Bye-bye Mati Listrik, Welcome Listrik Gratis
Wed, 9 Jul 2008 | Public Relations, Stuff | 193 views | Email This Post
Selang beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke Cooperative Fair 2008 yang diadakan di lapangan Gasibu Bandung dari tanggal 3 sampai 7 Juli. Event ini merupakan ajang pameran bagi berbagai koperasi usaha kecil dan menengah (KUKM) dari seluruh Indonesia. Bersamaan dengan pameran ini, ada pula Halal Fair yang memamerkan berbagai produk makanan halal.
Cooperative Fair 2008 boleh dibilang cukup menarik walau barang-barang yang dipamerkan masih berkisar pada makanan, pakaian, dan kerajinan tangan. Hanya sedikit stand yang menawarkan produk-produk teknik dan industri.
Salah satu stand yang menarik bagi saya adalah stand dari Chroma Bima Sapta yang memamerkan generator listrik tenaga angin dan air. Ketertarikan saya dengan generator listrik tersebut karena generator-generator tersebut menggunakan teknologi sederhana yang dapat digunakan oleh siapa saja, terutama oleh mereka yang tinggal di daerah-daerah perdesaan.
Generator listrik tenaga angin misalnya, adalah generator yang menggunakan energi tidak terbatas dan selalu terbaharui. Tidak mengotori lingkungan dan gratis. Cara kerjanya pun sederhana, angin memutar kincir, kincir menghasilkan listrik yang disimpan dalam baterai, dan baterai menghidupkan lampu. Tergantung ukurannya, kincir ini mampu menghasilkan listrik sampai ratusan watt.
Yang terpikir oleh saya saat itu adalah teknologi ini dapat digunakan untuk penerangan jalan di pedesaan, di perkampungan nelayan atau untuk menerangi kandang.
Tapi saya pikir lagi, kincir angin juga bisa digunakan untuk menyalakan lampu taman. Bagi pengembang perumahan atau mereka yang mempunyai taman yang luas, menggunakan kincir angin untuk menyalakan lampu taman merupakan ide yang unik dan menarik. Cukup sekali pasang, kita bisa mendapatkan listrik gratis, yang boleh dibilang, selamanya.
Selain kincir angin, ada pula generator listrik tenaga air. Konsepnya pun mirip dengan kincir angin hanya saja digerakkan oleh air. Menurut saya generator model seperti ini bagus untuk di daerah pegunungan di mana air biasanya dibiarkan mengalir begitu saja. Bagi pemilik villa atau mereka yang punya saudara di daerah pegunungan, generator listrik tenaga air menurut saya cukup menarik untuk dipertimbangkan.
Membaca berita tentang parahnya kondisi listrik di negeri ini dan makin mahalnya harga, saya berpendapat bahwa dengan beralih ke energi alternatif masyarakat bisa tetap untung sambil melakukan penghematan.
Contoh saja bila kincir angin di pasang di pinggir pantai untuk menerangi warung-warung milik masyarakat sekitar. Mereka tidak harus lagi bergantung kepada PLN dan usaha mereka bisa tetap berjalan walau ada pemadaman bergilir.
Memang untuk membeli kincir angin relatif tidak murah (di atas 10 juta rupiah). Tapi harga ini relatif kecil untuk pemerintah daerah atau pun perusahaan yang mau menjalankan program CSR. Toh uang yang terpakai tidak akan terbuang percuma karena penggunanya tidak lagi harus bayar iuran listrik bulanan ke PLN… dan byar pet! pun akan menjadi sesuatu di masa lalu.
Popularity: 52% [?]



17 Aug 2008, 1:54 pm
Kebutuhan listrik memang sangat diperlukan kalau pakai kincir angin kayak di luar jawa masalahnya part nya agak repot.Saya usul nih, kan ada tenaga yang namanya gravitasi, bisa gak ya dimanfaatkan
misalnya menjadi energi putar dan hasil putaran tersebut untuk menggerakkan generator
……..
@Krisna: Kincir angin relatif low maintenance dan long life. Jadi untuk spare part tidak akan sering diganti. Lagipula kan ada jasa kurir? Jadi pengiriman ke luar jawa sekalipun bukan masalah
… soal gravitasi pada dasarnya sih bisa aja, misalnya gravitasi untuk menggerakan air supaya jatuhnya lebih cepat sehingga menggerakan turbinnya jadi lebih cepat pula.
You can also read krisna’s blog post: MENJADI RESELER HANDAL
18 Aug 2008, 8:19 am
Kalau alat tersebut merangkai sendiri bisa gak yaa terus partnya apa banyak di pasaran ???
@Fan: konsep kincir angin tersebut pada dasarnya sederhana kok. Pembangkit utamanya adalah dinamo, dan bisa memakai dinamo vespa. Cuma untuk hasil yang optimum harus menggunakan perhitungan aerodinamik pada baling-baliknya. Maksudnya adalah untuk menghasilkan listrik maksimal pada setiap putaran. Arus yang dihasilkan adalah AC, tapi ini cenderung tidak stabil karena bergantung kepada kecepatan angin. Nah, supaya stabil makanya arus tadi di invert ke DC, disimpan ke batre, dan di convert lagi ke AC ketika akan dipakai untuk lampu.
Untuk spare parts, bisa hubungi saya saja
You can also read fan’s blog post: MERANGKAI SENDIRI PANEL LISTRIK AUTO CHANGE OVER SWITCH
19 Aug 2008, 1:15 pm
Oh iya mas ada jasa pengiriman sory saya gak kepikir ke situ habis tempat tinggal saya udah luar jawa jauh kota lagi n listriknya pakai jenset mas trims atas artikel n infonya yaa…..
Adit’s Reply: No problemo
Semoga krisis listrik bisa cepat diatasi ya?
You can also read krisna’s blog post: MENJADI RESELLER HANDAL