Itikad Tidak Baik Kerajaan Malaysia
Mon, 19 Nov 2007 | Indonesia | 357 views | Email This Post
Semalam saya membaca artikel dari ANTARA yang melaporkan tentang kongres rumpun melayu. Dalam laporannya ANTARA mengemukakan bahwa konsep sebudaya dan serumpun sudah makin terkikis oleh kepentingan politik dan ekonomi.
Johan Jaafar, Ketua Lembaga Pengelola DBP (Dewan Bahasa dan Pustaka), di kuala lumpur menyatakan:
suatu analisis yang dibuat oleh KRA Group, sebuah perusahaan komunikasi terkemuka, terhadap pemberitaan di koran dan majalah di Indonesia dimana terdapat 4.980 tulisan dari Mei hingga Oktober 2007 dari 11 media cetak nasional, 23 media massa cetak lokal, dan 11 buah tabloid dan majalah serta empat media online.
“Dari sekian banyak tulisan yang diteliti, kurang dari lima persen yang bernada positif, sisanya 95 bernada negatif untuk Malaysia. Hal ini tidak bisa dibiarkan. Saya sudah menyampaikan kekuatiran ini kepada pemimpin tertinggi di Malaysia. Kami tidak ingin hubungan serumpun ini rusak. Harus diperkuat,” katanya.
Ia mengatakan, tidak menyalahkan media massa di Indonesia karena mereka hanya melaporkan yang sebenarnya berlaku di Malaysia.
Selain itu para mahasiswa Indonesia yang belajar di Indonesia mengemukakan bahwa:
“Tidak ada hari di koran Malaysia yang tidak menjelekan Indonesia. Itu terjadi hampir setiap hari dan bertahun-tahun sehingga menimbulkan kebencian rakyat Malaysia terhadap Indonesia,” kata para mahasiswa Universiti Malaya yang hadir.
Lalu
Mantan Wakil PM Malaysia Anwar Ibrahim juga mengakui, media massa Malaysia yang dikontrol oleh Kerajaan Malaysia memang selalu menjelek-jelekan Indonesia. Reformasi di Indonesia selalu diputarbalikan oleh media massa Malaysia sebagai suatu penyebab kemiskinan dan kekacauan.
Namun masih ada harapan karena
para budayawan dan penulis yang mengikuti kongres bertekad untuk terus menjalin hubungan dan meningkatkan tali persaudaraan sebudaya dan serumpun Melayu di Kawasan Asia Tenggara.
—
Nah kalau begini kayaknya bisa diambil kesimpulan bahwa pejabat-pejabat yang berada di pemerintahan Kerajaan Malaysia punya itikad tidak baik terhadap Indonesia. Akibatnya malah rakyat Malaysia dan Indonesia sendiri yang jadi ribut.
Popularity: 12% [?]
Artikel Lainnya:
- Terima Kasih Kepada Pemerintah Malaysia Terima kasih kepada Pemerintah Malaysia. Kalau saja kalian tidak mengaku-ngaku budaya Indonesia adalah budaya asli Malaysia, tentunya kami-kami di Indonesia...
- Reog Ponorogo Diklaim Pemerintah Malaysia Saya mendapat berita dari teman bahwa Pemerintah Malaysia kini mengklaim Reog Ponorogo menjadi produk asli Malaysia. Beritanya ada di sini...
- 6 Cara Supaya Tidak Malas Ngeblog Dunia blogging memang menyenangkan. Kita bisa menulis apapun yang kita mau dan kita bisa mengutarakan apapun yang kita pikirkan. Tapi...
- Cantik Tapi Jahat atau Jelek Tapi Baik? Sering kali kalau membicarakan soal selera kecantikan saya diberi pilihan antara yang cantik tapi jahat atau jelek (atau biasa-biasa saja)...





19 Nov 2007, 12:26 am
klo denger malay kok gw males banget, kebetulan pas ceramah idul fitri di mesjid agung al azhar, sempet disinggung juga ama khotibnya. eh pas deket2 itu kick andy bintang tamunya anwar ibrahim…uhuhuhuhu makin makin empet lima enem gw liatnya. tapi…..
19 Nov 2007, 1:04 am
Sial… Masa’ ucapan Malingsia perlu dipopulerkan kembali…
You can also read Praditya’s blog post: Musim Hujan Dateng!
19 Nov 2007, 7:51 am
Iya, ngga ngerti juga kenapa. Mungkinkah karena ada dendam? Padahal sebelum kejadian-kejadian belakangan ini setahu saya banyak dari orang Indonesia mempunyai prasangka baik tentang Malaysia.
Mungkinkah karena kemajuan yang diraihnya mereka (para pejabat Malaysia) malah menjadi sombong?
You can also read adit’s blog post: Itikad Tidak Baik Kerajaan Malaysia