Setiap orang mempunyai konsep yang berbeda tentang peran suami dan isteri. Dari berbagai konsep yang ada, yang paling umum kita temui adalah suami bekerja dan isteri tinggal di rumah. Sedangkan konsep suami dan isteri bekerja juga semakin populer di masyarakat. Selain itu ada juga yang menyukai konsep suami bekerja di kantor dan isteri bekerja dari rumah. Dan yang paling jarang saya temui adalah konsep suami di rumah dan isteri bekerja.
Pemilihan sebuah konsep rumah tangga akan dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan, keyakinan, cara pandang, dan pengalaman hidup masing-masing individu. Walau mungkin kita berbeda pandangan tentang konsep mana yang terbaik, namun pada akhirnya hal tersebut kembali kepada kesepakatan antara suami dan isteri.
Konsep Rumah Tangga yang Saya Pilih
Bicara mengenai kesepakatan, saya pribadi memilih konsep suami bekerja dan isteri bekerja. Kata bekerja dalam konteks ini meliputi bekerja di kantor dan atau punya usaha sendiri. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan untuk menerapkan konsep di mana saya dan isteri melakukan usaha bersama-sama.
Alasan saya memilih konsep rumah tangga seperti ini didasari oleh pemikiran dan analisa saya yang menyimpulkan bahwa setiap individu mempunyai potensi untuk berkembang. Oleh karenanya, membiarkan isteri di rumah saja dan melakukan pekerjaan rumah tanga menurut saya malah membatasi potensi dia untuk maju.
Saya percaya, setiap isteri mempunyai sesuatu untuk dikembangkan (potensi) dan itu sebaiknya disalurkan sesuai fitrah dan kemampuan dirinya dan tidak boleh bertentangan dengan kaidah-kaidah agama. Nah, dalam pandangan saya, konsep ini cocok untuk kami karena saya tetap bisa memainkan peran sebagai pencari nafkah dan isteri saya punya aktivitas yang lebih produktif.
Selain itu ada nilai lebih yang ditawarkan oleh konsep ini, yaitu apabila terjadi sesuatu dengan sang suami, isteri yang terbiasa bekerja dari rumah bisa lebih tegar dan bisa terus mencari nafkah dengan tangannya sendiri. Sehingga dia dan anak-anak dapat terhindar dari belas kasihan dan asumsi-asumsi yang biasanya lekat dengan status janda.
Tapi mari berpikir positif saja. Isteri yang bekerja di rumah adalah isteri yang bisa produktif dan tetap memiliki kebebasan untuk mengatur waktunya. Berbeda dengan isteri yang bekerja sebagai karyawan, di mana separuh harinya akan dihabiskan untuk urusan perusahaan.
Dengan kebebasannya itu, dia dapat mengelola perannya sebagai ibu rumah tangga dan sekaligus sebagai seorang wirausahawan yang produktif.
Faktor Utama
Faktor utama untuk menerapkan konsep di atas bukanlah uang, namun dukungan. Saya berpendapat bahwa uang akan datang dengan sendirinya seiring usaha yang dilakukan. Tapi untuk bisa seperti itu, dukungan orang terdekat merupakan gerbang pembuka bagi sang isteri. Karena sejauh yang saya tahu, seorang isteri akan terbebani dan tidak akan maksimal berusaha kalau tidak mendapat dukungan dari suami.
Selain dukungan suami, dukungan sosial seperti kelompok usaha ataupun komunitas mempunyai peran yang cukup besar. Misalnya saja BundaInBiz adalah salah satu contoh komunitas yang saling mendukung anggotanya untuk bisa lebih maju.
* * *
Konsep sebuah rumah tangga berbeda-beda dari satu individu ke individu lainnya. Keputusan untuk mengadopsi konsep tersebut biasanya dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan, keyakinan, cara pandang, dan pengalaman hidup masing-masing individu.
Salah satu konsep rumah tangga yang cukup menarik adalah dengan memperbolehkan isteri bekerja dari rumah. Konsep ini memungkinkan suami untuk tetap menjalankan peranan sebagai pencari nafkah, namun di saat yang sama memberdayakan potensi isteri untuk menjadi lebih produktif.
Konsep ini belum tentu cocok dengan semua orang. Oleh karenanya, kedua pasangan perlu berdiskusi untuk menentukan konsep berumah tangga yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan hidup mereka sebagai suami-isteri.
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
May 24th, 2009
Aditya Fajar 869 views
Posted in 





