BBM Naik, Biarkan Saja

Sun, 11 May 2008 | Stuff | 146 views | Email This Post

Rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM menuai protes. Berbagai demonstrasi mulai semarak dan media pun ramai memberitakan berbagai prediksi apabila kenaikan harga BBM benar-benar terjadi. Yang paling sering diisukan adalah meningkatnya jumlah orang miskin, karena kenaikan BBM juga akan menyebabkan naiknya harga-harga dan berujung pada turunnya daya beli masyarakat. Turunnya daya beli masyarakat berarti menurunnya kemampuan masyarakat (terutama yang miskin) untuk membeli barang dan pangan.

Bantuan Langsung Tunai (BLT) juga dipandang sebagai usaha yang tidak efektif karena cenderung membuat orang malas. Di samping itu tambahan uang sekitar Rp100,000-Rp300,000 tidaklah sebanding dengan mahalnya harga barang setelah BBM dinaikkan.

Tidak hanya orang miskin, orang yang tidak miskinpun dibuat repot. Para ibu mulai menyuarakan kekhawatiran mereka karena beban keuangan keluarga akan semakin terbebani. Para suami semakin pusing karena penghasilan mereka tidak bertambah sedangkan tuntutan ekonomi keluarga semakin meningkat.

Menakutkan bukan?

Kenaikan harga BBM memang sering kali mempengaruhi kejiwaan masyarakat dan tidak jarang ikut memperkeruh ketakutan kita akan kehidupan yang semakin sulit.

Namun saya berpikir, berkeluh kesah, menyuarakan kekhawatiran, dan mengharapkan pemerintah untuk lebih peka tidak akan merubah kenyataan dan tidak akan membantu banyak perekonomian rumah tangga.

Prediksi kesulitan hidup dari kenaikan BBM semuanya adalah hitung-hitungan manusia dan kemungkinan untuk terjadi memang besar. Tapi bila kita menyikapinya dengan selalu menyalahkan pemerintah dan lagi-lagi bertanya, “Gimana dong?” tentunya hanya akan membuat kita tambah stress.

Lalu bagaimana baiknya kita menyikapi ini semua? Jawabannya ada dua: mendekatkan diri kepada Allah (mohon pertolongan-Nya) dan berpikir kreatif.

Saya percaya akan pertolongan Allah dan pertolongan tersebut tidak akan tertandingi dengan perhitungan dan prediksi yang paling canggih sekalipun. Allah adalah Tuhan yang Maha Mampu untuk berbuat dan sudah sewajarnya kita memohon bantuan-Nya untuk mengatasi beban ekonomi rumah tangga. Jangan memohon bantuan pemerintah, jangan meminta pengertian mereka, karena saya yakin pemerintah sudah pusing dengan urusan mereka sendiri.

Dari pengalaman pribadi saya, cara termudah untuk mendapat pertolongan Allah adalah dengan berdoa dan bersedekah. Allah sangat senang dimintai dan dijadikan tempat bergantung. Dan doa merupakan tindakan nyata kita bahwa kita meminta dan bergantung kepada-Nya.

Sedangkan bersedekah seperti pintu pembuka pertolongan-Nya untuk datang. Setiap kali kita memudahkan jalan orang yang lebih susah dari kita, maka Allah pun akan memudahkan jalan kita untuk mengatasi kesulitan yang kita hadapi. Bersedekah tidak melulu dalam bentuk uang, bisa juga dalam bentuk makanan, pakaian, mainan, ataupun doa (mendoakan saudara kita untuk lepas dari kesulitannya).

Selain mendekatkan diri kepada Allah, langkah kedua adalah berpikir kreatif. Berpikir kreatif di sini setidaknya untuk mengurangi jumlah pengeluaran untuk pembelian barang-barang yang sebenarnya kita bisa hasilkan sendiri, seperti menanam cabai, tomat, bawang dan sebagainya.

Tapi itu kan butuh tanah dan waktu lama? Well menanam kan bisa dilakukan di pot dan soal terlalu lama, cepat-cepatlah menanam dari sekarang. Jadi ketika BBM nantinya naik, uang kita tidak terkuras untuk membeli cabai, tomat, ataupun bawang (setidaknya tidak terkuras terlalu lama, hanya sampai tanaman kita mulai menghasilkan).

Kita juga bisa berkolaborasi dengan tetangga. Kita menanam cabai, tetangga menanam tomat, dan hasilnya nanti bisa di barter sesuai kesepakatan bersama. Lupakan gengsi dan rasa pelit. Karena kesulitan akan lebih mudah diatasi bila kita saling bekerjasama. Kalau perlu adakan rapat RT dan RW untuk merumuskan program tanam menggunakan pot.

Apabila hasil tanam tidak mencukupi dan terpaksa harus membeli, setidaknya kita tidak perlu lagi membeli secara penuh.  Yang tadinya butuh 1/2 kilo, sekarang cuma perlu beli 1/4nya saja. Lumayan kan berkurang pengeluarannya?

Hal di atas adalah contoh-contoh kecil yang bisa kita lakukan untuk mengurangi beban keuangan rumah tangga menjelang kenaikan harga BBM. Dengan kreatifitas (yang juga wujud pertolongan Allah), kita bisa menemukan berbagai solusi untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi. Dan ingat, selama kita masih hidup dan otak kita berfungsi secara normal, selama itu pula kita bisa berpikir kreatif.

So, BBM Naik? Ya sudah, naik saja. Toh kita punya Allah yang Maha memenuhi kebutuhan dan Maha memberi kemudahan. Dan kita pun masih bisa berpikir kreatif untuk menemukan solusi-solusi yang bisa membantu mengurangi beban keuangan keluarga. 

:)

Popularity: 79% [?]



Comments

  1. 1
    Chic
    12 May 2008, 10:15 am

    di Jakarta tanah kosong langka Pak, gimana mau bercocok tanam. kalo ada pun, tanahnya ga subur… :(

    You can also read Chic’s blog post: bi·jak·sa·na

  2. 2
    adit
    13 May 2008, 5:03 am

    @Chic:Kan pake pot nanamnya? :) Plus masak satu jakarta tanahnya ngga subur semua? But anyway, itu contoh kecil saja. Bisa juga dengan ide-ide lainnya yang menghasilkan.

  3. 3
    whasid
    16 May 2008, 8:30 am

    Tanamkan iman di hati kita, keluarga kita dan masyarakat kita.

    Sepakat ama mas, kita memang perlu yakin dg janji Allah bahwa Allah adalah pembela bagi orang yang bertaqwa, Allah akan menyelesaikan masalah bagi orang yang bertaqwa.

    Mengapa kita mempermasalahkan sesuatu yang bukan masalah?

    http://whasid.wordpress.com/2008/05/15/kenaikan-bbm-masalah-yang-bukan-masalah/

    You can also read whasid’s blog post: Kenaikan BBM, Masalah yang Bukan Masalah

  4. 4
    adit
    20 May 2008, 3:57 am

    @Whasid: Setuju Mas, kalau sudah bergantung sama Allah, semuanya akan terasa jadi lebih mudah, Insha Allah :)

Leave a Comment

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

blank