Suka-Suka Gue Aja Deh
Sat, 16 Aug 2008 | Tips | 107 views | Email This Post
Bicara soal kecantikan atau ketampanan, kita sering kali kembali kepada idealisme bahwa kecantikan atau ketampanan yang sesungguhnya adalah inner beauty. Tentu ini banyak benarnya dan tentu ini merupakan keinginan semua orang. Tapi saya berpikir begini, kalau inner beauty begitu penting, kenapa pula Tuhan menciptakan wajah? Kalau wajah sekedar untuk mengenali seseorang, mengapa ada wajah yang dibentuk lebih menarik dibanding dengan yang lainnya?
Seyogyanya wajah juga mempunyai peran yang penting dalam berbagai hal, terutama dalam mencari pasangan. Karena manusia adalah mahluk visual yang mau-tidak-mau akan mencari yang menurutnya enak untuk dilihat.
Saya rasa wajar-wajar saja kalau ada wanita mencari pria tampan dan begitu pula sebaliknya. Karena wajah merupakan tempat pertama kita menentukan apakah mau mengejar atau dikejar.
Cantik atau tampannya seseorang memang relatif dan setiap orang memiliki standarnya masing-masing. Sayangnya sekarang ini standar cantik atau tampannya seseorang banyak ditentukan oleh media. Terutama melalui berbagai tayanagan iklan yang seolah-olah mendefinisikan kecantikan/ketampanan itu seperti apa.
Tapi terlepas dari itu semua tetap saja kita akan mencari pasangan yang menurut kita menarik. Wajar kan? Karena jujur saja mendapatkan pasangan yang menarik akan membuat diri kita merasa lebih baik.
Yang jelas, kita tidak perlu ikut-ikutan punya standar yang seperti ini dan itu. Standar menarik tidaknya seseorang untuk dijadikan pasangan haruslah diri kita sendiri yang menentukan. Kenapa? Karena kalau kita mengikuti standar orang lain atau ikut seperti apa yang dibilang oleh iklan, maka kita sendiri yang pusing dan keteteran.
Saya bisa bilang begini karena saya mengalaminya sendiri. Dulu saya begitu terpengaruh oleh standar cantiknya wanita-wanita di media. Sampai-sampai saya memaksakan diri sendiri untuk bisa mengimbangi dan mendapatkan mereka. Dan terus terang itu semua bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Saya malah menjadi membodohi diri sendiri karena sering kali berusaha menjadi pribadi yang tidak mencerminkan diri saya sendiri. Lebih jauh, berusaha seperti itu juga berat di ongkos ![]()
Nah, untuk mengatasinya saya mengambil tiga langkah: 1) tidak perduli akan omongan orang. 2) Lihat keadaan diri sendiri, dan 3) tidak cepat berubah.
Tidak perduli dengan omongan orang adalah kita tidak ambil pusing dengan pendapat orang lain tentang menarik tidaknya seseorang. Kalau kita menemukan orang yang menurut kita menarik, apa pun rupa dan bentuknya, jangan ragu untuk mencari tahu lebih jauh tentang dirinya. Karena kesengsaraan yang sesungguhnya dalam mencari pasangan adalah kehilangan kesempatan dan malah menjadi berandai-andai. Lebih baik tahu ditolak daripada bertanya-tanya apakah dia mau atau tidak dengan kita.
Langkah kedua adalah untuk melihat keadaan kita. Kita boleh saja punya keinginan cantik/tampannya pasangan kita itu seperti apa, tapi kita juga jangan terlalu lebih menilai diri kita sendiri. Juga jangan terlalu rendah menilai. Yang proposional saja lah. Dan yang perlu saya ingati di sini adalah soal keuangan. Karena sekarang ini mencari pasangan hampir tidak mungkin tidak mengeluarkan uang. Nah, jadinya setelah menentukan standar cantik/tampan, standar tersebut haruslah sesuai dengan kondisi keuangan kita. Percaya deh, tidak melulu orang yang banyak uang itu cantik/tampan, dan tidak melulu orang yang kondisi ekonominya biasa itu tidak menarik.
Setelah kita mempunyai standar cantik/tampan sendiri serta disesuaikan dengan kondisi kita sendiri, maka langkah selanjutnya adalah untuk konsisten. Maksudnya adalah untuk tidak cepat merubah apa yang sudah kita putuskan. Coba dan bersabar saja dulu dengan standar kecantikan/ketampanan yang kita punya. Jangan terlalu cepat merubahnya karena nanti malah sulit untuk fokus. Apabila sudah mencoba tapi memang tidak sesuai dengan kita, maka silakan dirubah seperlunya.
Ketiga langkah tadi akhirnya membawa saya kepada isteri saya. Dengan tidak perduli apa kata orang, menyesuaikan dengan keadaan, dan mencoba konsisten, perlahan-lahan mata dan hati saya makin terbuka dengan segala kelebihan dan kelemahan yang dimiliki oleh dirinya. Wajah memang bukan yang utama, tapi wajah juga memainkan peranan yang penting. Karena kalau dari pertama kita sudah tidak tertarik, kecil kemungkinannya kita punya keinginan untuk mau melangkah lebih jauh.
Berbagai cara orang mendefinisikan kecantikan/ketampanan dan berbagai cara pula orang menerapkan standar kecantikan/ketampanan dalam mencari pasangan. Inner beauty memang akhirnya yang menjadi penentu, tapi bukan berarti keindahan wajah tidak perlu diperhitungkan. Mencoba untuk tidak mudah terpengaruh, menyadari keadaan diri, dan berusaha untuk konsisten adalah tiga langkah yang bisa membantu kita menjadi lebih mudah menemukan pasangan. Tidak perlu khawatir tentang apa yang dikatakan orang, karena masalah percintaan hanya kita yang bisa merasakan ![]()
Popularity: 29% [?]
Artikel Lainnya:
- Aku Suka Cewek Matre Buat cowok, cewek matre itu sepertinya sebuah penyakit yang harus dibasmi. Seakan-akan kita akan mendapatkan surga kalau punya pasangan yang...
- Kasih Lihat Foto Ngga Ya? Beberapa teman wanita saya bercerita bahwa mereka mengalami pengalaman tidak enak ketika berkenalan melalui chatting. Pengalaman tidak menyenangkan tadi bermula...
- Corak Kampus Kehidupan kampus bisa dilihat dari berbagai sisi. Bisa dari segi fasilitas, tenaga pengajar, iuran, ataupun lokasinya. Namun semua itu menurut...
- Tak Suka Membaca Dekat Dengan Kebodohan Saya jadi teringat dengan iklannya Tantowi Yahya tentang membaca. Saya rasa mengena sekali apa yang diucapkan Tantowi: Tak suka membaca...





Leave a Comment