Es-Te
Thu, 24 Jul 2008 | Stuff | 91 views | Email This Post
Berapa banyak orang yang kita pernah temui lalu kita labeli “Sok-Tau”? Atau malah kita sendiri yang sebenarnya sok-tau? Kenapa sih orang bersikap sok-tau? Apa yang bisa diambil dengan bersikap seperti itu?
Sikap sok-tau yang paling menyebalkan menurut saya adalah ketika orang bersikap sok-tau sambil memberikan perintah. Orang lain diarahkannya untuk melakukan sesuatu, padahal dia sendiri tidak yakin dengan langkah tersebut. Ketika tahunya langkah tersebut salah, dia akan berkelit sebisanya untuk menghindari dari tuduhan.
Kalau saya perhatikan, orang yang sok-tau kebanyakan adalah orang yang banyak bicara ataupun pandai bicara. Kedua jenis orang ini biasanya punya kecenderungan untuk mendominasi pembicaraan, yang ujung-ujungnya suka sok-tahu. Bahkan saking sok-taunya, orang tersebut sampai bisa mebuat klaim-klaim yang seakan-akan membuat dirinya hebat.
Lalu kenapa jadi sok-tau? Alasannya bisa macam-macam. Salah satunya masalah gengsi. Bukan rahasia kalau orang yang tidak tahu sering kali dianggap sebagai seorang yang bodoh. Nah, untuk menghindari dianggap bodoh, maka orang “gengsi” akan berlagak pintar. Walaupun dia tidak tahu kebenarannya. Menggunakan logika, nalar, dan mungkin pengalamannya, dia akan berusaha mencoba menghubungkan berbagai hal untuk menyampaikan apa yang dia “ketahui”.
Sulitnya menghadapi orang yang sok-tau jika orang tersebut secara struktural berada di atas kita. Kita suka jadi serba salah. Untuk membantah dia yang punya kuasa, untuk meyanggah malah kita yang akan dicap sok-tau. Bahkan untuk orang-orang yang licik, kesalahan dari ke sok-tauannya malah dilimpahkan ke orang lain dan dengan licinnya dia berkelit untuk membebaskan dirinya dari tuduhan.
Apakah sok-tau melulu berarti negatif? Tidak juga. Karena ada saat-saat di
mana kita perlu berlagak sok-tau. Baik itu untuk melindungi image dan diri kita sendiri, ataupun untuk “membungkam” orang-orang yang makin lama malah makin sok-tau.
Tapi untuk kasus-kasus tertentu lebih baik didengarkan saja dan acuhkan apapun yang diucapkannya walau bisa bikin panas telinga. Bila ada kemungkinan kita yang bakal disalahkan, secepatnya lah susun strategi, misalnya dengan berdalih bahwa apa yang kita lakukan berdasarkan “ilmunya” orang yang sok-tau tadi. Bila perlu, ajak mereka yang menyaksikan untuk mendukung pembelaan kita.
Popularity: 27% [?]
Artikel Lainnya:
- Keceriaan Di Tengah Kemacetan Kemarin saya dan rekan-rekan terjebak kemacetan dalam perjalanan menuju Hotel Panghegar, Bandung. Kemacetan biasanya selalu membosankan dan membuat suasana hati...
- Perlunya Grammar Check Pagi ini saya mengunjungi situs Tribun Timur, koran dari Makassar - Sulawesi Selatan. Setelah mencari berita yang saya inginkan, pandangan...
- Bunga-Bunga Tidur Setiap orang pasti pernah bermimpi. Baik itu mimpi buruk ataupun mimpi yang baik. Jenis mimpi pun ada bermacam-macam, bahkan...
- Foto-foto Jadul Sambil beres-beres, saya menemukan album-album foto keluarga. Album-album tersebut sudah lama menumpuk di sudut lemari dan boleh dibilang cukup terlupakan....
- Polisi Tidur Selain macet, jalan bolong, polisi tidur merupakan salah satu hal yang suka membuat perjalanan menjadi tidak nyaman. Di Bandung misalnya,...





27 Jul 2008, 10:14 am
Memang repot menghadapi orang seperti itu. Mungkin tindakan yg paling tepat adalah dengan membuatnya sadar. Sebab orang yang memiliki sifat seperti itu bisa dipastikan memiliki kelainan psikologis. Kalau ndak mau dibilang punya bibit sakit jiwa.
@Johan: Kalau saya lebih baik diem aja, atau cuekin dia dan ngobrol sama orang lain. Biar aja dia ngomong sama tembok
You can also read Johan’s blog post: BERMULA DENGAN RADIO SAKU
29 Jul 2008, 11:29 am
Nah, orang yang eS-Te tuh paling senang jika berbicara dengan orang yang eS-Ge-Te, alias sok ga tau. Hehehe… Jadi, kalo kita termasuk yang sok ga tau atau memang bener-bener ga tau, cocok tuh ngobrol dengan mereka atau sekedar membahagiakan mereka belaka..
@Arum: ya selama ditraktir mereka sih ngga papa lah hehehehe