Sisa Cinta Untuk Indonesia
Tue, 8 Jan 2008 | Stuff | 254 views | Email This Post
Setelah blogwalking dan bloghopping ke beberapa blog Indonesia, saya menemukan bahwa sebenarnya para bloggers kita itu cinta sama Indonesia. Ada yang mempromosikan Visit Indonesia 2008 dan ada pula yang menulis tentang keindahan-keindahan negeri ini. Ada yang bercerita betapa dia rindu masakan Indonesia, dan ada juga yang rajin menulis tentang karya-karya seni tanah air.
Saya sejujurnya senang melihat itu semua. Karena dengan blogging kita setidaknya bisa tahu bahwa masih ada orang-orang (bahkan banyak) yang menaruh perhatian begitu besar untuk kemajuan bangsa.
Selain untuk turisme, kampanya Visit Indonesia 2008 juga merupakan momentum bagus untuk meningkatkan kecintaan kita terhadap produk-produk dalam negeri. Ketika saya di Australia, saya bisa melihat betapa warga Australia begitu bangga dengan produk-produk negeri mereka. Contoh saja ketika mereka ingin membuat masakan Italy. Masakannya memang masakan Italy, tetapi mereka memilih untuk membeli bahan-bahannya yang dibuat di dalam negeri.
Contoh lainnya adalah warga Korea. Kalau kita ke Korea kita bisa melihat langsung betapa warga sana rela berkorban untuk negerinya. Banyak dari mereka yang mencari-cari barang buatan Korea terlebih dahulu. Apabila barang yang dicarinya tidak ada, barulah dia mau membeli barang dari negeri lain. Warga Jepang pun tidak jauh berbeda.
Memang kita tidak bisa membandingkan pararel antara Indonesia, Australia, Korea, dan Jepang. Namun paling tidak kita bisa mendapatkan ilustrasi bahwa kemajuan bangsa dapat juga dicapai dengan lebih mempercayai produk-produk dalam negeri.
Secara budaya memang orang Asia lebih brand minded di banding dengan konsumer di negara-negara barat. Tapi kalau di Indonesia selain brand minded kuat, import mindednya juga mengagumkan.
Keadaan seperti ini memang disebabkan juga oleh kualitas barang buatan dalam negeri yang kurang bagus. Tapi kualitas barang yang kurang bagus mungkin juga disebabkan oleh mindset kita yang haus akan barang-barang import. Jadinya produsen dalam negeri pun harus menurunkan kualitas untuk bisa menekan harga dan untuk bisa bertahan.
Merubah mindset memang tidak bisa dilakukan serta merta. Tapi paling tidak untuk sekarang ini, maulah kiranya mengutamakan barang-barang produksi dalam negeri dahulu saat kita mau membeli sesuatu (dengan kualitas bagus tentunya). Apabila tidak menemukan, bolehlah cari produk pantarannya yang dibuat di negeri lain.
Popularity: 21% [?]




8 Jan 2008, 9:53 pm
Iya nih…. cinta produk negeri sendiri juga makanannya yg beeeeerrmacam-macam. Mari kita membangun negeri ini dengan cara kita masing masing.
Salam kenal.
You can also read ono’s blog post: Oktober mengikis sang musafir
8 Jan 2008, 9:59 pm
@Ono: Salam kenal Mas Ono… betul Mas, makanan Indonesia itu salah satu produk andalan yang top abis.
8 Jan 2008, 10:32 pm
iya sih,, saya juga mencoba mengaplikasikan dalam kehidupan sehari2..tapi ironisnya, saya (& teman2 saya) justru lebih setia ke produk negara sebelah, Malaysia..terutama sepatu2 produk mereka, kualitasnya tinggi, harga tidak terlalu mahal. begitu beli spatu made in indonesia.. bentar2 langsung jebol, ato model & kualitas bahan ga cukup bagus.. serba salah deh rasanya!
You can also read v!n ’s blog post: Darwinisme dan Seteguk Air Zamzam
8 Jan 2008, 11:36 pm
@V!n+: memang serba salah sih, apalagi sekarang ini kan kita makin menuntut value for money, entahlah saya juga suka bingung
8 Jan 2008, 11:37 pm
yup…saya rasa bbrp produk-produk indo sudah berkembang dan di export..terutama yg berhubungan dengan hal-hal tradisional seperti batik, ukiran dsbg
asliii indonesia…kaya iklan aj hehe
…..untuk bbrp produk lain mungkin kualitasnya memang blm bisa menyaingi produk luar
You can also read Riadi’s blog post: Being Different…so what gitu lho
8 Jan 2008, 11:50 pm
@Riadi: Setuju. Untuk produk-produk kesenian memang Indonesia sudah bagus, sayangnya untuk produk-produk yang dipakai setiap hari kita masih kurang. Padahal pangsa pasarnya jauh di atas produk-produk kesenian… yah mudah-mudahan aja sih bisa lebih baik nantinya.
9 Jan 2008, 2:45 am
saya lebih suka pecel,gudangan,tempe dan tahu plus sambel,juga pete,ketimbang pizza..hehe..
You can also read stey’s blog post: Ada yang Salah?
9 Jan 2008, 2:55 am
Hmmm… Btw, kok saya udah ndak liat toko ACI (Aku Cinta Indonesia) lagi yah?
Padahal dulu ada deh..
You can also read Praditya’s blog post: Lha, Ini Kok Kopdar Lagi?
9 Jan 2008, 8:44 am
lam kenal yak.. ^^
iya sich, orang korea nasionalismenya tinggi buanget. di show banci di thai aja yak, kalo lagu korea yang keluar..tuh orang korea seneng banget ampe tepuk tangan sepanjang nyanyian. yang jadi guide korea di thai kudu orang korea asli, katanya biar lebih paham budaya orang korea.
tapi gimanapun gw tetep cinta Indonesia… makanannya ga ada yang ngalahin deh.. ^^
You can also read Yuliana’s blog post: Kabar Gembira….
9 Jan 2008, 8:30 pm
You know.. aku kayaknya mau buat tema skripsi ttg hal ini. Intinya mau bikin ttg blog, tapi bingung dari sudut pandang apaan. Kayaknya sudut pandang yang kamu kasi ini menarik (kalo blog bisa jadi ajang untuk meningkatkan anuh2 ttg Indonesa) Kalo aku angkat gemana yaa..? And if I take this topic.. would you do me? eh maksudnya would you do me a favor? (yg enteng2 aja kok..) hyahahaha… thanks a bunch!
You can also read titiw’s blog post: Piece of Fake
9 Jan 2008, 10:53 pm
@Yuliana: weh menarik juga tuh infonya. Baru denger ada yang sampe seperti itu
@Titiw: Sure do!
Just message me or send me email (Poke Me)