BBM Naik Nih Ceritanya?

Thu, 15 May 2008 | Stuff | 102 views | Email This Post

Gembar-gembor tentang kenaikan BBM sudah semakin santer. Demonstrasi semakin sering dilaporkan dan kepanikan sudah mulai melanda berbagai sendi masyarakat. Masyarakat secara kejiwaan sekarang mengalami guncangan karena dipenuhi rasa takut akan semakin sulitnya hidup pasca kenaikan BBM.

Terlebih dengan pemberitaan di media-media seperti Kenaikan Harga BBM Ancam PHK Massal (Media Indonesia), BBM Diisukan Jumat Naik, Warga Ternate Antre di SPBU (Detik.com), Harga Buku Naik 30 Persen (Republika), Penolakan Kenaikan BBM Bikin Rupiah Merosot (Kompas), BBM Langka Karena Konsumen Beli Tangki Penuh (Antara), makin membuat kecemasan masyarakat bertambah.

Tentu rasa takut di masyarakat tidak terasa lengkap bila tidak dibumbui oleh celoteh-celoteh politik anggota DPR. Kecemasan rakyat adalah pupuk-pupuk yang makin menyuburkan keinginan mereka untuk berkomentar, berpendapat, bahkan menuduh pemerintah sebagai tidak becus. Dan momentum kenaikan BBM merupakan magnet yang kuat bagi anggota DPR untuk menampilkan diri sebagai pihak yang terlihat perduli.

Saya tidak akan berpihak ke siapa-siapa. Pemerintah dianggap tidak mampu, paling banyak alasannya. Pengusaha dan ekonom menjadi peramal masa depan, paling dari hasil hitung-hitungan. Mahasiswa berdemonstrasi, paling datang dari rasa solidaritas. Pedagang mengeluh, paling dari penjualan yang berkurang. Orang miskin yang tadinya diacuhkan dan sekarang mendadak jadi pusat perhatian, paling dari sorotan media yang suka dengan sensasi.

Kalau pun ada yang harus disalahkan, ya salahkan saja diri kita sendiri. Salahkan saja bangsa kita yang begitu gemar berteman dengan rasa pesimis. Salahkan saja masyarakat kita yang paling pintar untuk mengeluh.

Mungkin ada yang berpendapat bahwa saya bisa bilang begini karena saya tidak terpengaruh banyak dengan kenaikan BBM. Ah, kata siapa? Tentu saja saya terpengaruh. Tentu saja saya harus membayar semua lebih mahal. Tentu saja saya punya kekhawatiran. Tentu saja saya jadi susah.

Tapi saya memilih untuk tidak menjadi cemas apalagi menjadi panik. Saya tidak mau mengikuti “emosi” yang dibawa oleh  media, pemerintah, anggota DPR, dan pelaku ekonomi. Karena mengikuti mereka ujung-ujungnya cuma membuat hati ini jadi tambah merana.

Bukankah lebih baik kita mengamati saja sambil menyusun strategi? Setidaknya kita tahu bahwa BBM sangat mungkin akan naik dan tidak banyak yang kita bisa perbuat untuk mencegahnya. Akankah lebih produktif bila kita menggunakan informasi ini untuk berpikir kreatif dan menjadi man/woman of action yang bisa menciptakan ide-ide baru untuk mendapatkan penghasilan tambahan? (yang halal tentunya).

Akankah lebih baik melihat kenaikan BBM sebagai peluang untuk bisa melahirkan entrepreneur-entrepreneur baru? Entrepreneur-entrepreneur yang terlahir dari pemikiran-pemikiran kreatif yang nantinya ikut membantu mengurangi pengangguran.

Bicara memang gampang. Tapi bicara dari cara pandang yang positif akan lebih banyak manfaatnya dibanding dengan bicara yang hanya memfokuskan kepada kekhawatiran, kecemasan, dan keluhan.

So BBM naik nih ceritanya? Don’t worry, be creative aja lah! ;)

Popularity: 89% [?]



Comments

  1. 1
    Inov
    22 May 2008, 7:51 pm

    Besok naeknya mas!!! :d8-|:-?:-?:((

    Bawa santai aja, wong ngga bisa diapa-apain juga kan? ;)

    You can also read Inov’s blog post: Final Liga Champions

Leave a Comment

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

blank