Teknik Mendapatkan Pasangan Untuk Cowok Gendut
Sat, 19 Apr 2008 | Tips | 274 views | Email This Post
Punya badan gendut itu gampang-gampang susah. Selain masalah baju, tidak jarang dari mereka juga punya masalah dalam mencari pasangan. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Mulai dari penampilan, kepribadian, sampai dengan soal kepercayaan diri.
Saya sendiri sering dianggap sebagai cowok gendut dan sudah berkali-kali mengalami berbagai kendala dalam melakukan pendekatan terhadap seseorang yang saya sukai.
Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi, pengamatan, dan analisa saya. Alasan saya menulis topik ini tidak lebih untuk berbagi dan siapa tahu bisa membantu teman-teman dengan masalah serupa.
Pada umumnya, cowok gendut suka diperlakukan sebagai bahan olok-olok, dianggap lambat, dan kurang menarik. Apalagi kalau kita melihat iklan-iklan (ataupun tayangan di media) yang begitu mengutamakan kesempurnaan tubuh. Semakin atletis badan seorang cowok, maka seakan-akan semakin digemari oleh para cewek. Sedangkan cowok-cowok gendut biasanya jadi figuran untuk bahan lucu-lucuan. Kondisi ini sedikit banyak akan membentuk stereotype di mana para cowok gendut dipandang sebelah mata.
Ini bukan berarti saya memusuhi mereka yang punya badan atletis dan ditaksir oleh banyak cewek. Menurut saya itu sah-sah saja. Toh untuk bisa seperti itu mereka juga sudah berusaha keras. Tapi sebagai cowok gendut, saya menyadari dan mengerti dengan kendala-kendala yang dihadapi oleh para cowok gendut ketika ingin mencari pasangan.
Kendala #1: Negative Self-Image
Cowok gendut banyak yang merasa dirinya tidak menarik dan beranggapan kegendutan mereka sebagai penghalang untuk mendapatkan pasangan. Ekstra kilogram yang dibawanya seakan menjadi beban yang sedikit demi sedikit membuat redup daya tarik mereka sebagai seorang individu.
Saya sendiri pernah mengalami hal yang sama. Ketika itu saya merasa terbebani dan merasa malu dengan berat dan bentuk badan. Terlebih lagi ketika saya melihat para cewek yang sepertinya bahagia sekali berjalan mesra dengan cowoknya yang tidak gendut. Sepertinya makin pudar saja harapan saya untuk bisa mendapatkan seorang kekasih.
Akibat dari itu semua, saya menghukum diri sendiri dengan melabeli diri sebagai tidak menarik. Saya memandang rendah diri saya dan menarik diri.
Ketika saya amati, ternyata saya tidak sendirian. Cowok-cowok gendut yang lain ternyata juga mengalami hal yang hampir sama. Mereka tidak percaya diri dan cenderung menghindari para cewek. Bukan karena mereka tidak tertarik, tapi karena mereka tidak yakin ada cewek yang mau dengan mereka.
Pada kasus-kasus tertentu malah ada cowok gendut yang menggunakan kata-kata yang melecehkan. Seakan-akan cewek itu pikirannya sempit, hanya mau dengan cowok yang berduit banyak, dan tentunya hanya mau dengan cowok yang badannya atletis. Kalau mau jujur, menurut saya itu hanya bentuk pembelaan dirinya saja karena dia tidak yakin dengan dirinya sendiri (insecure).
Menyedihkan ya? Yup. Dan yang membuat lebih parah lagi ada cowok-cowok gendut yang menggunakan kesedihan untuk menarik perhatian si cewek. Mereka bilang, “…tapi kan gue gendut,” dengan nada sedih dan berharap si cewek jadi kasihan dengan dirinya.
Salah besar.
Berbuat seperti itu malah semakin mengkonfirmasi bahwa dirinya tidak menarik. Mengasihani diri sendiri sering dilakukan orang untuk mendapatkan simpati. Ada yang berhasil, tapi pada umumnya hanya berujung kegagalan. Apalagi untuk mendapatkan pasangan. Saya bisa jamin, lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya.
Mengasihani diri sendiri tidaklah efektif karena akan menurunkan nilai jual kita di mata si cewek. Si cewek akan memandang kita payah dan upaya kita dengan memelas akan dianggap sebagai cari-cari alasan saja. Obrolan pun menjadi tidak menarik dan membosankan. Jangan heran kalau si cewek akan lebih memilih orang lain.
Solusi #1: Hargai Diri Sendiri dengan Merubah Pola Pikir
Setiap manusia tercipta dengan kelebihannya masing-masing. Tapi kelebihan-kelebihan tersebut berbentuk potensi dan kita perlu mengolahnya untuk bisa menguntungkan.
Pengolahan potensi dimulai dengan menghargai diri kita sendiri. Yaitu dengan membangkitkan rasa percaya diri dengan apa yang kita miliki. Karena orang yang percaya diri hatinya akan lebih tenang, lebih optimis, lebih bisa berfikir jernih, dan tentunya akan lebih menarik.
Rubahlah pandangan dan berhenti berasumsi bahwa jadi orang gendut itu tidak menarik. Jangan kegendutan menghalangi kita untuk bisa menjadi orang yang tampil percaya diri.
Dulu saya berpikir bahwa badan yang gendut tidak menjual (tidak menarik bagi lawan jenis). Karena saya pikir apa menariknya lemak di sana sini? Pakai bajupun tidak terlihat bagus karena lipatan lemak nongol di mana-mana.
Pikiran seperti itu terus saya pelihara dan tanpa saya sadari, saya malah menciptakan image bahwa saya memang tidak menarik. Ditambah lagi dengan sikap saya yang cenderung menghindar dan terlihat acuh (maksudnya sih biar dibilang cool).
Tapi saya keliru. Saya salah langkah dengan bersikap dan berpikiran seperti itu. Ujung-ujungnya para cewekpun melihat saya sebagai cowok yang tidak menarik, tidak pede, dan lebih senang hidup sendirian.
Bete? Tentu saya bete. Lalu saya mencoba mencari penyebab saya bisa dalam kondisi seperti itu. Tidak mudah memang. Saya melalui beberapa proses. Mulai dari menyalahkan media, menyalahkan masyarakat, bahkan menyalahkan para cewek. Tapi itu semua sia sia, sampai akhirnya saya menemukan sumber masalahnya: diri saya sendiri.
Saya pun tersadar dan memaksa diri untuk merubah pola pikir. Saya mencoba melihat kegendutan saya sebagai daya tarik dan bukan lagi sebagai hambatan. Terus saya melakukan ini dan lama kelamaan rasa percaya diri saya tumbuh kembali. Kegendutan yang dulu saya pandang sebagai penghalang untuk bisa jadi orang yang menarik, kini berubah menjadi sebuah potensi yang bisa membuat orang tertarik.
Saya jadi punya semangat dan harapan baru. Sikap saya dalam bergaul pun akhirnya berubah ke arah yang lebih positif. Yang tadinya menghindar sekarang lebih aktif dan partisipatif (pede untuk nimbrung).
Contoh kecilnya saja ketika saya diledek karena saya gendut. Dulu saya cenderung mengacuhkan orang yang meledek, tapi sekarang saya malah bisa ngeles sambil tersenyum. Saya bilang, “Eit jangan sirik, gendutnya gue ini kayak sofa Italy. Enak untuk dipeluk dan dipegang. Kalau cowok tegap mah keras, kayak papan. Pilih mana sofa Italy atau papan?”
Mungkin alasan saya tadi terdengar seperti mengada-ada. Tapi itu akan menciptakan persepsi bahwa kita nyaman dengan diri kita. Orang lain akan memandang diri kita sebagai orang yang bersikap positif dengan “kekurangan” yang kita miliki.
Ketika kita merasa nyaman dengan kegendutan kita, kita pun menjadi lebih pede untuk bersosialisasi. Mata kita akan melihat hal-hal yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan.
Seorang cowok yang merasa nyaman dengan dirinya sendiri, secara otomatis akan memancarkan kepercayaan diri yang lebih baik. Dia akan lebih bersikap terbuka, lebih bisa tersenyum, dan lebih menyenangkan. Ah, cewek mana yang tidak suka dengan cowok yang open-minded, murah senyum, dan menyenangkan untuk berada di dekatnya?
Bersambung…
Popularity: 61% [?]



19 Apr 2008, 7:41 pm
Hiks
*memandangi diri sendiri* 
You can also read aNdRa’s blog post: Profil Finalis Idola Cilik RCTI
19 Apr 2008, 11:06 pm
banyak juga lhooh cewe yg suka ma cowo endut…salah satunya yaa gw ini
kebanyakan cowo ndut yg gw kenal, mrk lebih “gender sensitive”, lebih terlihat cool dan looks comfort dan apa adanya bahkan saat terlihat “berantakan” [ga kayak cowo tipe dandan ituuu….yeeekkkk….
dan cowo ndut yg gue kenal juga kebanyakan lebih smart dan less ego !
hiduppp cowo ndutt….
You can also read Lia Marpaung’s blog post: My Today’s Musing
20 Apr 2008, 12:32 pm
@Andra:Cheer up!
@Lia:Thanks for the info! Akan dibahas di artikel lanjutannya
2 May 2008, 9:23 am
Well it’s all about Loving yourself. If you love yourself enough and happy to be who you are and what you look like right now, then it shouldn’t be a matter. Love will come it’s on way at time when it least expected. It ain’t matter whether you are fat/skinny, if she/he is meant to be together then you guys will. But if you don’t like the way you look like right now then change yourself, be someone who you want to be, someone who u want to look like. Well what matters is loving yourself and accept yourself as who you are… because If you don’t love yourself, then no matter what you do, all you gonna keep doing is blaming yourself =D! Well I’m fat, I’m happy to be ones and If I ain’t happy because I’ve gained some kgs, then I’ll try to lose it until I feel Confidence!!
2 May 2008, 3:53 pm
@Gracy:Well said sista!
25 Jun 2008, 10:01 pm
Hhe..
Syankna cO ndUt Lbih mNArik d bAnding Ce nduT..
Co nDuT Byg dsUkain qUq..nggemesiin..n ga kaLah ma cO” yG aTLetis,,
cE” JuggA Byk yg mU Ma cO NDuUt..gGa kyaA Ce ndUt..
Co” gGa dA yG Mu..
BhKan cO ndUt jGA Gga mU KaN Ma cE NdUt,,
kyaAa..PoKoknaA Ce ndUt lbH dkuciLkan dRpd cO NdUt..hhaA..
Knp gUw bLg gTu?cUz gUw cE NdUt..n DaH Byk pNgaLaman SoaL Ini..(haLaAaH..)
21 Jul 2008, 1:03 am
Buat saya, cowok cowok gendut itu punya rasa kasih sayang yang begitu besar kepada orang orang yang menyayanginya

Mereka selalu akan melindungi kita orang yg disayanginya.
Dibalik kekurangan mereka (kata orang seh….kalo gendut itu gak bagus) justru orang gendut punya banyak kelebihan dibanding kita orang yang badannya slim, muscle atau apalah… secara gitu BIG IS BEAUTIFUL…karena saya sendiri punya pacar cowok gendut dan penyuka cowok gendut….buat yang gendut gendut jangan minder….