Kalau seperti saya, belum makan nasi berarti belum makan, maka bukanlah sesuatu yang aneh kalau menginginkan jatah nasi diperbanyak. Selain karena saya doyan makan, nasi menurut saya, adalah asupan utama yang dibutuhkan tubuh sebelum memulai aktifitas.

Untuk kepraktisan, saya biasanya suka membeli nasi padang. Dulu-dulu saya kalau membeli nasi padang suka makan di tempat. Karena saya pikir lebih mudah dan lebih enak begitu.

Tapi setelah saya amati beberapa kali, ternyata kalau makan nasi padang di tempat, jatah nasinya lebih sedikit dibanding kalau nasi padangnya minta dibungkus.

Saya perhatikan kalau kita memilih makan di tempat, si pemilik tempat makan paling hanya mengambil satu scoop nasi sedangkan kalau dibungkus bisa dua atau tiga kali scoop. Scoop-nya biasanya terbuat dari batok kelapa berwarna kecoklatan.

Saya pikir ini adalah trik dagang si pemilik tempat makan supaya pengunjung memesan lagi nasinya. Karena kalau gembul seperti saya, satu scoop nasi jelas tidak akan cukup.

Nah, semenjak saat itu saya selalu membeli nasi padang dibungkus. Dengan harga yang sama kita bisa mendapatkan nasi yang lebih banyak ketimbang bila kita makan di tempat.

Nyum.. nyum… :D

Popularity: 43% [?]



Comments

  1. 1
    bedh
    18 Feb 2008, 4:28 am

    huhuhu
    saya juga penggemar nasi padang
    walaupun kadang memang suka nggak habis karna porsinya emang kebanyakan
    tapi kalo nggak makan nasi mang berasa masih kurang lengkap alias berasa seperti belum makan
    huhuhuhuhu

    You can also read bedh’s blog post: Contekan Batavia

  2. 2
    aNdRa
    18 Feb 2008, 12:46 pm

    Wadow…saya termasuk yg kurang suka makan nasi padang. Nasinya keras (soalnya kebiasaan dirumah, nasi dibuat agak lembek hingga bulirnya kelihatan gemuk2). Lauk masakan padang juga hanya sedikit banget yg saya doyan, misalnya rendang kering, paru goreng, ikan goreng, dan perkedel (yg kering2 doang).

    Hahaha… iya kalo buat penyuka nasi memang lebih menguntungkan dibawa pulang. Kalo makan di tempat, biasanya tambah nasi ‘cuma’ dapat tambahan sayur singkong + kuahnya. Harga dihitung kira-kira Rp 2.000 - Rp 3.000 per porsi tambahan nasi putih.

    Pernah nyoba triknya ‘Asyiknya Rame-rame’ utk makan di resto padang, ‘Dit? :D

  3. 3
    naninunenon
    18 Feb 2008, 12:58 pm

    hahaha… betul sekali.. entah kenapa kalo dibungkus banyaaak banget nasinya

    You can also read naninunenon’s blog post: Toba Dream

  4. 4
    adit
    19 Feb 2008, 6:14 am

    @Bedh: Naah itu dia, mendingan dibungkus aja deh hehehehe

    @Andra: Belum tuh, gimana caranya? Jangan-jangan kayak iklan rokok itu ya? :D

    @Nanin: Hehehe… lo emang gembul juga kan Nin ;)

  5. 5
    Andie Summerkiss
    19 Feb 2008, 10:09 am

    This is a funny post. It is weird that I can eat the whole thing of Nasi Padang, but not other dish. With chinese food, I can only eat so much.

    But Nasi Padang, it looks like it could feed a family of five, but still I can finish it all by myself. I am not surprised you eat five times more than I do. LOL

    You can also read Andie Summerkiss’s blog post: Legazpi City - Rain and Volcano

  6. 6
    ecky
    20 Feb 2008, 2:47 pm

    I noticed that too Dit, same thing like Chinese resto. If you buy take away, you will get more than dine in.

    Try to order take away or delivery mie goreng or nasi goreng or kwetiaw goreng from Chinese resto, you will get full of stereo foam :))

    You can also read ecky’s blog post: The Differences

Leave a Comment

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

blank