Sinetron = Asap Knalpot
Fri, 16 May 2008 | Sinetron | 189 views | Email This Post
Ketika itu saya sedang blogwalking dan menemukan sebuah artikel di blognya Nina tentang acara-acara TV yang patut diwaspadai karena isinya tidak banyak memberikan manfaat.
Dari sejumlah acara yang patut diwaspadai tadi, lagi-lagi sinetron mendominasi daftar tersebut. Menurut KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), sinetron-sinetron seperti Cinta Bunga (SCTV), Jelita (TPI), Namaku Mentari (RCTI), Rubiah (TPI) dan Komedi si Entong (TPI), lebih mengedepankan unsur kekerasan (verbal dan fisik) dan tidak lagi memperhatikan norma kesopanan.
Terlepas dari nilai hiburan dan rasa suka/simpatik kita terhadap para pemainnya, saya tetap memandang sinetron Indonesia tidak lebih berharga dari asap knalpot. Keduanya sama-sama bikin sesak nafas dan lebih baik dihindari saja. Bahkan mungkin asap knalpot lebih tahu diri. Mereka tidak mengikuti ketika kita menghindarinya. Sedangkan sinetron, selalu saja ada. Mulai dari rumah, sampai dengan warung-warung di sudut kota.
Belum cukup dengan kualitas tayangan yang buruk, pengaruh sinetron di amplifikasi lagi dengan populernya gossip show yang dikemas sedemikian rupa sehingga isinya dianggap penting. Sudah sinetron sukanya bentak-bentak, sekarang ditambah lagi dengan infotainment yang kerjanya cuma ngomongin orang. Lengkaplah sudah penderitaan saya.
Apakah stasiun TV dan produsen sinetron perduli? Hohohoho…. tentu mereka perduli sekali. Kata siapa mereka tidak perduli? Stasiun TV dan produsen sinetron adalah orang-orang yang sangat perduli kok. Buktinya sinetron murahan masih saja ditayangkan.
Kok bisa? Kenapa tidak? Kalau yang murahan saja laku, ngapain susah-susah bikin tayangan yang berkualitas kan? Kalau sudah urusannya dengan duit, stasiun TV dan produsen sinetron adalah dua kelompok yang sangat rajin. Rajin untuk terus menumpuk duit.
Menghimbau untuk merubah isi sinetron menjadi lebih baik? Hmm.. sama saja berharap asap knalpot berubah menjadi parfum. Bau duit sudah terbukti lebih menarik untuk diendus-endus. Ngga percaya? Lihat saja di televisi jumlah sinetron yang ada sekarang ini, dan perhatikanlah kualitas acaranya. Hampir semuanya adalah tayangan yang tidak penting untuk ditonton.
So, cepat-cepatlah matikan televisi. Lebih baik tidur, baca buku, atau ngeblog saja deh ![]()
Popularity: 94% [?]



16 May 2008, 7:04 am
yaah mendingan tidur lah..
You can also read Ojat’s blog post: 23 1
16 May 2008, 9:36 am
ass.
yup setuju mas..
sy lebih baek mbaca dan ngaji
makasih ya mas udah komen diblogku. aku link ya
You can also read Alex’s blog post: DI KALA SHUBUH
16 May 2008, 11:18 am
yaaah gimana..orang masyarakat indonesah juga demennya dibodoh2in gitu… makanya produser dan sutradara ya teruuusss aja bikin sinetron yang rata2 jalan ceritanya mirip satu sama laen..
heran ya, koq gak capek nonton yang kek gitu2 aja tiap hari??
You can also read tc’s blog post: Bank “N” dodol…
18 May 2008, 6:51 pm
gk sk sinetron
You can also read Fikar’s blog post: Sniffing with ettercap
22 May 2008, 2:49 pm
So… sinetron terbaru apa lagi ya ??? *menanti dengan sukacita* wekekekeke…
Weh ngga tau juga Joey, kalaupun ada, judulnya paling cuma satu kata gitu. Kayak intan, mentari, dsb. Mungkin ada lagi nanti petromax, pertamax, dsb… he…he..he..
You can also read JoEy D`JuVe’s blog post: Wew… Glad to Be back !! Tebak Gambar Yuk !!
4 Jun 2008, 11:53 am
Tul tul, habis baca buku terus tidur, itu juga asik hehehehe
4 Jun 2008, 12:01 pm