Dagelan Dalam Anggaran
Wed, 6 Feb 2008 | Stuff | 175 views | Email This Post
Dari sekian banyak keanehan yang ada di Indonesia, salah satunya adalah soal anggaran. Saya sering mendengar kalau berbagai instansi pemerintah dan instansi politik punya keharusan untuk menghabiskan dana anggaran yang diberikan pada tahun tersebut. Kalau tidak, katanya lagi, akan mengurangi jatah anggaran mereka di tahun berikutnya.
Karena ada keharusan untuk menghabiskan anggaran tersebut, maka tidak jarang di akhir-akhir tahun kita suka melihat banyaknya proyek-proyek yang tidak jelas. Entah tujuannya untuk apa, tapi dari yang saya dengar mereka melakukan itu sekedar untuk menghabiskan anggaran.
Saya tidak mengerti cara berpikir seperti ini. Setahu saya dalam dunia management dan keuangan, kalau kita bisa mencapai target dengan menggunakan dana sekecil mungkin, berarti kita sudah bisa lebih efisien, dan tentunya dinilai sebagai sesuatu yang positif. Sehingga kelebihan dana yang ada bisa dialokasikan untuk bidang-bidang lain.
Kalau kita punya kewajiban untuk menghabiskan anggaran sedangkan biaya proyek-proyek yang harus dikerjakan nilainya di bawah anggaran itu sendiri, tentunya ini mendorong kita untuk menjadi boros bahkan tidak rasional. Mungkin ini sebabnya banyak jalan yang bolong lagi, bolong lagi, karena dikerjakan sekedar untuk menghabiskan dana yang tersedia.
Praktek memboroskan anggaran sudah menjadi rahasia umum dan masih saja dilakukan dengan leluasa. Lebih jauh, pola pikir seperti ini banyak ditemui di kalangan pegawai negeri sipil dan mereka-mereka yang menggantungkan usahanya pada proyek-proyek pemerintah.
Terus terang saja, pemikiran dan praktek menghabiskan anggaran adalah sebuah dagelan. Yang lebih lucu lagi adalah mereka-mereka yang terus-terusan menyetujui untuk memberikan dananya.
Indonesia memang negeri dagelan. Negeri yang tidak hanya ditertawakan oleh rakyatnya sendiri, tapi juga bangsa-bangsa lain. Sebuah negeri yang begitu lucu sampai-sampai dia hampir sekarat karena keanehan dan kelucuan yang dimilikinya.
Popularity: 25% [?]




6 Feb 2008, 6:20 am
klo udah masalah ngabisin duit rakyat (baca: korupsi), mereka mah ga pake ilmu managemen keuangan…yang ada ilmu nilep sebanyak2 dan secepat2nya
You can also read devari’s blog post: Pegawai Negeri, Mimpi dan Gengsi yang Dibeli
6 Feb 2008, 6:24 am
iya, saya juga suka aneh ngliat orang2 pada ngabisin anggaran…capek deh…
You can also read ojat’s blog post: 30 Tahun Vidatra
7 Feb 2008, 10:43 am
@Davari: Andaikata ada Universitas Korupsi Indonesia, pejabat korup udah bergelar S3 semua kaliya?
@Ojat: Setuju, kayaknya mereka itu udah jadi bawaan untuk punya pikiran kotor (korupsi).
18 Sep 2008, 12:31 pm
Korupsi enak gila.



Pada gak pernah korupsi sih.
Siklus perencanaan & penganggaran nasional memang sangat mendukung korupsi.
Dan dilanggengkan oleh birokrasi sperti itu. Harus.
kalo nggak mana bisa kaya.
Itu sudah jadi pekerjaan harian pns/birokrat negeri ini.
me maling uang rakyat adalah hal biasa. Halal haram ada standarnya sendiri di lingkungan pemerintahan.
Saya bisa bilang gini karena saya kerja di lingkungan maling itu.
3/4 penghasilan saya dari maling.
Dan saya gak bisa berhenti. Seperti narkoba.
Mana KPK nich dah bertahun2 korupsi gak ada yang nangkep gw.