Kebelet Kawin
Tue, 5 Feb 2008 | Repost | 203 views | Email This Post
Saya waktu umur 25, saya kebelet sekali ingin menikah. Padahal waktu itu belum punya apa-apa. Lebih kepada modal nekat. Kepala berusaha rasional, tapi hati ini begitu menggebu-gebu. Malah terkesan tidak sabar. Ditambah lagi saat itu lagi jomblo-jomblonya. Waduh, kacau balau deh. Kepala pusing, hati ngga sabar, ujung-ujungnya malah marah-marah dengan semuanya.
Saya teringat waktu itu dengan ucapan seorang teman. Waktu itu teman sudah berumur 30an dan saya masih umur 22. Dia bilang “Nanti Dit, pas Lo umur 25-26, dijamin bakal kebelet kawin.” Hehehe.. waktu itu sih cuek saja mendengarnya, siapa takut? ![]()
Tapi tiga tahun itu tidak berasa dan akhirnya sampai juga pada umur segitu. Terjadilah pada diri saya. Kebelet kawin. ![]()
Entah itu berkah atau kesialan, tapi kejombloan sebenarnya turut membantu untuk menyadarkan saya. Coba kalau saya punya pacar, mungkin sekarang sudah punya anak. Pernikahan mungkin saya dapat, tapi apakah kebahagiaan menyertainya?
Saya bukannya menyarankan untuk menunda pernikahan. Tapi pernikahan bukan tanpa perhitungan, dan pernikahan bukan pula melulu perhitungan.
Pernikahan tanpa perhitungan adalah kebodohan, sedangan pernikahan yang selalu menghitung-hitung adalah kelalaian.
Untuk menikah tentu saja perlu persiapan dan perhitungan. Baik itu sisi materi maupun sisi mental. Namun apabila kita terlalu menghitung, ujung-ujungnya akan menjadi ketakutan.
So, menurut saya sih… apabila sudah ada calonnya, dan sudah dipertimbangkan baik-baik, usahakan untuk menuju pernikahan saja.
Popularity: 31% [?]
Artikel Lainnya:
- Hidung Belang dan Doyan Kawin Dalam menjalani hidup kita sehari-hari, terkadang ada kisah-kisah yang membuat kita geleng-geleng kepala atau bahkan tercengang. Dan dari sekian banyak...
- Renungan di Hotspot Hello all! Wuih, sudah hampir sebulan saya tidak pernah mengupdate blog saya. Kepindahan saya ke Bandung benar-benar menyita waktu dan...
- Berlabuh di Bandung Saya sekarang sudah ada di Bandung dan sedang menikmati kehidupan baru saya. Sejauh ini cukup menyenangkan karena saya punya waktu...





5 Feb 2008, 7:20 am
hoooo ternyata si mas adit ini yang kebelet kawin ya? hihehe, awas banjir lho *
* yah kalaw memang sudah kepengen dan mampu memberi nafkah lahir batin, kenapa ngga. mampu bukan berarti harus kaya *dalam hal harta* kan
hehehe
You can also read ojat’s blog post: 30 Tahun Vidatra
5 Feb 2008, 12:42 pm
duh, judulnya.. kebelet nikah dunk, jangan kebelet kawin doank..
You can also read azkaa,,’s blog post: bali through the lens
5 Feb 2008, 5:31 pm
Menikah memang banyak itung2annya..apalagi abis menikah..ngitung2 terus; ngitung gajinya cukup gak bwt sebulan, ngitung rekening listrik, telepon, ranovasi rumah, beli susu anak
susah….
You can also read astrid’s blog post: THE STICK
5 Feb 2008, 8:25 pm
Hmm… Sedang berpikir2x…
You can also read adit-nya niez’s blog post: Terima Kasih Banyak…