan-kenyamanan yang selama ini kita nikmati.

Merubah gaya hidup bukanlah pengalaman yang menyenangkan bagi kebanyakan orang. Terlebih lagi karena perubahan tersebut biasanya membuat mereka menjadi lebih sulit mendapatkan berbagai kemewahan hidup.

Misalnya saja soal kartu kredit. Selagi menjadi karyawan, kita bisa dengan mudah untuk gesek sana, gesek sini, karena kita tahu di akhir bulan nanti akan ada pemasukkan untuk membayar tagihan-tagihan. Tapi ketika menjadi pemilik usaha? Alih-alih gesek sana, gesek sini, penggunaan kartu kredit menjadi lebih dibatasi dan lebih dicermati pemakaiannya.

Walau mungkin banyak tidak nyamannya, namun perubahan gaya hidup biasanya akan mendidik kita untuk lebih menghargai uang. Kita menjadi lebih disiplin dan terlatih untuk mengalokasikan dana sesuai peruntukkannya. Kita lebih bisa mengontrol keinginan-keinginan impulsif, menjadi lebih berhati-hati, serta membiasakan diri untuk lebih bersabar.

Banyak yang berpendapat bahwa suksesnya sebuah usaha kecil dipengaruhi oleh strategi bisnis dan kerja kerja pemiliknya. Betul. Tapi saya ingin menambahkan bahwa kesuksesan usaha kecil juga dipengaruhi oleh gaya hidup si pemiliki usaha. Jika seorang pemilik usaha enggan merubah gaya hidupnya dan menjadi tidak adaptif terhadap tuntutan sebagai pelaku usaha, maka hampir dipastikan bisnis yang dijalaninnya menjadi sulit untuk berkembang.

Oleh karenanya perlu kita pikirkan kembali apakah gaya hidup kita selama ini sudah membantu bisnis kita untuk lebih maju, atau malah menghambat pertumbuhannya?

Related Posts with Thumbnails

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

You can leave a response, or trackback from your own site.


blog comments powered by Disqus