Hipertensi Bayi Karena Rokok
Mon, 19 Nov 2007 | Stuff | 460 views | Email This Post
Terus terang saja, saya ini bukan penggemar para perokok dan apabila memungkinkan saya akan menyarankan orang-orang yang merokok untuk segera menghentikan kebiasaannya itu. Kalau sudah menjadi kebiasaan memang biasanya enak. Tapi belum tentu enak bagi orang lain. Apalagi dalam hal merokok. Saya yakin banyak yang tidak suka kalau harus berdekatan dengan asap rokok. Apalagi kalau terus-terusan terekspose asap rokok.
Nah kali ini saya ingin memberikan alasan baru kenapa perokok harus segera menghentikan kebiasaannya. Informasi ini saya ambil dari ANTARA. Berikut kutipannya:
New York (ANTARA News) - Bayi-bayi yang terlahir dari orang tua perokok di dalam air seninya (urin) ditemukan produk samping nicotine, cotinine, yang besarnya lima kali lipat dibandingkan dengan bayi-bayi terlahir dari orang tua bukan perokok, demikian laporan para ilmuwan di Inggris, Senin.
Cotinine dapat membahayakan jantung dan pembuluh darah dengan meningkatkan tekanan darah, kata Dr.M P.Wailoo dari University of Leicester, Inggris yang terlibat aktif dalam penelitian tersebut kepada Reuters.
Senyawa tersebut merupakan salah satu produk sampingan nicotine yang amat berbahaya yang ditemukan dalam darah perokok atau keturunannya pada usia sangat dini, di mana mereka belum siap untuk menerima perawatan detoksifikasi dengan menggunakan sejumlah peralatan.
Memiliki ibu yang perokok merupakan faktor penentu utama bayi memiliki kandungan senyawa cotinine yang tinggi dalam air seninya yang dapat meningkatkan empat kali lipat, demikian temuan mereka.
Sementara itu, bayi yang ayahnya perokok meningkatkan kandungan senyawa cotinine dalam air seninya menjadi dua kali lipat.
Para peneliti juga menemukan bahwa bayi yang tidur satu tempat tidur dengan orang tua yang perokok cenderung memiliki kandungan cotinine yang lebih tinggi .
Hasil temuan tersebut memperlihatkan kecenderungan bayi untuk menjadi perokok pasif kelas berat dari orang tua yang perokok.
Nah, para perokok sebenarnya sudah makin kehabisan alasan untuk terus merokok. Apalagi kalau mereka mempunyai keturunan. Maka saya sangat menghimbau para perokok untuk segera berhenti bersikap egois dengan berhenti merokok.
Popularity: 15% [?]
Artikel Lainnya:
- Karena Ustadz pun Merokok Sebagai negara yang berpenduduk Muslim, para Ustadz mempunyai peranan besar dalam pendidikan ketauladanan. Baik itu dalah ilmu-ilmu Fiqh, Syariah, maupun...
- Rokok vs Ekonomi: Mitos dan Fakta Sebagai seorang yang bukan perokok dan tahu bahaya rokok, saya merasa punya kewajiban sosial untuk mengingatkan dan berbagi ilmu tentang...
- Rinduku Pada Sang Bayi Sebelum dirinya lahir, saya tidak terlalu memikirkan soal punya keponakan. Tapi setelah Seruni lahir dan bertemu langsung, saya harus mengakui...
- Generasi Ngebul Hari ini saya membaca artikel di Kompas Remaja, sasaran empuk industri rokok Karakteristik remaja yang erat dengan keinginan adanya kebebasan,...
- Karena Saya Memang Matre Terlepas dari berbagai perbedaan yang ada pada setiap individu, manusia tercipta dengan membawa sifat-sifat alamiah yang dapat ditemui pada setiap...





19 Nov 2007, 11:32 pm
Hwahwahwa… Untung saya bukan dan tidak merokok…
Tapi kesel klo di kampus tuh banyak orang2 yg seenaknya ngerokok di depan orang yg gak merokok…
Gak tau apa rasanya tersiksa kepulan asap…
You can also read Praditya’s blog post: Bikin Kaget Aja!
20 Nov 2007, 10:15 am
Whatever, pokoknya rokok itu ngga ada bagus2nya deh diliat dari sisi manapun juga
20 Nov 2007, 6:43 pm
lucu deh.
temen gw itu perokok. gw bete banget kalo asepnya udh kena gw (ya gw pagi2 mau berangkat ke kampus udah wangi2 eeee kena rokok kan bete) dan baunya itu lho.
gw udah nyoba ngasih tau dia, eee.. dia malah marah. dia bilang kalo gak mau kena asep ya gw keluar mobil aja.
set dah. dikasih tau buat sehat malah dimarahin. kenapa gak sama asep2nya sih diisep??
*semangat krn tadinya gw mau nulis ttg ini. hehe.*
You can also read mynameisnia’s blog post: Benyamin Sueb
20 Nov 2007, 7:08 pm
Sebagai tambahan: Kalau mau melihat gambar gimana nantinya paru-paru perokok bisa dilihat di sini:
http://adit.pancaroba.com/2007/11/10/generasi-ngebul/
Nah, pertanyaan saya relakah orang tua membuat paru-paru anak-anaknya seperti gambar? Saya yakin perokok pasif pun lama-lama bisa punya paru-paru seperti itu kalau kena asap rokok.