Menikah Tahun Depan
Sun, 25 Nov 2007 | Myself | 310 views | Email This Post
Saya punya teman baik namanya Mas Gun. Beberapa tahun yang lalu saya bertanya sama dia, “Mas dulu memutuskan mau nikah sama isteri yang sekarang ceritanya gimana?” Dengan logat jawanya dia menjawab:
Waktu itu sebenernya pilihan saya ada tiga Dit. Tiga-tiganya itu adalah kakak beradik.
Weh, maruk juga nih Mas Gun, kakak adik di embat
terus dia melanjutkan
Nah waktu itu saya bermimpi kalau saya disuruh menjaga tiga telur. Telurnya ukurannya berbeda-beda. Ada yang besar, sedang, dan kecil. Dalam mimpi itu saya mendapatkan pesan bahwa saya harus menjaga telur itu sampai menetas. Nah, saya jaga telur-telur itu dengan hati-hati. Setelah beberapa waktu berselang, telur yang kecil bergerak-gerak. Saya perhatikan baik-baik, dan benar aja Dit. Akhirnya telur itu menetas. Setelah itu saya tungguin yang lainnya, kok ngga netas-netas. Sedangkan telur yang paling kecil sekarang sudah keluar burung merpati.
Nah, ngga lama setelah itu saya terbangun. Lalu saya berpikir sepertinya jodoh saya adalah dengan anak yang paling kecil dari tiga bersaudara. Ya wis, lalu saya utarakan cerita saya ke dia. Anehnya dia juga mempunyai mimpi yang mirip dengan saya. Akhirnya saya pun melamar dia, dan dia terima.
Saya mendengar cerita ini selain tercengang juga takjub. Wah asik top banget bisa mimpi seperti itu. Saya pun jadi mikir-mikir, kira-kira nanti saya mimpi yang seperti ini apa tidak ya? Asik kan bisa tahu siapa jodoh kita melalui mimpi? ![]()
Akhirnya saya pun berharap mimpi itu datang, sukur-sukur kalau Dian Sastro. Tapi… malam demi malam berlalu, mimpi itu belum datang juga. Akhirnya pasrah dan tidak mau ambil pusing lagi. Ah, jodoh itu masalah takdir. Kalau sudah waktunya pasti datang. Ngga usah dikejar-kejar juga kan?
Kalau sudah waktunya pasti datang…
Bapak sih ngga pengen kamu kelamaan kayak begini, pokoknya taun depan harus udah nikah.
Saya kaget juga dengarnya, dan cuma bisa cengar cengir saja. Akhirnya keluar juga kata-kata nikah. Selama ini saya ditanya kapan nikah oleh teman-teman atau saudara saja, dan biasanya saya bisa “get away from it”. Tidak pernah dari orang tua sendiri. Walau ucapan ayah saya tadi dengan nada bercanda, tapi saya melihat makna yang lebih dalam di balik ucapan beliau.
Hmm… apakah ini tanda waktu saya menikah sudah makin dekat? Ayah saya bilang seperti tadi sudah beberapa bulan yang lalu, tapi masih saja teringat-ingat di kepala saya, dan terakhir saya ketemu, beliau bertanaya lagi “Gimana perkembangan?”
Terus terang saya masih rada angin-anginan kalau ditanya soal ini. Antara mau dan ragu-ragu. Kalau ingat masalah penyaluran, ya memang sudah lama overdue
… tapi menikah kan lebih dari itu? Atau gimana?
Bagi yang sudah menikah, saya mau bertanya, dorongan seperti apa sih yang memotivasi kita untuk memutuskan mau menikah? Apa berdasarkan umur, keluarga, atau memang karena keinginan dari dalam diri kita sendiri?
Popularity: 15% [?]




25 Nov 2007, 10:35 pm
Wah… Mas Adit mau nikah bulan Mei!
“Akhirnya saya pun berharap mimpi itu datang, sukur-sukur kalau Dian Sastro.”
Kayaknya dibandingin Mas Gun, yang ini lebih maruk deh…
You can also read Praditya’s blog post: Manusia Pohon “Terpenjara” di Indonesia
25 Nov 2007, 10:38 pm
Praditya » masak siiih… kan cuman satu loooh
25 Nov 2007, 11:31 pm
Ya walau satu kan tapi…
You can also read Praditya’s blog post: Manusia Pohon “Terpenjara” di Indonesia
26 Nov 2007, 11:33 am
wah.. harus nunggu Dian Sastronya jga mempunyai mimpi yang sama donk ama Adit ..
You can also read chen’s blog post: Sakit…
10 Jul 2008, 7:13 pm
Krn dorongan hati mas…dah capek pacaran melulu! Pengen serius, pengen ada kepastian, krn menurutku, kalo nikah kita itu berjanji sama Tuhan! Gak ada kata cerai! Kecuali maut yang memisahkan…
@ML: Yup, harus diusahakan untuk mempertahankan pernikahan
You can also read ML’s blog post: eyeshadow motif animal print???