Cantik Tapi Jahat atau Jelek Tapi Baik?
Thu, 7 Feb 2008 | Stuff | 230 views | Email This Post
Sering kali kalau membicarakan soal selera kecantikan saya diberi pilihan antara yang cantik tapi jahat atau jelek (atau biasa-biasa saja) tapi baik. Terus terang keduanya bukan pilihan yang bagus untuk saya.
Ya saya suka yang cantik-cantik. Toh saya hanyalah seorang laki-laki normal yang akan memilih mereka yang saya pikir cantik dan melewatkan mereka yang saya pikir tidak menarik. Tentunya dalam konteks mencari pasangan dan bukan untuk yang lainnya.
Tapi entah kenapa sikap seperti ini sepertinya bukanlah sikap yang politically correct dan berulang kali harus berhadapan dengan kedua pilihan yang tidak bagus tadi.
Bagaimana kita melihat kecantikan memang berbeda-beda, dan saya punya kriteria sendiri tentang kecantikan wanita. Tidak melulu dari penampilan fisik, tapi bukan berarti saya tidak mementingkan keindahan fisik.
Saya juga punya kriteria sendiri tentang kebaikan seorang wanita. Tidak melulu dari sikapnya, tapi bukan berarti saya mengabaikan karakter positif yang dimilikinya.
Oleh karenanya pilihan cantik tapi jahat atau jelek tapi baik, menurut saya adalah pilihan-pilihan yang tidak realistis. Kedua pilihan tersebut hanyalah pilihan-pilihan yang diambil dari satu ekstrem ke ekstrem lainnya.
Kalau ada yang bilang, "mendingan yang biasa-biasa aja tapi baik hati", menurut saya sih itu cuma untuk terlihat budiman saja, atau paling tidak untuk bersikap politically correct. Bisa juga karena terpaksa lantaran tidak ada pilihan lainnya.
Nah karena cuma diberi pilihan dua tadi, saya melihat ada kencenderungan untuk "memusuhi" yang cantik-cantik dan mengasihani yang biasa-biasa saja.
Kalau ada wanita cantik sepertinya akan berasumsi dia itu sombong, egois, dan ini dan itu. Sedangkan kalau ada wanita yang penampilannya biasa-biasa saja akan menggunakan alasan kebaikan hati untuk mengakomodir rupa yang biasa-biasa tadi.
"Dia emang cantik, tapi kayaknya sih belagu" dan "Memang sih dia biasa-biasa saja, tapi orangnya baik banget" adalah dua komentar yang mungkin sering kita dengar. Paling tidak yang saya sering dengar.
Kalau seseorang berparas cantik, rasanya wajar kalau dia punya kebanggaan, begitu pula dengan orang yang berhati baik, wajar juga kalau dia punya kebanggaan atas kebaikannya. Tapi ini tidak berarti bahwa yang cantik tidak punya hati yang baik, dan yang baik tidak punya paras yang cantik.
Nah, kalau saya ditanya lagi, pilih mana cantik tapi jahat atau biasa-biasa saja tapi baik? Saya akan memilih yang cantik dan baik. ![]()
Popularity: 27% [?]




7 Feb 2008, 9:15 pm
No worries Dit, banyak kok yang cantik dan baik
You can also read Ecky’s blog post: Five
7 Feb 2008, 9:18 pm
pilihan kita sama bro…
toh banyak juga kok yg cantik tp baik, tinggal dianya mau ama kita apa ngga, itu masalahnya * 
You can also read ojat’s blog post: 30 Tahun Vidatra
9 Feb 2008, 6:11 pm
secara aku cewek..pertanyaanku lebih sering; ada gak cowok yg cakep dan baik. Berdasarkan riset gak penting, jawabannya begini; Kalo ada cowok yg cakep & baik, kemungkinannya cuma ada dua;(1) sudah beristri (2) gay
You can also read astrid’s blog post: Imagology & Flawless White
13 Feb 2008, 9:53 pm
semua pasti maunya yang baek-baek ya Dit..hehehe..
You can also read stey’s blog post: lagi aneh..[bukannya dari dulu-said iblis ]