Sendal Jepit
Mon, 4 Feb 2008 | Stuff | 427 views | Email This Post
Saya suka sekali pakai sendal jepit. Selain nyaman, harganya pun relatif lebih murah dibanding dengan footware lainnya. Sejauh yang saya tahu, sendal jepit yang paling populer sejak jaman dulu adalah sendal jepit merek Swallow. Saya sendiri kurang tahu sejak kapan Swallow mulai beredar. Tapi semenjak saya kecil sendal jepit merek ini sudah ada.
Kenyamanan sebuah sendal jepit bisa berubah seketika menjadi kekecewaan ketika talinya putus. Berbagai cara pun ditempuh untuk terus memakainya. Walaupun demikian, sendal jepit yang sudah di "daur ulang" tidak akan pernah bisa senyaman sendal jepit yang masih utuh.
Sendal jepit memang sering dipandang sebelah mata. Padahal keberadaannya bisa membuat hidup kita lebih mudah dan lebih nyaman. Terutama untuk berpergian ke tempat-tempat yang jaraknya tidak begitu jauh. Dalam pandangan saya, sendal jepit merupakan pilihan ideal untuk pergi ke pasar, ke warung, atau berkunjung ke rumah teman dekat.
Dalam memilih sendal jepit, saya lebih suka yang permukaannya beralur/bercorak, karena hal ini akan membuat pijakan kita lebih menapak. Kalau membeli sendal jepit yang pijakannya rata, kemungkinan besar akan menjadi licin ketika kita harus melalui daerah yang basah, seperti ke kamar mandi atau ketika berjalan sehabis hujan.
Menurut saya, sendal jepit yang asik untuk dipakai adalah sendal jepit yang agak kebesaran. Biasanya saya mencari nomor 10.5 atau nomor 11. Nomor 10.5 cukup, tapi kalau ada nomor 11 akan lebih bahagia lagi sayanya. Pilihan warnapun bervariasi, ada yang merah, hijau, kuning, dan hitam. Sayangnya saya belum pernah menemukan sendal jepit yang warnanya putih.
Harga sendal jepit merek Swallow Zandilac cukup murah. Berkisar antara Rp.10.000-Rp.11.000. Harga ini cukup ideal, karena menurut saya membeli sendal jepit janganlah sampai lebih dari Rp.15.000.
Saya pernah waktu itu melihat-lihat sendal jepit yang "bermerk." Alangkah kagetnya melihat harga-harganya yang bisa mencapai puluhan ribu rupiah. Harga seperti itu menurut saya sudah tidak proposional lagi. Ujung-ujungnya kita hanya membeli sebuah nama saja.
Masalah yang ditimbulkan dari sendal jepit menurut saya adalah limbahnya. Coba saja ketika kita ke pantai dan bertemu dengan sampah yang terbawa ombak. Saya yakin kemungkinan besar kita akan menemukan sampah sendal jepit.
Sampai sekarang saya kurang tahu harus bagaimana memperlakukan sendal jepit yang sudah habis masa tugasnya. Sejauh ini saya hanya membuangnya ke tempat sampah. Mungkinkah ada cara yang lebih bersahabat dengan alam untuk memperlakukan sendal jepit bekas?
Anyway, saya tahu tulisan ini adalah tulisan yang tidak penting. Tapi kalau tidak ada sendal jepit, rasanya jalan kaki tidak akan pernah senyaman sekarang ini.
Popularity: 29% [?]




4 Feb 2008, 10:59 pm
sendal jepit yg mahal dan bermerk itu bagus dan awet
makanya jarang yg mau sering2 buang, makanya jarang bikin limbah
You can also read Andre’s blog post: Penghargaan lantai angkot terbaik
4 Feb 2008, 11:52 pm
Sandal jepit swallow sering rusak mas… Suka copot talinya
You can also read adit-nya niez’s blog post: Terima Kasih Banyak…
5 Feb 2008, 9:44 am
sandal jepit merk Roxy contohnya , mahal banget untuk ukuran sandal jepit ,tapi awet dan tahan lama untuk dipakai, dan warnanya lucu buat dipake jalan jalan.
You can also read tarie’s blog post: setujukah kamu dengan sex pra nikah?
5 Feb 2008, 12:59 pm
dulu waktu di asrama putri ipb, kapok beli sendal jepit mahal.. sering ilang dipake orang tanpa izin.. *curhat*
jadi, swallow sering jadi pilihan untuk sekedar mondar-mandir gedung antar asrama..
You can also read azkaa,,’s blog post: bali through the lens
5 Feb 2008, 5:54 pm
Pas musim ujan gini, sendal jepitku naik pangkat..soalnya kubawa2 ke kantor..supaya sepatu gak basah..ntar di kantor baru ganti..(lagian siapa yg nanya, ya)
You can also read astrid’s blog post: THE STICK
8 Feb 2008, 9:14 am
Aku maniak sandal jepit pas jaman kuliah S1 dulu, karena memang udah jadi trade-mark wajib buat pergi kuliah.
Tapi setelah kerja, meski masih tetep seneng sandalan buat pergi-pulang kerja (aku simpan sepatu di kolong meja kantor), tapi di kereta/di jalan suka diliatin sama orang2, ngeliat ke sandal jepitku yang kadang memang gak dimandiin samsek, kotor kena tanah becek. Akhir2 ini senang pake sepatu hak tipis&rata, agar bebas pelototan ke arah kaki.Hehehe…
30 Apr 2008, 8:18 pm
Pokoknya Sendal jepit is the best lah…
mau dipakai ke mal, jalan kepasar, kekantor.. cuek ajah…
You can also read Wib’s blog post: igh… aku jadi speechless
1 May 2008, 12:18 am
@Wib: Setuju banget!