Reog Ponorogo Diklaim Pemerintah Malaysia
Thu, 22 Nov 2007 | Indonesia | 743 views | Email This Post
Saya mendapat berita dari teman bahwa Pemerintah Malaysia kini mengklaim Reog Ponorogo menjadi produk asli Malaysia. Beritanya ada di sini . Hmm… apakah ini usaha baru atau kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang mengklaim produk budaya Indonesia sebagai produk kesenian asli mereka?
Dalam laporannya KapanLagi.com menulis:
Para sesepuh dan tokoh kesenian reog Ponorogo, Jawa Timur, kecewa dan akan berjuang mempertahankan kesenian reog Ponorogo yang kini diklaim sebagai kesenian asli oleh Malaysia.
Salah seorang tokoh kesenian Reog Ponorogo, Ahmad Tobroni, Kamis, di Ponorogo, mengaku sangat kecewa saat mendengar kabar dari situs internet milik Kementerian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia yang mengklaim bahwa tarian Barongan yang mirip dengan kesenian reog Ponorogo tersebut adalah milik Pemerintah Malaysia.
Menurut dia, dalam situs internet tersebut menyebutkan tari Barongan yang terdiri dari beberapa penari seperti dadak merak atau barong jathil, seorang raja dan bujangganong mirip dengan tarian kesenian reog Ponorogo.
Beredarnya kabar tarian Barongan tersebut membuat warga Ponorogo dan instansi pemerintahan setempat sempat kaget. Pasalnya Pemerintah Kabupaten Ponorogo sendiri telah mendaftarkan tarian reog Ponorogo sebagai hak cipta milik kabupaten Ponorogo tercatat dengan nomor 026377 tertanggal 11 Februari 2004 dan diketahui langsung oleh menteri hukum dan hak asasi manusia Republik Indonesia.
Selain itu, kata Tobrani, sangat tidak relevan jika Malaysia mengklaim kesenian reog adalah miliknya karena selama ini untuk memiliki peralatan tersebut saja mereka membeli dari ponorogo.
“Jadi tidak mungkin bila sebuah Negara memiliki kesenian kebudayaan dan tidak mampu membuat peralatannya sendiri,” katanya.
Untuk membuktikan hal itu, Tobroni juga sempat melakukan pengecekan ke beberapa perajin reog di Ponorogo dan hasilnya para perajin mengaku dalam tahun ini banyak mendapatkan order dari para pelanggannya di Malaysia.
Nah loh?
Saya masih belum mengerti apa landasan Pemerintah Malaysia untuk berbuat seperti ini. Apakah ini bagian dari usaha Malaysian Tourism Board untuk “memperkaya” kumpulan produk-produk kesenian mereka yang nantinya akan dijual ke luar negeri? Sehingga makin banyak turis yang datang ke Malaysia?
Kampanya Visit Malaysia 2007 bertemakan “Malaysia Truly Asia”, mungkinkah ini yang menjadi motivator Pemerintah Malaysia untuk “mencaplok”? Karena kalau dilihat dari komposisi penduduknya, Malaysia sebagian besar terdiri dari orang-orang keturunan Melayu, India, dan Cina.
So mungkin mereka pikir kalau cuma segini kurang punya nilai jual karena:
- Malaysia cuma bisa menawarkan budaya melayu saja, dan itupun bersaingan dengan Sumatera (Indonesia). Ada budaya seperti budaya Dayak. Tapi itu juga bersaing dengan budaya Dayak di Kalimantan (Indonesia)
- Kalau mau lihat budaya India tentunya lebih mantap lihat ke India langsung (plus pemerintah India pun sedang giat mempromosikan India sebagai tujuan para turis).
- Kalau mau lihat budaya Cina tentunya lebih asik ke Hong-Kong atau malah ke Cina langsung. Apalagi bisa melihat Tembok Cina dan Kota Terlarang.
Nah kalau begini, daya saing Malaysia untuk menjual produk-produk budaya menjadi lebih lemah. Apalagi bila turis tahu bahwa negara-negara tetangganya mempunyai budaya yang lebih “orisinil”.
Menurut saya, Pemerintah Malaysia “mencaplok” seperti ini tidak lebih dari usaha tidak terpuji untuk mendapatkan tambahan pemasukan melalui industri pariwisata mereka.
UUD… ujung-ujungnya duit juga.
Popularity: 22% [?]




22 Nov 2007, 10:34 am
Hoalah… Apa lagi ini…?
You can also read Praditya’s blog post: Karena Blog Aku “Hidup”
14 Dec 2007, 4:19 am
OK begini aja…
MALAYSIA ITU MEMANG KUTU KAMPRET - BUKAN HANYA REOG TAPI LAGU RANGKAIAN MELATI JUGA JADI SASARAN HAK MILIK DIA.
Jadi gini nih….
Indonesia kalau punya nyali - lawan.
Malaysia kalau berani - lawan.
Biar pada LANGGENG BEGITU.
KALAU UDAH LANGGENG - PASTI JALANAN LENGGANG.
Hormatin saya grak,
- Si Duren Tanpa Duri