Poligami, Pilihan Menarik?
Tue, 5 Feb 2008 | Repost | 196 views | Email This Post
Poligami di Indonesia selalu menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Berdasarkan pengamatan saya biasanya wanita adalah kaum yang paling keras dalam menentang poligami, sedangkan kaum laki-laki cenderung lebih banyak diamnya, atau senyum-senyum saja kalau ditanya soal ini.
Dari pengamatan saya, sepertinya banyak wanita yang menganggap poligami sebagai alat kaum laki-laki untuk mencari kenikmatan baru yang tidak hanya bisa dilakukan, tapi juga diperbolehkan oleh agama. Selanjutnya, ujung dari pandangan ini biasanya akan memposisikan wanita sebagai korban.
Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar, dan dalam Islam sendiri poligami bukanlah sesuatu yang dilarang. Poligami diperbolehkan dengan syarat yang sangat ketat. Namun demikian banyak dari wanita-wanita muslim yang saya temui tetap saja akan senewen terhadap poligami. Mereka cenderung untuk menentangnya walaupun diberi penjelasan dari sisi agama sekalipun.
Salahkah bila mereka bersikap begitu? Saya tidak akan bilang sepenuhnya salah. Karena memang poligami merupakan isu yang sangat sensitif bagi kaum wanita.
Yang menurut saya kurang tepat adalah menggunakan rasa ketidaksukaan terhadap poligami sebagai landasan pemikiran untuk menganalisa poligami.
Kalau sudah begini maka objektifitas akan sulit untuk didapatkan. Saya berkata demikian bukan karena saya laki-laki. Tapi karena saya mencoba untuk melihat isu poligami ini dengan kepala yang lebih dingin.
Saya pribadi tidak menganggap poligami sebagai pilihan yang menarik, dan saya yakin kebanyakan dari kaum laki-laki akan berpendapat sama.
Kenapa tidak menarik? Salah satu penyebabnya karena poligami merupakan hal yang mahal, merepotkan, dan banyak efek sampingnya. Baik itu dari sisi ekonomi maupun dari sisi perasaan. Semua ini merupakan beban yang tidak ringan dan kemungkinan besar tidak menyenangkan.
Lalu kenapa ada saja laki-laki yang berpoligami? Saya rasa ada berbagai alasan untuk menjawab pertanyaan ini. Ada yang menggunakan poligami sebagai sarana pemuasan nafsu dan ada pula yang menggunakan poligami sebagai medium untuk beribadah. Tapi pada intinya poligami adalah sebuah pilihan. Sebuah pilihan yang tidak menarik bagi kebanyakan laki-laki dan mungkin cenderung dihindari.
Maka menurut saya, kaum wanita tidak perlu terlalu takut menjadi “korban” poligami. Karena jumlah laki-laki yang mau berpoligami pun lebih kecil dibanding dengan jumlah laki-laki yang memilih beristeri satu (paling tidak berdasarkan jumlah laki-laki yang saya tanya mengenai ini). Apalagi sampai mengambil sikap “perang” terhadapnya.
Popularity: 38% [?]



5 Feb 2008, 7:23 am
seingetku untuk berpoligami, salah satu syaratnya kan harus diijinkan oleh istri pertama, nah kalo ga diijinin trus yg laki teteup poligami itu mah udah salah. hm tapi daripada poligami, mendingan maen catur *sip*
You can also read ojat’s blog post: 30 Tahun Vidatra
5 Feb 2008, 8:33 am
poligami yah, tanya istri ntar klo dah nikah boleh gak cempluk poligami..
You can also read cempluk’s blog post: Panas plus macet jalanan ibukota provinsi
5 Feb 2008, 1:19 pm
iya, saya juga udah sering denger penjelasan agama tentang ini dan ngerasa paham mengapa poligami diperbolehkan. tapi, naluri (wanita, hha) saya tetep aja belum bisa ikhlas ngebayangin kalo ntar tiba2 bapak saya nikah lagi, atau bahkan suami saya ntar.. huhuhu..
mas adit gak usah poligami segala ya ntar..
You can also read azkaa,,’s blog post: bali through the lens
5 Feb 2008, 5:19 pm
Is it lifestyle or a need?
Some men use the religion reason for the sake polygamy itself.
But what really interest me the most is how do the wives feel about that.
You can also read ecky’s blog post: Too much…
5 Feb 2008, 5:25 pm
Memang jumlah laki-laki yang mau berpoligami pun lebih kecil dibanding dengan jumlah laki-laki yang memilih beristeri satu — tapi yg sedikit ini punya pengaruh, menjadi role model, biasanya berkuasa di bidang politik dan keagamaan atau minimal publik figur…jadi saya tetap sebal sama poligami
You can also read astrid’s blog post: THE STICK
6 Feb 2008, 6:24 am
poligami sebagai medium beribadah? bisa dijelaskan lagi dikit?
You can also read devari’s blog post: Pegawai Negeri, Mimpi dan Gengsi yang Dibeli
8 Feb 2008, 10:07 am
Buat saya, poligami itu hanya bagian dari kehidupan Rasulullah yang tidak bisa sembarangan ditiru
Bisa masuk akal bodoh saya dengan perkecualian alasan yang SAMA PERSIS dengan Rasulullah saat menambah istri baru.

Saya sebagai wanita, menolak untuk dipoligami. Alasannya? Hmm.. karena bapak saya monogami, dan saya anak tunggal. Tak ingin berbagi suami. Berbagi kue aja saya sering ogah kok…