Poligami: Pilihan Menarik?
Sun, 18 Nov 2007 | Indonesia | 516 views | Email This Post
Semalam saya chatting dengan seorang teman baik. Kita ngobrol ke sana ke mari sampai akhirnya tiba pada topik poligami. Berdasarkan pengalaman itu saya jadi tertarik lagi untuk menulis tentang poligami.
Poligami di Indonesia selalu menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Berdasarkan pengamatan saya biasanya wanita adalah kaum yang paling keras dalam menentang poligami, sedangkan kaum laki-laki cenderung lebih banyak diamnya, atau senyum-senyum saja kalau ditanya soal ini.
Penentangan kaum wanita terhadap poligami menurut saya banyak dipengaruhi oleh fitrah perempuan [manusia] itu sendiri. Secara penciptaannya, perempuan [manusia] memang sensitif terhadap hal-hal yang berbau “diduakan” atau “dimadu”, dan karenanya saya bisa mengerti apabila kaum wanita melihat poligami sebagai hal yang tidak menyenangkan.
Dari pengamatan saya juga, sepertinya banyak wanita yang menganggap poligami sebagai alat kaum laki-laki untuk mencari kenikmatan baru yang tidak hanya bisa dilakukan, tapi juga diperbolehkan oleh agama. Selanjutnya, ujung dari pandangan ini biasanya akan memposisikan wanita sebagai korban.
Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar, dan dalam Islam sendiri poligami bukanlah sesuatu yang dilarang. Poligami diperbolehkan dengan syarat yang sangat ketat. Namun demikian banyak dari wanita-wanita muslim yang saya temui tetap saja akan senewen terhadap poligami. Mereka cenderung untuk menentangnya walaupun diberi penjelasan dari sisi agama sekalipun.
Salahkah bila mereka bersikap begitu? Saya tidak akan bilang sepenuhnya salah. Karena memang poligami merupakan isu yang sangat sensitif bagi kaum wanita, terlebih lagi bila kita melihatnya dari sisi kefitrahannya. Yang menurut saya kurang tepat adalah menggunakan rasa ketidaksukaan terhadap poligami sebagai landasan pemikiran untuk menganalisa poligami. Kalau sudah begini maka objektifitas akan sulit untuk didapatkan. Saya berkata demikian bukan karena saya laki-laki. Tapi karena saya mencoba untuk melihat isu poligami ini dengan kepala yang lebih dingin.
Saya pribadi tidak menganggap poligami sebagai pilihan yang menarik, dan saya yakin kebanyakan dari kaum laki-laki akan berpendapat sama. Kenapa tidak menarik? Salah satu penyebabnya karena poligami merupakan hal yang mahal, merepotkan, dan banyak efek sampingnya. Baik itu dari sisi ekonomi (harus mensupport dua rumah tangga) maupun dari sisi perasaan. Semua ini merupakan beban yang tidak ringan dan tidak menyenangkan.
Lalu kenapa ada saja laki-laki yang berpoligami? Saya rasa ada berbagai alasan untuk menjawab pertanyaan ini. Ada yang menggunakan poligami sebagai sarana pemuasan nafsu dan ada pula yang menggunakan poligami sebagai medium untuk beribadah. Tapi pada intinya poligami adalah sebuah pilihan. Sebuah pilihan yang tidak menarik bagi kebanyakan laki-laki dan mungkin cenderung dihindari.
Maka menurut saya, kaum wanita tidak perlu terlalu takut menjadi “korban” poligami. Karena jumlah laki-laki yang mau berpoligami pun lebih kecil dibanding dengan jumlah laki-laki yang memilih beristeri satu (paling tidak berdasarkan jumlah laki-laki yang saya tanya mengenai ini). Apalagi sampai mengambil sikap “perang” terhadapnya.
Selain itu, poligami pasti mempunyai nilai positif (berdasarkan keyakinan saya terhadap kebenaran Al-Quran). Bila tidak di Indonesia maka saya yakin dibelahan dunia lain ada masyarakat yang diuntungkan oleh poligami, termasuk kaum wanitanya.
Poligami adalah topik universal (menyangkut seluruh umat manusia) dan harus dilihat menggunakan pendekatan universal yang berlandaskan tuntunan yang mempunyai kebenaran universal pula.
Popularity: 18% [?]
Artikel Lainnya:
- Poligami, Pilihan Menarik? Poligami di Indonesia selalu menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Berdasarkan pengamatan saya biasanya wanita adalah kaum yang paling keras...
- Jatahku Masih Tiga Lagi Ketika seorang suami mendengar bisa mempunyai isteri sebanyak empat orang, mungkin akan terlintas di pikirannya untuk mulai cari-cari yang baru....
- Hidung Belang dan Doyan Kawin Dalam menjalani hidup kita sehari-hari, terkadang ada kisah-kisah yang membuat kita geleng-geleng kepala atau bahkan tercengang. Dan dari sekian banyak...
- Meluruskan Yang Dianggap Bengkok Saya mendapat kesan kalau posting saya sebelumnya seperti memberikan gambaran bahwa saya pernah selingkuh. He..he..he.. Yaa.. kalau mau melihat sisi...
- Jangan Jadikan Perceraian Sebuah Pilihan Belakangan ini saya sering mendengar kisah tentang orang-orang yang tumbuh di lingkungan keluarga yang orang tuanya bercerai. Kisahnya pun beragam,...





18 Nov 2007, 5:28 pm
Untuk menambahkan:
Lalu bagaimana dengan para isteri yang sudah dan akan dipoligami oleh suaminya? Saya pikir kaum wanita juga mempunyai pilihan dalam hal ini.
Apakah saja pilihan-pilihannya? Dalam hal ini saya menyarankan untuk menanyakannya langsung kepada ahli agama. Karena saya tidak mempunyai kapasitas untuk menjawabnya.
18 Nov 2007, 11:59 pm
keknya tadi malem kan kita ngomongi pelem tanda kutip deh ooo jadi tadi malem kita ngobrolin pilem berbagi suami toh hehehehe
19 Nov 2007, 12:11 am
dahlia » Hehehe… posting ini mah bukan karena ngobrol sama dikau. Tapi sama temen yang lain.
19 Nov 2007, 12:38 am
Hmm… Khusus topik ini saya gak ikut2an ah…
Tpi setau saya memang boleh saja untuk tidak melaksanakan poligami itu, tapi jangan sampai pada akhirnya jatuh kepada penolakan syariat atau tidak mengakui bahwa itu memanglah firman Allah.
You can also read Praditya’s blog post: Musim Hujan Dateng!
20 Nov 2007, 10:11 am
Udah pernah ntn serial tv di HBO yg judulnya Big Love kan? Serial itu lagi booming krn mengangkat tema POLIGAMI. Jd memang ada suatu daerah di Amerika, dimana para penduduknya turun temurun hidup berpoligami, dan 1 suami bs punya 3-5 istri. Jd udah biasa.
Pertama x nonton krn penasaran, kok bs, gt.. Tp ternyata stlh ditonton, barulah kita tahu bahwa poligami itu sama sekali tdk mudah. Suami hrs benar2 sanggup bersikap adil dlm segala hal, baik materi, kasih sayang, & musti ekstra sabar. Yg terberat sy lihat adalah soal materi, krn di film ini ia punya 3 istri dan 6org anak.
You can also read Zee’s blog post: Beowulf (2007)
20 Nov 2007, 2:26 pm
hmmmmm poligami???
saya tidak ingin mengalaminya..Tetapi jika ada keluarga yang memilih jalan itu, silahkan saja.. Karena pastinya sudah memikirkan segala konsekuensinya..
Maksud saya di sini, tidak hanya dari pihak Laki-laki saja yang berpikir “mampu” berpoligami atau tidak, dari sisi istri juga dan calon istri juga harus berpikir “mampu”, Jika tidak maka lebih baik jangan dilakukan karena pasti banyak konflik yang terjadi lebih banyak dibandingkan keluarga pada umumnya.
* astagaaaa…panjang bener koment ku
jadi malu….
You can also read RMY’s blog post: Pengakuan Malaysia atas Lagu Rasa Sayange
20 Nov 2007, 6:14 pm
@Zee: kalau nonton sih belum, baru lihat cuplikannya aja. Poligami memang pilihan berat dan setuju banget kalau faktor ekonomi adalah faktor terberat dalam menjalani poligami.
@RMY: Senang bisa mendengar pendapat yang objective seperti pendapat kamu.
21 Nov 2007, 3:42 pm
Quote:
Dit, ini mah bukan fitrah perempuan, fitrah lelaki juga, coba kalo diduakan mau ga? senstip ga? samaa ajaalaaa, hanya saja di Agama dilarang Poliandri, jadi lelaki bisa bernapas lega dikit. Sok atuh denger lagunya si Dewa yang personilnya lelaki semua: Ïngin kubunuhh pacarmu saat kau cium bibir merahmu”
Gw rasa masalah dua menduakan ini mah ga ada urusan nya sama Fitrah…..apalagi sama gw (secara nama gw Fitra gitu loh!) *Fitra yang lagi sensitip karena PMS bukan karena dimadu* hihiihihi
You can also read Fitra’s blog post: When the storm comes to you
21 Nov 2007, 5:33 pm
@Fitra: thanks for the correction