Lebih Berani Untuk Menangis
Sun, 13 Jan 2008 | Stuff | 175 views | Email This Post
Rasanya sudah sering kita temui pemikiran atau pendapat yang mengatakan laki-laki itu tidak boleh cengeng dan mereka juga dituntut untuk tangguh.
Saya sendiri tidak mempermasalahkan hal ini, tapi saya suka bertanya dalam hati, kenapa pendapat tidak boleh cengeng dan tangguh sering kali dikaitkan dengan ide "tidak boleh" menangis.
Saya akui saya juga suka begitu. Menahan rasa haru dan menahan tangis lantaran rasa gengsi saya sebagai seorang laki-laki. Malu rasanya kalau sampai terlihat menangis.
Kalau dipikir-pikir saya malah terlihat lebih bodoh ketika menahan tangis. Mulut tertutup rapat, dahi mengerenyit, dan wajah tertunduk. Mata juga di tutup sekuatnya dan sekali-kali tangan kanan atau kiri mengusap air mata. Selain itu saya juga berusaha keras untuk tidak terlihat seringukkan. Sungguh suatu kerja keras.
Lalu di saat-saat saya tidak merasa sedih, seperti saat menulis posting ini, saya berpikir, mengapa kita harus bersusah payah menahan tangis?
Kalau diperhatikan mungkin keinginan untuk menahan tangis disebabkan oleh persepsi yang menghubungkan menangis dengan sebuah kelemahan. Wah, tentunya ini bertentangan dengan ide bahwa laki-laki harus tangguh bukan?
Hmm.. apa iya menangis itu sebuah kelemahan? Tidak menurut saya. Menangis merupakan bukti kekuatan kita sebagi seorang manusia. Seorang manusia yang mau mengalahkan gengsinya untuk mengakui bahwa dirinya adalah seorang mahluk dengan perasaan.
Tentu ini bukan berarti kita bisa menangis kapan saja di mana saja kita mau. Tentu ada batasan-batasan kesopanan dan kelayakan. Tapi mempercayai bahwa menangis adalah suatu kelemahan menurut saya itu salah kaprah. Alasannya karena hal tersebut mengabaikan fitrah kita sendiri sebagai manusia.
Saya sendiri setelah menangis merasa lebih lega. Bisa berpikir lebih jernih, dan bisa lebih menerima kenyataan. Sedangkan kalau saya menahan-nahan untuk tidak menangis biasanya malah jadi uring-uringan dan lebih pesimis.
Terus terang saya lebih menghargai laki-laki yang mau menangis. Toh dengan menangis bukan berarti dia menjadi orang yang lebih lemah. Toh dengan menangis bukan berarti dia berhenti menjadi seorang yang tangguh. Dengan menangis kita semata-mata hanya berlaku jujur terhadap diri sendiri.
Kalau sudah begini, mungkin kita laki-laki harus lebih berani untuk menangis?
Popularity: 17% [?]




14 Jan 2008, 12:53 am
betul mas, kalo mau nangis mendingan ya nangis aja. rasa2nya menangis itu bisa jadi obat kesedihan deh.
ga usah malu, wong baru lahir aja kita nangis 
You can also read ojat’s blog post: FGPE
14 Jan 2008, 7:27 am
setuju mas……kebetulan saya menulis sedikit tentang ini….bukan menangisnya, tapi ttg kelembutan hati dan kehalusan perasaan lelaki….
You can also read endang’s blog post: Untuk Kau Ingat, Anakku……..
14 Jan 2008, 6:18 pm
@Ojat: Yoi, nangis enak kok
@Endang: Ah betul-betul, laki-laki juga bisa lembut dan halus kok hehehehehe
15 Jan 2008, 12:06 am
abis nangis kenapa dit??? kangen sama gw ya??? hehehe
You can also read naninunenon’s blog post: Oba Oba Oba
15 Jan 2008, 6:44 am
@Nanin: Kangen lo mah selalu bukan? Kangen ditraktir maksudnya
15 Jan 2008, 11:51 pm
ah..mo nangis sih nangis aja pak..sekeras2nya..
You can also read stey’s blog post: Selamat..