Stakeholder vs Shareholder
Tue, 11 Dec 2007 | Public Relations | 901 views | Email This Post
Dalam mempelajari public relations akan banyak ditemui istilah Stakeholder. Tapi banyak diantara kita yang masih bingung dengan perbedaan antara Shareholder dan Stakeholder.
Shareholder adalah para pemegang saham (penanam modal) di sebuah organisasi (perusahaan). Seseorang akan dibilang sebagai seorang shareholder apabila dia telah menanamkan modalnya di perusahaan yang bersangkutan, biasanya melalui pembelian saham. Tapi bisa juga dalam bentuk penanaman modal lainnya.
Stakeholder adalah mereka yang mempunyai kepentingan terhadap sebuah organisasi atau perusahaan, dan termasuk di dalamnya para shareholder. Stakeholder dapat dibagi menjadi dua: stakeholder internal dan stakeholder eksternal.
Stakeholder internal adalah stakeholders dari dalam perusahaan, sedangkan stakeholder eksternal adalah stakeholders yang berada di luar perusahaan.
Contoh, stakeholder Telkom Indonesia diantaranya:
-
- Stakeholder internal:
- Karyawan dan keluarganya
- Serikat Karyawan Telkom
- Stakeholder eksternal:
- Rakyat Indonesia
- Pemerintah Indonesia
- Pemegang saham (investor) / shareholder
- Pabrik telepon
- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
- Pemilik tanah yang lahannya dipakai untuk menara pemancar Telkom
- Supplier Alat Tulis Kantor nya Telkom
- Stakeholder internal:
Nah dari contoh di atas, jelas bahwa stakeholder eksternal jumlahnya lebih besar, dan biasanya mempunyai pengaruh besar terhadap ketahanan sebuah perusahaan.
Manakah yang lebih penting? Stakeholder internal atau eksternal. Jawabannya tergantung kepada isi pesan komunikasi (communication message) kita.
Apabila pesan komunikasi kita ditujukkan untuk internal perusahaan, maka isi pesan-pesan yang kita sampaikan harus lebih mewakili kepentingan internal stakeholder, dan begitu pula sebaliknya.
Contoh, apabila kita ingin membuat warta perusahaan (company newsletter) maka isi pesan-pesan yang disampaikan akan lebih mewakili kepentingan stakeholder internal kita, seperti karyawan, serikat pekerja, dan sebagainya.
Sedangkan bila kita ingin membuat laporan keuangan (annual report) maka isi pesan-pesan yang disampaikan haruslah mewakili kepentingan stakeholder eksternal kita, seperti pemegang saham, supplier, komunitas, dan LSM.
Apakah sudah lebih jelas? ![]()
Popularity: 40% [?]
Artikel Lainnya:
- Pembentukan Persepsi Melalui Internet Banyak pakar public relations (PR) di Indonesia berpendapat bahwa prospek industri PR di negeri ini sangat menjanjikan. Perusahaan dan pemerintah...
- Blogger Mums as Corporate Conversation Partner Kehadiran blog sedikit banyak telah merubah cara masyarakat berkomunikasi dan berinteraksi. Di industri public relations sendiri, kehadiran dan pengaruh blog...
- Harga Turun, Telkom Protes (DETIK.COM) Jakarta - PT Telkomsel siap mengajukan keberatan kepada Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) terkait putusan yang menyebutkan penetapan tarif...
- Definisi Tugas Public Relations Sensor perubahan sosial. Para PR professional mencermati goncangan/gerakan yang terjadi di masyarakat yang dapat berakibat buruk ataupun baik untuk...





11 Dec 2007, 12:57 am
Aaarghhh…
Ilmu komunikasi saya blom sampe sana…
Ditampung dulu!
You can also read Praditya’s blog post: Sirkumsisi, Mau?