Wahai anak…
Sat, 10 Nov 2007 | Myself | 211 views | Email This Post
Saya suka sekali sama anak-anak. Terutama kalau tiba-tiba saja mereka menari atau menyanyi. Begitu spontan dan lugu. ![]()
Saya percaya dalam setiap bentuk ciptaan-Nya kita selalu bisa mengambil pelajaran. Baik itu berupa peringatan ataupun bentuk-bentuk lainnya. Saya pribadi lebih suka mengingat kebesaran Allah melalui ciptaan-ciptaan-Nya yang kecil-kecil. Kalau melihat yang besar-besar memang pas rasanya kalau bilang Allah Maha Besar. Tapi saya lebih merasa bahwa Allah itu Maha Besar karena bisa menciptakan yang kecil-kecil.
Banyak sekali pelajaran yang kita bisa ambil dari ciptaan-Nya yang kecil-kecil. Salah satunya adalah anak-anak.
Selain menjadi pelipur, anak-anak juga menjadi mutiara-mutiara mungil yang menghiasi hati dan dunia kita. Saya sendiri selalu tersenyum apabila melihat anak-anak. Terutama yang berumur di 4-5 tahun. Lagi lucu-lucunya ![]()
Karena umur segitu sudah bisa berkomunikasi dengan kita dalam bentuk tanya jawab. Walau terkadang menyebalkan tapi tetap saja hati ini selalu luruh dengan pikiran dan tingkah laku mereka.
Andai kita mau mengambil pelajaran dari mereka tentang perbedaan. Sungguh anak-anak adalah ciptaan Allah yang begitu dewasa dalam melihat perbedaan-perbedaan. Mereka tidak perduli dengan warna kulit, kedudukan, kecantikan, ketampanan, dan kelebihan-kelebihan lainnya.
Andaikan mereka bertengkar pun, itu lebih karena mereka ingin mainan atau ingin mendapat perhatian. Tapi bukan karena perbedaan yang ada diantara mereka.
Coba bandingkan dengan kita yang sudah dewasa. Betapa kita ini kekanak-kanakan bila kita menilai orang lain hanya karena warna kulitnya, kedudukannya, kecantikannya, ketampanannya, kecerdasannya, dan ke-ke lainnya.
Popularity: 7% [?]




14 Nov 2007, 5:18 pm
Kita ini sebetulnya seringkali menjadi anak-anak yang terperangkap dalam tubuh orang dewasa
You can also read Fitra’s blog post: Legenda Kasur Butut