Gampangnya Bilang Gagal
Tue, 22 Jan 2008 | Stuff | 140 views | Email This Post
Kondisi Indonesia belakangan ini memang sedang muram. Mulai dari antrian minyak tanah yang kembali marak sampai dengan langkanya kedelai. Mulai dari bencana banjir sampai dengan kisruhnya soal pertanahan.
Menanggapi keadaan seperti ini banyak orang yang tergoda untuk membuat pernyataan bahwa pemerintah telah gagal. Pendapat-pendapat seperti ini sering dilontarkan oleh para ahli maupun politisi yang kemudian didengungkan kembali oleh media.
“Kegagalan pemerintah” seperti sebuah kue yang menarik perhatian dan enak untuk dibagi-bagikan. Terlebih lagi bagi para politisi, berbagai kesulitan yang dialami rakyat sekarang ini digunakan sebagai momentum untuk mencuri-curi simpati rakyat dan mendiskreditkan pemerintah.
Saya di sini bukan semerta-merta membela pemerintah ataupun mendukung para politisi (dan ahli) yang membuat pernyataan-pernyataan menyangkut “kegagalan” pemerintah dalam mengurusi berbagai bidang.
Hanya saja komentar-komentar yang melulu negatif akan membawa dampak psikologis kepada kita. Kita menjadi lebih pemismis terhadap Indonesia dan makin kecewa dengan keadaan.
Memang fakta kalau keadaan sekarang ini mengecewakan dan menyusahkan. Namun dengan mengeluarkan pendapat yang lebih positif bukankah kita yang mendengarnya jadi lebih punya rasa optimis?
Iya minyak tanah masih mengantri, iya tempe jadi mahal, iya harga naik, iya pilkada masih kisruh. Tapi dengan gampangnya mengeluarkan kata “gagal” bukankah kita malah seperti memusuhi pemerintah? Padahal pemerintah adalah institusi yang menentukan negara ini mau dibawa kemana.
Kesulitan tidak akan selesai dengan mengeluh apalagi dengan perpecahan. Pemerintah memang perlu melakukan berbagai perbaikan, namun kita rakyat juga harus bisa lebih adil dalam menyikapi. Jangan cuma mengeluh dan menyalahkan. Bersatulah dengan pemerintah untuk menjadikan negeri ini lebih baik lagi.
Popularity: 19% [?]



22 Jan 2008, 10:14 pm
Mungkin karena qta sudah tersugesti atau bermental gagal kali ya…
You can also read adit-nya niez’s blog post: Si Mata dan si Hati
23 Jan 2008, 6:44 am
sedihnya org Indonesia skrrg lebih senang menjelek2an negara dan bangsanya sendiri kemana2…..itu sih bukan obyektif, tapi menelanjangi diri sendiri….
You can also read endang’s blog post: Malam Yang Ini, Akan Terasakan Lagi Nanti…..
23 Jan 2008, 1:27 pm
Sebenarnya bangsa ini terlalu lama hidup dalam kondisi yang nyaman.
Waktu jaman ORBA bensin murah, sekolah murah, kurs tukar rendah, beli apa aja bisa.
Hari ini, semua menjadi kebalikannya. Dan kita semua ternyata tidak siap, dan hanya dapat menyalahkan.
You can also read Hedwig™’s blog post: Apakah masih perlu membayar untuk sebuah ringtone
23 Jan 2008, 2:27 pm
@Adit-nya Niez: Sepertinya sih begitu, kita cenderung lebih pesimis dibanding optimisnya.
@Endang: Menurut saya sih itu disebabkan kekecewaan yang mendalam atas kepemimpinan negeri.
@Hedwig: Terlena oh terlena hehehe
23 Jan 2008, 2:42 pm
I think I have a fair share of making fun of our beloved mother nation. But nonetheless I love her dearly and it would really devastated me if one day I may have to move out of the country (I am actually dreading this as I can sense that day is coming very soon).
Can I have your email address? There’s some personal question I need to ask you ..
You can also read Andie Summerkiss’s blog post: DNA in access
23 Jan 2008, 3:18 pm
@Andie: I hope it won’t happen ya?
Btw.. I sent you an email 
24 Jan 2008, 9:13 pm
saya juga kdg suka malas melihat orang nyalahin pemerintah..emang gampang apa ngurus negara segede ini..huuuaaahhh..tapi saya juga maklum,krn ini juga luka akibat kesalahan masa lalu sih. Dulu kita percayA banget sama pemerintah, selama puluhanntahun,ternyata tertipu.Jadi sekarang klo sikap skeptis itu ada y itu cuma krn side effect dr kesalahan masa lalu..
Arrrgghh,saya plg g bisa ngemengin politik..huhuhu..
You can also read stey’s blog post: Heaven..