Berbagi Uang Dengan Kekasih

Sat, 9 Feb 2008 | Stuff | 198 views | Email This Post

Masalah keuangan mulai menjadi lebih serius seiring dengan makin seriusnya hubungan kita dengan pasangan (menuju ke pernikahan). Di latar belakangi oleh keseriusan ini, ada beberapa pasangan yang berani untuk mengambil resiko dengan mempunyai tabungan bersama.

Tabungan bersama adalah sebuah tabungan atas nama kita dan pasangan kita dan diisi secara rutin oleh kita berdua dengan menyisihkan sebagian dari pendapatan yang kita terima. Pada kasus-kasus tertentu ada juga yang hanya menggunakan nama pasangannya untuk tabungan bersama tersebut.

Mungkin hal ini bisa dianggap sah-sah saja, tapi menurut saya langkah ini adalah langkah yang terlalu optimis. Dalam pandangan saya, seyakin apapun kita terhadap pasangan kita, mempunyai tabungan bersama sebelum menikah merupakan langkah yang cenderung ceroboh.

Alasan saya berkata demikian karena dalam setiap hubungan kemungkinan untuk berpisah selalu ada. Seyakin apapun kita terhadap hubungan itu, tetap saja ada kemungkinan-kemungkinan yang bisa membuat hubungan kita tidak berakhir dipelaminan.

Selain itu, mereka yang mempunyai tabungan bersama pada umumnya merencanakan tabungan tersebut untuk pengeluaran-pengeluaran berjumlah besar, seperti biaya pernikahan, membeli kendaraan, dan membeli properti.

Untuk bisa mencapai itu biasanya dibutuhkan waktu tahunan dan bisa menjadi bumerang bagi kedua pasangan. Tabungan yang dibangun sekian tahun bisa-bisa menjadi masalah yang pelik ketika hubungan asmara tersebut harus diakhiri. Terutama dalam hal pembagiannya.

Kita bisa saja berharap jangan sampai kejadian, tapi kita tidak bisa menghilangkan kemungkinan itu sepenuhnya.

Oleh karenanya saya cenderung melihat tabungan bersama sebagai tabungan yang lebih cocok untuk pasangan yang sudah menikah.

Pernikahan mempunyai nilai ekonomi dan spiritual yang lebih tinggi dibanding dengan hubungan asmara biasa (pacaran). Sehingga para pelakunya pun akan berusaha lebih keras untuk mempertahankan pernikahan, since the stake is also higher.

Kalaupun tetap menginginkan untuk punya tabungan bersama, gunakanlah untuk hal-hal yang sedernaha saja. Yang kira-kira kalau hubungan harus berakhir tidak akan menimbulkan masalah yang pelik.

Namun bila menginginkan punya tabungan bersama untuk pengeluaran-pengeluaran jumlah besar, hendaknya kita punya catatan yang jelas. Sehingga ketika hubungan harus berakhir, pembagiannya bisa sesuai dengan kontribusi masing-masing.

Popularity: 26% [?]



Comments

  1. 1
    mia
    9 Feb 2008, 11:57 pm

    \:d/
    dit, kita punya tabungan bersama sejak masih SMA loh… ga ada masalah kok dit… malahan kita jadi saling ngingetin buat “nyetor” bagiannya masing-masing sesuai dengan pendapatannya aka uang jajan, (kalo zaman SMA sih…)trus kalo ada keperluan bersama yang jumlahnya lumayan besar, jadi tinggal ke ATM aja…
    sampai sekarang juga kita masih menganut sistem tabungan beRsama, cuman sengaja beda bank sesuai dengan keperluannya. oke dit? jangan takut untuk berbagi, apalagi sama orang yang kita sayang… hehehe

    You can also read mia’s blog post: weekend (again)

  2. 2
    adit
    10 Feb 2008, 9:08 am

    Mia: Eleuh, Mia teh pacaran dari SMA ya? huhuhu romantis… Btw, kalau kita dan pasangan kita bisa commit seperti kasusnya Mia memang ngga apa-apa. Tapi ada juga kasus yang tidak seperti itu. Nah, adit mah berpikir better safe aja daripada sorry. Apalagi kalau tabungan bersama itu ditujukkan untuk pembelian bernilai investasi seperti rumah, kendaraan, dsb. :)

  3. 3
    aNdRa
    12 Feb 2008, 9:20 am

    Gw setuju ama elo Dit. Jaman sekarang sangat sulit untuk mempercayai seseorang, baik lelaki maupun perempuan. Jaman modern ini manusia makin cerdas, makin banyak keinginan, dan makin susah ditebak apa maunya. Kalo jaman bokap&nyokap gw sih kyknya orang masih lugu & jujur aja gitu, ngga neko-neko.
    Resiko putusnya hubungan memang saat ini makin besar. Gw juga belum bisa untuk memutuskan berbagi tabungan dengan pasangan. Kalau cuman gantian traktir makan, saling memberi hadiah kecil, pinjam2an uang, let’s say dibawah Rp 500rb gitu buat gw masih bisa diikhlasin kalo seandainya pasangan ‘nakal’. Untuk aset-aset besar semacam motor, mobil, rumah, atau tabungan atas nama salah seorang, kayaknya belum berani deh.

    Menurut gw, lebih fair utk punya tabungan sendiri2, boleh saling ditunjukkan saldonya, dan bagus juga kalo tabungan tsb direncanakan utk keperluan bersama nantinya, misalnya DP rumah, kendaraan, dsb. yang nanti realisasinya saat menikah. Tapi tabungan tetep terpisah. Jadi kalo suatu ketika putus hubungan, udah bebas dari pemikiran ‘gono-gini’.

  4. 4
    stey
    13 Feb 2008, 9:22 am

    saya punya sharing account dengan pacar saya, tapi bukan untuk biaya merit cuma buat biaya jalan2..karena kami doyan banget travelling..kalo itu gimana ya?

    You can also read stey’s blog post: lagi aneh..[bukannya dari dulu-said iblis ]

Leave a Comment

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

blank