Proposional Terhadap Pasangan Hidup
Mon, 9 Jun 2008 | Stuff | 190 views | Email This Post
Jodoh itu memang di tangan Tuhan. Kita tidak bisa memprediksi siapa yang akan nantinya bersanding dengan diri kita. Contoh saja saya. Saya dulunya berharap dapat pasangan artis, yaaa.. setidaknya macam Dian Sastro atau Luna Maya. Biar gendut, saya percaya bahwa hal tersebut tidak akan memudarkan daya tarik saya dan jadinya saya yakin kalau Dian atau Luna bisa jatuh cinta sama saya.
Lalu saya pun bercermin. Bercermin sekali, bercermin dua kali. Di sana ada bayangan saya dan saya menjadi berpikir dibuatnya. Berpikir sekali, berpikir dua kali dan berpikir berkali-kali. Akhirnya saya menyadari bahwa saya tidaklah diciptakan untuk bersanding dengan Dian Sastro atau Luna Maya.
Bukan karena saya tidak yakin dengan diri sendiri atau mimpi punya Dian atau Luna itu ketinggian *pede*, tapi lebih kepada penyadaran diri bahwa pasangan saya sekarang ini adalah yang terbaik untuk saya. ![]()
Keinginan untuk memperoleh yang lebih adalah wajar dan merupakan hal yang positif. Tapi keinginan macam ini tidaklah boleh melenceng dari batas-batas kewajaran. Saya selalu memandang sesuatu itu ada proporsinya. Bila kita lapar, maka makanlah sesuai proporsinya. Bila kita bekerja, maka bekerjalah sesuai dengan proporsinya. Bila kita memutuskan untuk hidup dengan seseorang, maka bertindaklah sesuai dengan proporsinya.
Tingkatan proporsional memang beragam dan bergantung kepada cara pandang tiap individu. Nah, untuk urusan pasangan hidup, saya berpendapat bahwa tingkat proporsionalitas dimulai dari kesadaran kita akan arti kehadiran pasangan di hidup kita.
Jika kita merasa bahwa pasangan hidup kita adalah yang terbaik, yang terkasih, dan yang tersayang dalam hidup kita, maka sudah selayaknyalah kita bertindak untuk memposisikan dirinya sebagai yang terbaik, yang terkasih, dan yang tersayang. Bila kita berusaha untuk bisa seperti itu, maka kita sudah bertindak sesuai dengan proporsinya.
Tidaklah mudah untuk bersikap sesuai proporsi, karena godaan akan selalu merayu kita untuk bertindak dan bersikap keluar jalur. Namun dimulai dengan niat baik dan tindakan nyata, saya yakin semuanya bisa berjalan dengan baik.
So, mari kita berusaha untuk bersikap sesuai dengan proporsinya ![]()
Popularity: 64% [?]




10 Jun 2008, 9:54 pm
Oh well.. kayaknya mau serius ama yg paling proporsional saat ini ya dit? hehe.. congrats lah kalok gituh..
Nice thought anyway..
You can also read titiw’s blog post: Belah Duren dan Kawan-kawannya
12 Jun 2008, 6:00 pm
hmm, postingan yg menarik lho…
tapi, beneran nih akan proposional?
You can also read siska’s blog post: Mama
16 Jun 2008, 2:01 pm
proporsional adalah kata yang tepat pada beberapa situasi
18 Jun 2008, 1:17 pm
…….tapi lebih kepada penyadaran diri bahwa pasangan saya sekarang ini adalah yang terbaik untuk saya.
yap..setuju mas
You can also read Alex’s blog post: Jadi Gelas atau seperti Danau ?
21 Jun 2008, 3:15 am
weeeee, adit mo nikah!!!!!
/
dah lama gak maen ke blog ini, banyak yang berubah ya dit
You can also read ilham saibi’s blog post: 3 Hari ini
21 Jun 2008, 10:48 pm
emang suseeeh deeh kalau lagi jatuh cinta…ada adja bahasa-nya…hehehe….
You can also read Lia Marpaung’s blog post: IBU, Di Ujung Senja Harimu….
21 Jun 2008, 10:52 pm
jadi kapan niiih acaranya, pak adith ??? :”>
You can also read Lia Marpaung’s blog post: IBU, Di Ujung Senja Harimu….
24 Jun 2008, 3:05 pm
yak right! lagian, nggak ada yang sempurna..nggak ada yang bener2 proporsional. kalo mau nyari yag proporsional, sampe mati jungkir balik juga nggak akan ketemu. tapi kalo bisa menghargai yang udah ada di sisi, beuhhh keren abis dahhhh!! *kayak gw aja udah bisa
*
btw, salam kenal
You can also read laila’s blog post: Kalau Sudah Diatas, Jangan Lupa yang Dibawah
25 Jun 2008, 12:54 pm
akan sulit menentukan keproporsionalan dari ukuran manusia. tapi Yang Di Atas akan bikin semuanya proporsional. huehehehe.. halahhh..