Lubang, Antara Benci dan Cinta

Thu, 10 Jan 2008 | Stuff | 198 views | Email This Post

Selain banjir, tamu rutin yang sering kita dapati di musim hujan adalah lubang di jalanan. Contoh saja di daerah dekat kosan saya. Lubang-lubang lama makin melebar dan lubang-lubang baru bermunculan. Padahal kalau melihat kondisinya, lubang-lubang tersebut baru saja dilapis ulang.

Saya memang tidak mengerti soal asphalt dan pemeliharaan jalan. Namun yang saya mengerti adalah setiap kali ada pelapisan ulang, umurnya tidak pernah lama. Rasanya sudah menjadi rahasia umum bahwa pelapisan ulang jalan itu selalu dilakukan mendekati atau di bulan-bulan turunnya hujan. Menurut nada-nada sinis yang saya dengar sih itu memang sengaja dilakukan supaya bisa terus-terusan dapat untung. Karena makin sering jalan rusak, makin lama para oknum bisa ‘ngobyekin’ proyek-proyek perbaikan jalan.

Untuk pastinya memang saya tidak punya bukti jelas, tapi kalau melihat kebiasaan para kontraktor dalam menangani proyek, nada-nada sinis itu seperti banyak benarnya. Biasanya kan di mark-up berlebih dan kualitas pengerjaan diturunkan. Tidak jarang pula terlihat pengerjaan yang asal jadi. Ujung-ujungnya malah bisa membahayakan pemakai jalan.

Saya pribadi sebal tuh sama lubang di jalan. Apalagi lubang yang tidak kelihatan, misalnya karena tergenang air. Kalau tidak hati-hati tentunya bisa bikin kendaraan rusak dan kitanya malah jadi sumpah serapah.

Tapi mungkin bagi oknum proyek pemeliharaan jalan, lubang-lubang di jalan itu seperti benih-benih cinta yang tumbuh subur di musim penghujan. Seperti karya masterpiece mereka yang bisa begitu konsisten untuk kembali ke bentuk semula–bolong lagi, bolong lagi. :(

Popularity: 17% [?]

Artikel Lainnya:

  1. Masihkah Ada Sisa Cinta Untuk Indonesia Setelah blogwalking dan bloghopping ke beberapa blog Indonesia, saya menemukan bahwa sebenarnya para bloggers kita itu cinta sama Indonesia. Saya...
  2. Hidup Santai, Hidupnya Indonesia Hari ini saya membaca berita di detik.com yang melaporkan bahwa pemerintah akan mengkaji kembali kebijaksanaan cuti bersama di tahun ini....
  3. Dagelan Dalam Anggaran Dari sekian banyak keanehan yang ada di Indonesia, salah satunya adalah soal anggaran. Saya sering mendengar kalau berbagai instansi pemerintah...
  4. Sisa Cinta Untuk Indonesia Setelah blogwalking dan bloghopping ke beberapa blog Indonesia, saya menemukan bahwa sebenarnya para bloggers kita itu cinta sama Indonesia. Ada...
  5. Cinta Lokasi Untuk Siapa? Cinta lebih mudah datang dari yang dekat-dekat. Karena dekat seseorang bisa lebih sering bertemu. Karena dekat seseorang bisa lebih...



Comments

  1. 1
    ojatNo Gravatar
    10 Jan 2008, 4:27 am

    “Karena makin sering jalan rusak, makin lama para oknum bisa ‘ngobyekin’ proyek-proyek perbaikan jalan.” saya juga mikiir gitu…….. :)>-

    You can also read ojat’s blog post: Selamat Tahun Baru 1429 Hijriah

  2. 2
    EckyNo Gravatar
    10 Jan 2008, 10:59 am

    Relate to soal “ngobyekin” itu, saya jadi suka takut kalo lagi dateng ke gedung baru.. yang bener-bener baru jadi, karena takut ada unsur pengobyekan itu jadi kualitasnya dikurangin hiyyy… serem kan

    You can also read Ecky’s blog post: Too young to be famous

  3. 3
    aditNo Gravatar
    10 Jan 2008, 1:31 pm

    @Ojat: Berarti saya ngga sendirian nih hehehee :>

    @Ecky: Mudah-mudahan sih ngga kayak di Korea dulu ya, ada shopping mall yang ambruk gara-gara pemilik mallnya serakah, jadinya dia mengurangi takaran bahan bangunannya. :-s

  4. 4
    PradityaNo Gravatar
    10 Jan 2008, 7:06 pm

    Saya juga ndak ngerti gmana caranya…

    Tapi klo perhatiin jalan2 d luar negeri, kok pada bisa awet yah…
    Jarang banget yg berlubang2 kyk gtu…

    You can also read Praditya’s blog post: Sekedar Ocehan Saja…

Leave a Comment

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

blank