Apakah Selingkuhan Punya Hak?
Tue, 13 May 2008 | Relationships | 247 views | Email This Post
Saya yakin hampir semua kasus selingkuh dimulai dari iseng. Karena mendapat tanggapan, iseng-iseng tadi berlanjut ke tahap coba-coba. Setelah dicoba ternyata enak, akhirnya mereka yang selingkuhpun jadi ketagihan dan akan mencari berbagai cara supaya bisa terus selingkuh.
Nikmatnya perselingkuhan sering melalaikan seseorang untuk mengingat akibat-akibat yang akan ditimbulkan. Dan salah satu masalah serius yang biasanya muncul adalah ketika selingkuhan kita merasa punya hak atas diri kita. Misalnya saja selingkuhan menuntut diperhatikan sama seperti kita memperhatikan pasangan resmi. Atau sang selingkuhan merasa punya hak untuk memiliki diri kita layaknya pasangan sah kita.
Pertanyaannya kemudian adalah, apakah selingkuhan juga punya hak? Hak untuk menuntut dan hak untuk memiliki. Kalau dilihat dari ikatan emosional yang terjalin antar dua orang yang selingkuh, akan terasa wajar bila salah satu atau keduanya merasa mempunyai hak atas satu sama lain. Namun apakah benar demikian?
Satu hal yang penting diingat di sini adalah, perselingkuhan adalah sebuah kesalahan. Sekuat apapun argumen, alasan, ataupun pembenaran yang disampaikan, tidak akan mengubah kenyataan bahwa selingkuh adalah sesuatu yang tidak dapat dibenarkan. Baik dari sisi sosial, moral, atapun agama.
Karena selingkuh adalah sesuatu yang salah, maka secara otomatis hak seorang selingkuhan pun tidak ada. Adalah salah kaprah kalau beranggapan bahwa sebagai selingkuhan jadi punya hak untuk menuntut dan memiliki. Adalah keliru kalau beranggapan bahwa selingkuhan juga punya hak untuk mendapat perlakuan sama atau lebih dari pasangan resmi.
Bagi mereka yang merasa jadi selingkuhan, akan jauh lebih baik untuk segera mengakhiri hubungannya. Jangan jadikan “kepalang basah”, “sudah berkorban”, dan “tidak bisa lepas” sebagai alasan untuk terus melanjutkan hubungan yang terlarang. Rasa sakit yang hadir, itu adalah resiko yang harus dihadapi. Tapi rasa sakit ini masih akan lebih baik dibanding dengan keburukkan yang akan terus melekat di diri selama kita masih berselingkuh.
Selingkuh tidak akan menghasilkan apapun selain kerusakan walau tampak begitu menawan dan indah. Mereka yang jadi “korban” kata-kata manis dan rela jadi selingkuhan akan dilabeli bodoh atau murahan. Sedangkan mereka yang rela berbohong untuk bisa selingkuh akan dilabeli brengsek ataupun penipu. Sedangkan bagi dua insan yang secara sadar melakukan perselingkuhan, menurut saya adalah orang-orang yang tidak tahu diri dan tidak bisa menghargai arti sebuah kesetiaan.
Mau selingkuh atau berhenti selingkuh adalah pilihan. Yang jelas, selingkuh adalah keindahan dan kenikmatan semu yang hanya akan menghinakan dan mempermalukan diri kita sendiri. Baik itu di hadapan pasangan, masyarakat, ataupun di hadapan Tuhan.
Selain kesalahan, selingkuh juga masalah. Oleh karenanya, selama kita terus berselingkuh, maka selama itu pula kita menambah-nambah masalah.
Popularity: 97% [?]



14 May 2008, 12:27 pm
Ooooooohhhh ………….
Jgn Ketok Palu gitu dong!
Klo aku selingkuh krn suami kurang
perhatian, kerja melulu.
Aku sih mo ga selingkuh, krn sdh
nikah sgt lama, anak2, agama dll.
Kt2 Adit bijaksana n layak dijadikan
bahan pertimbangan.
Tks.
14 May 2008, 12:48 pm
Interesting point … I hope somebody would come up with a counter argument.
You can also read Andie Summerkiss’s blog post: Stars and Forks of Eating Out
14 May 2008, 2:02 pm
@Lista:
Yaah .. kalo mo salahkan suami ada benarnya,
tp apa kita ga bs rubah suami spy lbh perhatian?
Kuncinya: komunikasi yg baik & kreatifitas
@Adit:
Risiko bwt selingkuhan bukan cuma sakit hati tp
bisa dibwt cacat atw dimatiin suami!
15 May 2008, 4:02 am
@Lista: Kalau soal suami kurang perhatian maka solusinya adalah memperbaiki komunikasi. Bisa dengan bicara langsung atau meminta bantuan orang lain. Apapun jalannya, jangan jadikan selingkuh sebuah pilihan.
@Andie: Yup, I’d like to see it too
@Yeni: Itulah, mendingan ngga usah sekalian aja kan?
15 May 2008, 12:57 pm
@Adit: Selingkuhan punya hak dong = imbalan pelayanan yg diberikan. Makin banyak dituntut makin banyak pula imbalan yg dituntut.
@Lista: Makanya klo piara org jgn asal napsu aja!
Aturlah strategi yg cantik!
Ingat singkatan SELINGKUH: SELINGan indah Keluarga Utuh.
15 May 2008, 3:16 pm
Ass.
“perselingkuhan adalah sebuah kesalahan.”
benar sekali mas.
salam kenal mas.
You can also read Alex’s blog post: DI KALA SHUBUH
15 May 2008, 6:48 pm
@Lidya: Tergantung dari mana kita melihatnya. Kalau saya melihatnya lebih kepada harga diri dibanding dengan hitung-hitungan untung rugi.
@Alex: Makasih udah mampir Mas. Salam kenal juga
16 May 2008, 1:25 pm
Salam kenal & numpang komentar
Gimana bisa punya hak, dasar hubungannya saja sudah salah dari segi hukum/agama/sosial.
Alasan bhw pasangan tdk/kurang perhatian meng-ada2,
krn pernikahan dilakukan 2 pihak, maintenance-nya juga
hrs berdua dong. Kelebihan yg 1 tutupi kekurangan yg lain, saling introspeksi.
20 May 2008, 4:00 am
@Michael: Salam kenal juga Mas