Macet yang Menakutkan

Wed, 20 Feb 2008 | Stuff | 177 views | Email This Post

Free Image Hosting at allyoucanupload.com

Tidak seperti biasanya, kemarin ketika saya dalam perjalanan pulang, jalanan macet sekali. Walau masih bisa bergerak, namun menjadi lebih lambat karena volume kendaraan yang luar biasa.

Saya mengira ada pejabat yang mau lewat atau ada kecelakaan. Usut punya usut ternyata tidak ada apa-apa. Aneh memang, tapi saya menduga ini ada hubungannya dengan volume dan jalan yang berlubang. Karena setelah saya melewati bagian jalan yang berlubang-lubang tersebut, arus lalu-lintasnya malah jadi cepat.

Anyway, saya jadi teringat kalau kita terjebak macet ada hal-hal yang tidak kita inginkan untuk terjadi. Seperti kebelet buang air kecil atau kaki kram.

Jika kita terjebak dalam kemacetan yang parah, kebelet ingin buang air kecil merupakan hal yang menakutkan. Untuk kaum pria mungkin ini tidak terlalu mengkhawatirkan, apalagi kalau di dalam mobil ada botol air bekas. Kalau tidak bisa kompromi lagi, maka botol itu bisa digunakan sebagai tampungan darurat.

Tapi kalau hal ini terjadi pada kaum wanita, saya pikir para wanita mau tidak mau harus menahannya. Tentunya sebuah perjuangan yang tidak mudah dan tidak nyaman. Saya tidak tahu tuh bagaimana biasanya wanita mengatasi hal tersebut selain menahan.

Untuk mobil manual, macet juga memaksa kita untuk bermain gas dan kopling. Kadang kalau sudah terlalu lama, kaki bisa juga kram karena kelelahan dalam posisi yang tidak natural.

Saya biasanya suka kram di kaki kanan. Yaitu di otot depan antara tulang kering dan kaki. Saya mengira ini disebabkan oleh kaki yang harus berada di posisi menekan gas dalam waktu yang lama. Kalau sudah begini saya cuma bisa berharap untuk cepat sampai sambil mengistirahatkan kaki saya sebisanya.

Macet memang hal yang menyebalkan, dan macet bisa menjadi sesuatu yang menakutkan kalau kita terjebak di dalamnya dan harus berjuang dengan  kondisi tubuh yang tidak bisa diajak berkompromi.

Popularity: 30% [?]

Artikel Lainnya:

  1. Nulis Blognya Agak Macet Haloha … mau minta maaf kalau misalnya belum ada posting baru lagi, soalnya lagi bener-bener sibuk. Jadi nulis blognya agak-agak...
  2. Kakinya Kaki-Lima Kemarin saya mengunjungi acara pernikahan kerabat di daerah Garut, Jawa Barat. Ini adalah yang pertama kalinya saya menghadiri pesta pernikahan...
  3. Yang Tua Makin Gila, Yang Muda Ikut Merana Sebenarnya tulisan ini sudah saya tulis di Pancaroba.com, tapi dalam bahasa Inggris. Umm..kenapa ya, kok sepertinya ada yang kurang sreg?...
  4. Mahar Yang Tidak Seimbang Dengan Pestanya Hari ini saya menerima dua berita pernikahan teman. Satu di Bandung dan satunya lagi di Jakarta. Bersamaan dengan berita pernikahan...
  5. Pengusaha Indonesia Sudah rutin bagi kita untuk mendapatkan berita tentang penggusuran kaki lima. Hampir tiap hari ada saja pemberitaan tentang ‘perjuangan’ para...



Comments

  1. 1
    steyNo Gravatar
    20 Feb 2008, 7:40 am

    Thanks God i live in Semarang.. not MACET Free sih..tapi belum separah Jakarta lah..

    You can also read stey’s blog post: have you ever cried?

  2. 2
    tehahaNo Gravatar
    20 Feb 2008, 8:33 am

    hmmm…
    macet, satu dari sekian banyak alasan kenapa saya ndak betah ‘tinggal’ disini…/:)

    You can also read tehaha’s blog post: efek narasi bombastis

  3. 3
    Andie SummerkissNo Gravatar
    20 Feb 2008, 9:43 am

    Horrible. If in any particular day, in Jakarta, 50,000 people are stuck in a 5 hour traffic jam (in total), it means 50,000 people are not functioning and not producing anything.

    If they take 8 hours of sleep a day, and 3 hours for meals, that will make it 16 hours of non-functioning gap.

    I think that explains the big issue we have in this country. We simply don’t allocate enough time to work, study and be productive.

    You can also read Andie Summerkiss’s blog post: Legazpi City - Rain and Volcano

  4. 4
    ratnaNo Gravatar
    20 Feb 2008, 3:14 pm

    macet lagi macet lagi, gara-gara si komo lewat….
    Andai klo cuma si komo aja penyebabnya..

    You can also read ratna’s blog post: SMART CARD apa bener-bener kartu pintar?

  5. 5
    aNdRaNo Gravatar
    22 Feb 2008, 1:55 pm

    ‘Macet ajaib’ yg gak ada apa-apa bisa jadi macet ular naga panjangnya emang udah ‘tradisi’ Jakarta kali yah… oh iya.. ama Jl. Margonda Raya Depok.. the most unrealistic street in Depok City.. jam 22.00 aja masih bisa macet luar binasa…padahal ngga ada apa2 selain angkot pada ngetem sembarangan.

    You can also read aNdRa’s blog post: DagDigDug DHueeRRR

Leave a Comment

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

blank