Blog Brainwash
Blog of the Week January 7th, 2008
Beberapa waktu yang lalu saya berbincang-bincang dengan seorang teman baik. Namanya Ratna tapi sering dipanggil Nanin. Dalam pembicaraan itu kita membahas soal pemakaian teknologi Internet untuk menambah jaringan kita. Nanin sebelumnya menggunakan Internet hanya sebatas email, Friendster, MySpace, dan Facebook. Lalu saya bertanya kepada dia, sudah mencoba blogging belum? Nanin menjawab belum dan kemudian bertanya-tanya apa menariknya ngeblog.
Weh, saya juga dulu punya pertanyaan yang sama. Tapi setelah tahu dunia blog saya malah seperti mendapat pencerahan untuk terus blogging. Nah, saya jelaskan dia tentang blog dan keuntungan-keuntungan yang bisa kita dapatkan dari blogging.
Karena Nanin seorang pianist, saya berusaha menjelaskan manfaat blogging dari sisi seorang musician. Saya bilang blogging bisa membuka peluang untuk memperkenalkan musik kita ke audience yang lebih luas. Selain itu blogging juga lebih menarik dibanding situs-situs social seperti Friendster atau lainnya karena blog secara terus-menerus di update. Sehingga informasi yang ada dalam sebuah blog selalu tampil baru.
Popularity: 25% [?]
Married to Relatives
Myself, in English January 7th, 2008
One of the challenges when you are married is about dealing with relatives. Here in Indonesia there is a notion, which says that when you marry someone you are practically marrying the whole family. I’m not quite sure whether this also happens in other cultures, but I guess there are similarities.
This notion turns into a challenge is when there are relatives who consistently come to you and asking for financial help. This challenge can become such a hassle if our spouse cannot say no and continues to give them assistance, even behind our backs.
I’m not married yet, but I see this situation happens all the time. My question is, how do we suppose to act?
Popularity: 37% [?]
Mengantuk Setelah Makan Siang
Stuff January 7th, 2008
Salah satu godaan terbesar dalam hidup menurut saya adalah rasa mengantuk di siang hari. Apalagi kalau suasana yang mendukung, seperti sunyi atau kekenyangan. Kalau sudah begitu otomatis kemampuan kita bekerja juga drop. Macam dari pakai broadband terus pindah ke Telkomnet instant.
Bagi saya tantangan terberat melawan rasa kantuk adalah ketika sepanjang pagi kita sibuk berkutat dengan pekerjaan, kemudian kita makan siang. Nah setelah makan itulah biasanya godaan mengantuk datang.
Popularity: 16% [?]
Presiden Bergelar Sarjana
Stuff January 7th, 2008
Hari ini saya iseng-iseng membaca koran Media Indonesia tanggal 6 December 2008. Lalu saya menemukan artikel di Forum Media Indonesia yang berjudul Sudah Selayaknya Calon Presiden Sarjana. Di situ Mba Rosa Susanti sang penulis mengatakan
Usulan [syarat calon presiden sarjana] membuat sebagian pihak merasa gerah. Mereka mempertanyakan mengapa seseorang harus mempunyai gelar S-1 agar menjadi seorang pemimpin nomor satu di Indonesia. Padahal, hal yang dibutuhkan dari seorang pemimpin adalah kemampuan untuk menyatukan bangsa… Namun, bila kita sadari, di era globalisasi saat ini, standar sarjana untuk capres-cawapres merupakan hal yang relevan dan rasional… Standar kesarjanaan itu setidaknya bisa membuat seorang pemimpin berpola pikir rasional dan mampu mengambil kebijakan yang sistematis… Harus dipahami bahwa presiden itu bukan sekedar jabatan, melainkan sebuah amanat… Oleh karena itu, intelektualitas seorang pemimpin bangsa dan negara dipandang perlu… Selain itu, persyaratan formal sudah mejadi kebutuhan karena di negara maju atau d ASEAN saja tingkat pendidikan kepala negaranya sudah tinggi.
Popularity: 19% [?]




