Ups Sorry, Saya Pikir… Pelayan
Sun, 9 Mar 2008 | Stuff | 186 views | Email This Post
Ketika terjadi, hal ini merupakan sesuatu yang memalukan. Orang yang kita pikir sebagai pelayan, tahunya dia adalah sama-sama pembeli. Dalam keadaan yang seperti ini yang paling bisa kita lakukan adalah meminta maaf dan memasang muka tidak bersalah.
Walau kita mencoba berlaku baik dan tidak berprasangka buruk, tapi kejadian salah sangka seperti ini merupakan pengalaman yang pernah dialami banyak orang.
Saya tidak tahu secara pasti, tetapi saya menduga, penyebab kita berbuat seperti itu lantaran penampilan orang yang bersangkutan terlihat cocok seperti seorang pelayan. Saya sama sekali tidak bermaksud merendahkan, tapi kita sedikit banyak memang terpengaruh dengan stereotype penampilan “pelayan” dan penampilan “majikan”.
Lihat saja sinetron. Kita bisa melihat dengan jelas penampilan seperti apa orang yang memainkan peran “majikan” dan yang memainkan peran “pelayan”. Film-film layar lebar pun tidak jauh berbeda. Bahkan Mas Tukul yang begitu terkenal, kepopulerannya banyak yang berasal dari olok-olok akan penampilan Mas Tukul sendiri.
Rasa malu salah mengira orang mungkin tidak sebesar dengan orang yang menjadi objek sangkaan. Saya kadang ingin menanyakan bagaimana rasanya disangka seperti itu. Mungkin antara rasa tersinggung, malu, dan menyesal kenapa punya penampilan seperti “pelayan”.
Tapi itu tidak penting. Yang penting adalah bagaimana kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Sebelum bertanya “Mas/Mba ini ada ukuran yang lebih kecil ngga?” atau “Mas/Mba kalau ini pake nota?” ada baiknya kita meluangkan waktu sejenak untuk scanning– melihat-lihat sekeliling untuk memastikan bahwa orang yang akan kita tanya adalah orang yang memang bekerja di tempat tersebut.
Popularity: 35% [?]




10 Mar 2008, 12:31 am
pake scanning sagala, hasil scanning menentukan pelayan ato nggak yah mas? Pake detektor aja
10 Mar 2008, 1:25 am
Untuk menghindari hal itu biasanya aku suka tanya, ” yg jaga toko mana ya? ” atau ” petugasnya mana ya? “. Coz, pernah juga kayak gitu. Btw, thanks ya sudah ngelink ke blogku. Sudah aku link balik tuh.
You can also read Faradina’s blog post: Detektif swasta
10 Mar 2008, 2:40 am
hari rabu lalu, aku ke mall cari sesuatu, ada tumpukan baju discount disana, dan ada 2 orang yang sedang memilih milih, malah yang satunya cwo bersandar ditumpukan baju itu, lalu setelah pilih pilih aku bilang ” Mas aku bungkus yang ini seraya kasihkan baju pilihan ku” Lalu sambil ketawa ngakak dan sedikit bingung dia bilang ” Mba saya bukan pelayannya” Malah mba yang disebelah aku itu adalah pacarnya. Aku langsung bilang “ups sorry kirain, maaf ya mas” tapi aku pasang muka tenang aja dan meneruskan memilih baju discount, pelan pelan aku bergeser dan barulah ketoilet karena malu…
12 Mar 2008, 9:24 am
susah tuh kalo di toko kayak Pl***t S**f, soalnya yang jaga sama yang beli kadang lebih keren yang jaga..hehehe..
You can also read stey’s blog post: playlist..
27 Mar 2008, 4:45 pm
setuju ama comment dari stey


disitu susah banget dibedain..mana yg jaga,..mana yg beli..palagi di toko macam itu banyakan yg cuma liat2 doank
kalo gwe kebetulan sering ngojek…n sering salah ngira..gwe asal naek aja ke motor..terus bilang…”ke blok XXXX ya bang…”, pas setengah jalan gwe diturunin..terus dia bilang…”mba..sayacuma bisa anter ampe sini…rumah saya kearah lain
”
malu seh..tapi..ya gmana donks
You can also read Riri’s blog post: Sori…Gue Ga mau Dibayarin…